MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 27 .


__ADS_3

Sinar sang surya menerobos masuk kedalam kamar yang bernuansa serba pink. Aurora membuka mata indahnya dengan pelan, saat benar-benar sudah membuka lebar matanya, gadis manis itu dibuat terkejut melihat seorang pria tertidur disamping nya. Dilihat baik-baik siapa pria yang tidur disamping Aurora.


Betapa terkejutnya Aurora saat melihat wajah tampan pria tersebut yang ternyata kakak ketiga nya Khira.


" Kak Khira "


ucap Aurora sedikit kuat yang membuat Khira membuka matanya dan tersenyum pada Aurora sambil merenggangkan seluruh badan yang tampak sangat lelah.


Aurora yang masih duduk ditempat tidurnya hanya melihat tingkah kakak ketiga nya, tanpa disadari Aurora bibir tipis pucat nya tersenyum lebar.


" Aura dimana? kamar ini tampak asing bagi Aura? "


Khira menjawab sambil duduk disamping Aurora, karena tanpa Khira sadari semalam dirinya naik ketempat tidur Aurora dan tidur disamping adik nya itu.


" Dirumah aku, asisten Kevin yang menemukan mu pingsan di parkiran Digital Group "


Aurora terdiam sejenak mendengar jawaban dari Khira. Khira melihat Aurora yang terdiam tersenyum lebar pada gadis itu, tanpa diduga oleh Aurora, Khira mendadak memeluk Aurora dan berbisik pada gadis itu.


" kakak senang kau baik-baik saja,tenang lah kau aman sekarang "


Aurora tambah terdiam membisu mendengar kata dari kakak nya.


Butiran putih nyaris keluar dari bola mata coklat milik Aurora, tetapi masih bisa ditahan. Khira melepaskan pelukan nya dan langsung turun dari tempat tidur.


" di lemari ada pakaian, pakailah, lalu turun sarapan "


Aurora hanya mengangguk pelan mendengar perintah dari Khira.


☆☆☆☆☆


Terdengar suara pecahan kaca dan barang berjatuhan di ruang tamu kediaman keluarga Alfaro. Riki, Daniel dan Gracia yang melihat dari tangga ulah Orlando. Ketiga nya tidak ada yang berani turun kebawah apalagi mendekati tuan muda dingin itu.


" Gracia .. turunlah bujuk kakak sepupumu itu "


perintah Daniel pada adik kesayangan nya. Sang adik menjawab dengan tegas setiap kata-katanya.


" aku tidak mau, bisa-bisa aku di terkam dan di makan "


mendengar penolakan dari Gracia membuat Riki tertawa pelan karena takut ketauan oleh Orlando.


Kedua kakak beradik itu menatap tajam dan kesal kearah Riki membuat yang kena tatap terdiam dan menghela nafas panjang, begitu juga dengan Daniel dan Gracia.


" aku sudah mencari disetiap gedung tapi tidak menemukan dimana Aura "

__ADS_1


Daniel tidak habis pikir, perasaan Daniel meletakkan Aurora ditempat yang hanya bisa dijangkau oleh Orlando.


" siapa yang menemukan mu dan membawa mu pergi Aurora "


batin Daniel berkata dengan bingung dan penasaran akan hilangnya Aurora. Riki dan Gracia yang melihat Daniel terdiam pun menjadi bingung.


Sementara Orlando yang berada dibawah tampak terlihat berantakan dan tangan nya penuh luka karena serpihan kaca dan barang-barang yang dibuang ke lantai.


Orlando mengacak-acak rambutnya kali ini Orlando tidak tampak seperti dirinya yang selalu rapi dan tampil cool. Orlando terduduk di sofa single dengan perasaan hampa. Dirinya tidak tau dan tidak sadar kenapa hilangnya Aurora membuat dirinya jadi kacau dan berantakan bahkan mengabaikan seluruh pekerjaannya.


Orlando menghubungi Riki yang saat ini berada ruang atas.


📲📲📲


" ada apa tuan muda "


" kau dimana ? "


" aku dirumah mu, diatas "


" sejak kapan kau disana, turun cepat "


perintah Orlando dengan perasaan kesal karena orang yang ditelepon berada di kediamannya.


" Riki .... "


teriak Orlando dengan keras nya bahkan sampai bergema di dalam kediamannya. Riki pun menjawab dengan keras juga.


" apa ... "


" turunlah "


" kau gila apa menyuruhku turun di pecahan kaca yang memenuhi lantai ini "


Jawab Riki dengan kesal nya melihat tingkah sahabatnya itu.


Orlando hanya diam mendengar jawaban dari Riki. Pria yang terlihat berantakan itu memutuskan berjalan kearah tangga dimana sahabatnya berdiri. Riki dibuat terkejut melihat penampilan sahabatnya itu yang tampak sangat kacau dan frustasi.


" kau benar-benar gila, lihatlah dirimu sekarang dan lihat luka yang ada ditangan, Gracia hubungi pak Her sekarang "


Gracia langsung menghubungi Pak Heru yang tinggal di rumah belakang kediaman lama keluarga Alfaro.


Riki menarik tangan Orlando dan mendudukkan nya di tangga.

__ADS_1


Orlando hanya menurut dan langsung duduk di tangga dengan menundukkan kepalanya karena merasa malu untuk menatap wajah sahabatnya. Daniel dan Gracia merasa bahwa sepupunya sudah mulai tenang, sehingga keduanya memutuskan turun dan duduk dibelakang Orlando dan Riki.


Pak Heru yang dihubungi Gracia buat datang ke kediaman utama keluarga Alfaro dibuat terkejut melihat ruang tamu dan tengah sangat berantakan, begitu juga para asisten Pak Heru.


" bersihkan semuanya jangan sampai ada yang tertinggal "


Perintah Pah Heru pada asisten yang dibawa oleh nya tadi.


Setiap asisten punya tugas masing-masing, jika tugas yang diberikan selesai para asisten rumah tangga wajib kembali ketempat mereka yaitu kediaman lama keluarga Alfaro yang berada dibelakang kediaman yang baru. Sedangkan Pak Heru selalu mengecek apa sudah beres kerja asisten nya jika sudah Pak Heru kembali ketempat jika belum Pak Heru akan memanggil bagian yang belum diselesaikan.


" Pak Heru ... Gracia laper "


Keluh Gracia dengan manja nya, Sang kakak Daniel hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya itu.


" nona muda tunggu disana saja, nanti akan saya suruh bagian yang membuat makanan mengantar ke tempat nona "


Jawab Pak Heru dan bergegas berjalan kearah dapur.


☆☆☆☆☆


Ditempat Kevin. Aurora yang sama sekali tidak tau tentang kekacauan yang terjadi di kediaman Alfaro asyik bercanda dan bermain dengan Natalia asisten Kevin, Sementara Khira hanya melihat dari balkon atas, Khira membuat salju buatan dan menjatuhkan dari atas untuk melihat respon dari Aurora.


Aurora dan Natalia yang berada di taman dekat praktek Kevin masih bercanda dengan bahagianya, Tepat disaat itu salju buatan yang dibuat oleh Khira dijatuhkan dari atas balkon kamar nya, Salju buatan yang jatuh menambah kebahagiaan Aurora.


" wow ... keren ... wow .. salju "


kata-kata itu terus diucapkan oleh Aurora membuat Kevin yang berada diruangan nya penasaran atas apa yang terjadi diluar, Saat Kevin berada diluar dirinya terkejut melihat Aurora yang tampak sangat bahagia menikmati salju buatan itu.


Tiba-tiba terlintas bayangan kecil saat dimana Antoni, Excel, Khira, dan Kevin melihat sang adik bungsu nya yang menikmati salju di taman bunga milik adik kesayangannya. Lamunan Kevin buyar saat Aurora berteriak memanggilnya kakak.


" kak .. ayo kak .. kak Kevin ayo main kesini, lihat salju turun, kak ... "


Khira yang berada diatas balkon terkejut mendengar ucapan Aurora dibawa, Dengan semangatnya Khira terus menurunkan salju buatan nya kebawa, Natalia dibuat bingung dengan tingkah kedua bos nya tersebut.


.


.


.


.


Maaf ya Thor baru up date karena bertepatan dengan puasa jadi harus bagi jadwal. Tetap Thor selalu ingatkan jangan lupa di like / di suka ya. ada tanda love dibawah ini di like ya.

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2