MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 8 .


__ADS_3

Di hari dan jam yang sama di tempat yang berbeda, Orlando,Riki dan Daniel menuju lantai 4 begitu juga dengan Antoni dan Excel Alexander ikut menuju ke lantai 4 dengan lift yang berbeda.


Sementara di kamar Aurora. Angel menendang pintu kamar Aurora yang membuat Richi terkejut dan dengan cepat melempar selimut ke wajah Angel agar Richi bisa menggunakan topeng nya.


" ah ... siapa kamu ? "


" aku .. ada yang memanggil nama ku Joker, "


Jawab Richi dengan wajah penuh senyuman.


" dimana Aurora ? dan kenapa kamu di sini ? "


Richi dan Angel saling menatap dari atas sampai bawa.


" nona seksi seperti kamu terlalu banyak ikut campur, itu berbahaya "


Terang Richi sambil duduk dan mengoperasikan komputernya.


Angel yang melihat tingkah pria tampan di hadapannya menjadi semakin geram dan kesal, tangan kanan Angel meraih handphone di saku celana jins pendeknya.


Richi yang melihat gerak gerik Angel dari kaca dekat komputernya mendadak berdiri dan menyerang Angel, dengan cepat Angel menghindar membuat Richi tersenyum manis melihatnya.


" sepertinya sekretaris Excel tidak bisa di anggap mudah "


" kau mengenal keluarga Alexander "


Richi yang masih menggunakan headset di telinganya mengatakan sesuatu kepada Aurora.


" waktu mu tidak banyak, Aura ikuti petunjuk di jam tangan mu, aku harus menghadapi sekretaris kakak ke dua mu "


jelas Richi yang selalu menghindar dari serangan Angel karena tidak mau melawan atau membuat wanita seksi di hadapannya terluka, setidaknya itu yang bisa dilakukannya saat ini.


Aurora tidak menjawab perkataan Richi, dirinya sudah keluar dan menggunakan kostum cosplay anime, dilihatnya CCTV lift yang kembali seperti semula lalu Aurora keluar dan berjalan melalui tangga darurat sambil menyanyikan lagu yang mengerikan lagi.


Sementara Orlando,Riki dan Daniel yang sampai di lantai 4 di susul dengan Antoni dan Excel yang sampai juga berjalan dengan pelan nya menuju kamar 401, di saat itu pegawai kebersihan masuk kedalam kamar 401 karena tidak ada jawaban dari si pemilik kamar, saat dirinya mengetuk pintu dari tadi.


" ahhh ...... "


Teriak pegawai yang berlari ketakutan dengan cepat dan tidak sengaja menabrak sang CEO Hotel tersebut.


" Excel .. pecat dia "


Teriak Antoni yang membuat pegawai itu langsung berlutut.


" Pak ... maafkan saya, jangan pecat saya, Pak ... "


Antoni berjalan dengan dinginnya meninggalkan pegawai tersebut dan di susul Excel di belakangnya. Tiba-tiba pegawai tersebut berteriak yang membuat Orlando berlari ke kamar 401.


" Tuan .. ada yang mati di kamar 401 "

__ADS_1


Antoni dan Excel mendadak memberhentikan langka kaki mereka.


Riki berhenti melangkahkan kaki nya juga dan melihat ada 3 buah Drone ya g sedang terbang mengelilingi hotel tersebut.


" ada yang aneh "


batin Riki yang membuat dirinya bergegas masuk kedalam kamar 401.


Pada saat itu Orlando sudah tiba terlebih dahulu, tidak lama di susul Antoni, Excel, Daniel dan beda beberapa detik Riki datang.


" Orlando, kita kalah cepat, sepertinya ada yang menemuinya, yang membuat aku penasaran dengan tiga Drone yang aktif di lokasi ini "


" Drone ... ? "


Tanya Orlando heran, Excel berjalan kearah mayat wanita yang terbaring indah di atas tempat tidur, dimana wanita itu masih mengenakan lingerie berwarna hitam berbaring dengan meletakkan tangan kanan di dagu dan tangan kiri memegang handphone, selimut hanya menutupi sampai lutut kaki, lalu di sisi kanan dan kiri penuh dengan taburan bunga mawar putih yang di mana mawar putih itu di penuhi dengan ceceran darah.


Yang lebih mengejutkan diatas tubuh wanita itu ada setangkai bunga Higanbana dan satu buah kartu remi bergambar AS HATI.


" hubungi sekretaris mu sekarang, tanya di mana Aurora "


Excel dengan cepat mengambil handphone nya dan menghubungi Angel.


" jangan ada yang mendekat dengan area ini "


Teriak Excel kepada semua yang ada di kamar itu. Orlando mengepalkan kedua tangannya karena gagal mencari tau siapa dalang dari orang yang ingin kematiannya.


" ini aneh, kalian lihat 3 Drone itu, aku yakin pembunuhnya masih ada disini "


" Drone ... ada logo kecil di Drone itu "


kata Orlando dengan tegas yang membuat Daniel terkejut dan menatap 3 buah Drone yang masih terbang.


☆☆☆☆


" aku hampir tiba di atap "


" berhati-hatilah. AS pasti menghubungimu "


jawab Richi sambil menatap layar handphone nya, Setelah itu menatap Angel yang berhasil di kalahkan dan saat ini di ikat diatas tempat tidur.


Tiba-tiba handphone Angel berbunyi, Richi berjalan kearah Angel dan mengambil handphone nya lalu mengangkat menggunakan perangkat pemalsu suara.


" Hallo tuan ada apa? "


Excel yang merasa aneh langsung memberi handphone nya kepada Antoni.


Tepat di saat itu Daniel berlari kearah atap gedung hotel, Excel kembali mengecek kematian wanita di kamar 401, Orlando berdiri di jendela kaca dengan raut kesal, Riki melacak dengan laptop yang di rakit nya sendiri untuk mencari tau siapa yang juga memiliki dendam yang sama.


Antoni Alexander bisa di bilang dirinya setara dengan Orlando Alfaro karena kepintaran dan jenius nya otak mereka.

__ADS_1


" dari awal aku mencari kamu, tapi siapa sangka kita bertemu dengan cara komunikasi "


" ooh ... Tuan Antoni Alexander, kalau begitu baiklah, "


Richi langsung menggunakan suara asli nya, Di kejauhan Antoni berkata dengan wajah dinginnya.


" ini akhir bagi mu, dimana Aurora ? "


mendengar ucapan dari Antoni membuat Richi tersenyum manis.


" Apa kau yakin bisa membunuh diriku, dan apa kau percaya saat ini Aurora bisa saja kabur "


Antoni mengepalkan kedua tangannya. lalu menjawab perkataan Richi.


" hentikan permainan ini, beri tau Aurora "


" Antoni Alexander ... kami tidak bermain, saat ini Aurora sedang tertidur pulas "


" aku tidak tau siapa kamu, tapi aku tidak bodoh, saat ini yang ada pada dirimu hanya sekretaris adikku bukan Aurora, dan satu lagi kau memasuki wilayah berbahaya "


Di seluruh tubuh Richi di penuhi sinar laser berwarna merah yang di arahkan oleh para penembak jitu di setiap penjuru puri Aurora. Dengan wajah santai nya Richi membuka seluruh jendela dan tirai di kamar Aurora dan sengaja berjalan maju agar mempermudah para penembak jitu mengarahkan senjatanya.


Angel yang melihat nya seketika merinding karena tidak percaya ada pria yang menghantarkan nyawa secara terang-terangan.


" dasar gila "


batin Angel kesal, saat ini Angel berusaha membuka ikatan yang ada pada tubuh nya selalu gagal.


Richi sesekali menatap Angel dengan pandangan biasa.


" hey ... tenang saja, aku tidak akan mati, tuan mu dan bos mu tidak akan berani membunuh ku "


Angel masih berusaha memberontak kesal tetapi tidak dihiraukan oleh Richi.


" tuan Antoni, pikirkan baik-baik "


Richi menonaktifkan handphone Angel lalu melemparkan nya ke dekat Angel sambil tersenyum manis.


.


.


.


.


Like .. like jangan lupa ya pembaca semua, dan satu lagi jangan pernah bosan membaca nya.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2