MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
BAB 15.


__ADS_3

Suara barang berjatuhan, suara barang yang pecah akibat di lempar oleh seorang pria yang bertubuh tegap, tanpa memperdulikan tangan yang terluka oleh serpihan kaca.


" kak .. tenang lah, Aurora pasti ketemu dan dia pasti baik-baik saja "


Antoni masih terus mengamuk, membanting, membuang seluruh barang yang ada di puri milik Aurora.


Angel dan Bi Mina melihat dari kejauhan dengan perasaan yang takut. selama Bi Mina tinggal di keluarga Alexander dirinya tidak pernah melihat Antoni emosi seperti ini, Angel ingin sekali menenangkan pria yang sangat disukainya, tetapi apalah daya dirinya sangat takut.


" Aurora .. Aurora .. dimana kamu "


Dengan suara bariton Antoni berteriak keras hingga suaranya bergema di seluruh ruangan. Dengan nafas yang menggebu-gebu Antoni berjalan kearah kamar Aurora. Excel hanya bisa mengikuti dari belakang. tiap satu langkah kaki Excel, dilihatnya satu tetesan darah yang jatuh dari tangan Antoni.


Angel dan Bi Mina ikut berjalan mengejar kedua tuan mudanya, Betapa terkejutnya Angel melihat tetesan darah yang ada diatas lantai, hatinya terasa sakit melihat darah segar yang berjatuhan. Bi Mina tau betul bahwa putri satu-satunya sangat mencintai tuan muda pertama keluarga Alexander.


" tenang lah putri ku, semua akan baik-baik saja "


bisik Bi Mina kepada putrinya Angel.


sang putri hanya tersenyum terpaksa melihat sang ibu. Pria tampan yang berusia 30 tahun ini selalu menjaga penampilan setiap hari, tapi kali ini dirinya terlihat sangat berantakan, rambut yang biasa tertata rapi kali ini acak-acakan, bahkan pakaian yang dikenakannya sudah 2 hari semenjak kejadian hilangnya Aurora.


Antoni Alexander masuk kedalam kamar Aurora sang adik bungsu untuk pertama kalinya, lima belas tahun yang lalu saat dirinya berbohong kepada Aurora dan mengurung sang adik di puri yang di bangun olehnya tidak sedetik pun dirinya bertanya tentang kabar adik bungsunya.


Antoni berjalan menelusuri kamar Aurora, disetiap sisi ada foto dirinya dan adik-adiknya. Mata coklat muda nya tertuju pada sebuah lukisan yang tergantung diatas tempat tidur Aurora. tanpa disadari sebuah senyuman kecil keluar dari bibir merahnya.


" Raja Ibis, Raja Malaikat, Twin Raja penghianat , My Queen "


Excel terkejut mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh sang kakak.


" My Queen, itu artinya Aurora ... "


Dengan cepat Antoni menutup mulut Excel tepat Angel dan Bi Mina masuk kedalam kamar Aurora.


Dengan tatapan tajam Antoni seperti mengisyaratkan agar tidak membahas apa yang diucapkannya tadi.


" ada apa tuan "


dengan penuh keberanian Angel bertanya. Antoni menyuruh Excel membawa Angel dan Bi Mina keluar kamar.


" bawa Bi Mina dan Angel keluar kamar ini, aku mau sendiri "


" baiklah kak, tapi ingat jangan hancurkan kamar ini "


Excel berjalan mengajak Angel dan ibunya keluar dari kamar, ibu dan anak tersebut hanya menurut saja tanpa membantah dan bertanya.

__ADS_1


" My Queen adalah Aurora, Aurora adalah My Queen itu artinya Red Joker, Black Joker, AS, J dan Ten ada di sisinya selama ini, Global Grup telah bangkit dan sudah dipimpin olehnya"


Antoni berbicara sendiri sambil menatap lukisan adik bungsunya.


" Global Grup mana yang akan kau pilih Digital Grup atau Alpha Grup, milik keluarga mu atau keluarga Alfaro "


Antoni berbaring di kasur adiknya dengan tangan kanan diletakkan diatas keningnya sambil menutup mata, darah yang masih terus menetes tidak terasa sakit baginya.


☆☆☆☆


Aurora yang masih asyik bermain di kebun stroberi tidak menyadari ada sepasang mata menatap heran padanya. Gadis berambut pendek berwarna hitam dengan bola mata biru berjalan lurus seperti model internasional menuju kearah Aurora.


Aurora yang masih sibuk bermain di kebun stroberi merasa ada yang berjalan kearah nya, bibir tipisnya tersenyum miring dan berpura-pura tidak tau akan hal itu.


" siapa kamu ? "


Aurora seperti terkejut mendengar suara halus yang dipikir seusia dengannya.


" ini rumah kakak, seharusnya aku yang bertanya siapa kamu ? "


Gadis manis berkulit eksotis ini lebih terkejut mendengar ucapan gadis di hadapannya.


" rumah kakak mu ? apa kau tidak salah, ini rumah kakak sepupu ku, dan itu Pak Heru kepala pelayan saksinya"


Aurora langsung berlari meninggalkan kebun stroberi menuju keseluruh ruangan yang ada dirumah tempat dirinya berada, Aurora berlari kesana kemari, keatas dan kebawah dengan rasa penasaran bahkan tubuhnya sedikit demi sedikit melemah. Dengan nafas yang mulai tak beraturan Aurora masih berusaha lari keluar rumah untuk mengecek penembak jitu disetiap sisi sudut.


Pak Heru yang ditugaskan untuk menjaga Aurora tak henti-hentinya berlari mengikuti Aurora. Sedangkan gadis yang satunya hanya duduk si sofa ruang tamu. Aurora mulai kelelahan dan sekuat tenaga dirinya berjalan kearah ruang tamu.


" puri siapa ini sebenarnya ? "


Dengan nafas yang tak beraturan Aurora bertanya. gadis yang dihadapan nya hanya melirik ke sebuah foto keluarga, Dengan wajah yang pucat Aurora menoleh kearah foto yang dimaksud. Mata coklatnya mendadak gelap dan tanpa disadari dirinya terjatuh, dengan cepat Orlando berlari dan menangkapnya.


Gadis manis yang duduk di sofa terkejut dan berlari kearah Aurora yang pingsan. Daniel yang melihat akan hal itu tanpa sadar merebut paksa Aurora dari pelukan sepupunya. Orlando yang melihat langsung terkejut dengan tingkah Daniel.


" Aura ... Aura .. bangun Aura ... "


sambil meletakkan Aurora di sofa,


" darimana kau tau namanya ? "


" saat ini harus buat dia sadar , kau Gracia awas kau nanti "


" Kak .. aku .. aku .. "

__ADS_1


" diam ... Pak Heru panggil dokter, "


teriak Daniel panik yang membuat dirinya tidak sadar akan sekitarnya.


" Pak Heru .. biar aku saja, Daniel awas biar aku lihat "


Kevin berkata dengan pelan dan santai nya, Daniel masih memegang tangan Aurora dengan erat. Kevin terkejut melihat wajah cemas sahabatnya ini.


Kevin memeriksa dengan teliti tanpa di sadari airmata Kevin menetes.


{ " kalau dilihat gadis ini mirip Aurora, aku harap dia baik-baik saja " }


batin Kevin yang membuat butiran bening masih terus lolos dimatanya


" tenang lah, dia hanya kelelahan, saat ini dia akan baik-baik saja "


kedua tangan Kevin memegang pundak Daniel untuk memberi semangat pada nya.


Kevin mengusap airmata nya agar tidak diketahui teman-temanya.


" jawab aku, kau tau siapa gadis ini "


Daniel masih terdiam, matanya masih menatap sendu kearah gadis yang sudah dianggap adik baginya.


Daniel memasang headset di telinga nya lalu mencoba menghubungi seseorang dengan jam tangannya, Riki dan Orlando terkejut dan heran melihat jam tangan yang dipakai Daniel, jam tangan itu sangat mirip dengan jam tangan yang dipakai oleh gadis muda yang sedang pingsan.


" ahhh .... di situasi seperti ini kau tidak bisa di hubungi lagi , sial ... "


Daniel mengangkat tubuh Aurora kedalam kamar pribadinya. Kevin melirik kearah Riki dan Orlando, sedangkan kedua pria itu menatap tajam kearah Daniel, sedangkan Gracia mencemaskan dirinya nanti.


.


.


.


.


Jangan bosan ya baca karya aku.


Jangan lupa di like dan favorit.


👍👍👍👍😁😁😁😁

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2