
Monica membanting handphone nya ke lantai, dengan wajah yang merah karena menahan emosi.
" sial .. sialan kau My Queen "
teriak frustasi Monica, AS hanya tersenyum dan kembali duduk di sofa.
Monica menatap AS secara tajam dan penuh amarah. Tetapi AS hanya menggelengkan kepalanya pelan ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum.
" apa tujuan My Queen sebenarnya ? "
" menghabisi musuh-musuh nya dengan sangat mengerikan, salah satunya kau, Johan dan Istrinya "
AS menjawab dengan santai. Monica semakin dibuat kesal.
" tanda tangan saja, dan kau pergi, lagi pula yang kau butuhkan hanya uang, kau punya istirahat satu hari, sisa enam hari kau bekerja "
" pekerjaan apa sebenarnya yang akan aku kerjakan ? "
" sesuai dengan profesi mu saat ini "
" maksud mu menjual tubuhku, tidak semuda itu, bilang sama My Queen aku tidak takut dengan ancaman nya "
" bagaimana dengan ini ? "
terdengar suara berat dari luar pintu kamar dan buka hanya satu suara, tapi ada suara yang sangat lembut.
" bagaimana aku saja yang memberi pelajaran buatnya "
langkah kaki terdengar sangat dekat, Dengan santai keduanya masuk, yang satu duduk di samping AS, sedangkan yang satunya berjalan kearah Monica dan berdiri tegap. wanita yang dihadapan Monica sama tinggi dan seksi seperti Monica, tetapi dari penampilan Monica seperti wanita murahan, sedangkan wanita yang ada didepan Monica tampak seperti wanita elegan.
" jadi wanita ini yang harus kita kerjakan, kau memang berada di kelas rendahan "
Cetus wanita yang dihadapan Monica dengan tatapan mengintimidasi.
" Red Joker sejak kapan kau dekat dengan wanita seksi itu ? "
" wanita mana ? "
" yang jelas wanita yang bersama datang tadi "
kata AS sambil melirik wanita yang masih berdiri dihadapan Monica.
" nemu di panti jompo, "
tiba-tiba selembar kartu remi terbang kearah Red Joker, dengan cepat di tangkap sama Red Joker dengan dua jarinya.
" kau mau membunuh suami mu "
" suami, bisa mati cepat aku "
" istriku, kita disini jalani misi, jadi pertengkaran ini kita lanjutkan saat kita pulang "
Red Joker berkata sambil berjalan kearah wanita yang datang bersama dirinya, AS hanya memperhatikan tingkah dua anggota nya dengan tatapan tajam. Sementara Monica masih berdiri tegap walaupun sebenarnya jantung nya mulai berdetak ketakutan.
" J .. selesaikan saja, aku lelah , aku mau tidur "
" Red Joker ... tenang saja, jika dia tidak tandatangan, aku akan membunuhnya "
AS masih saja diam memperhatikan tingkah J dan Red Joker, Monica masih berusaha berdiri tegap walau sudah tidak sanggup.
__ADS_1
J berjalan semakin dekat kearah Monica, yang membuat Monica berjalan mundur hingga akhirnya Monica tersudut di dinding. Wajah Monica mulai pucat, sekujur tubuh nya gemetar, tidak tau mengapa kali ini dirinya benar-benar sangat ketakutan.
" ma .. ma .. mau apa kamu ? "
" tandatangan , dan ambil tiket ini "
" kalau aku tidak mau "
J menatap tajam kearah Monica dan berbisik kepada Monica, yang membuat Red Joker dan AS sedikit penasaran.
" aku akan membuka semua pakaian mu, aku akan menyeret tubuh mulus mu, aku akan memaksa mu meminum obat penyubur untuk menjual rahim mu kepada siapa saja yang membutuhkan anak. dan yang lebih mengerikan lagi dalam rahim yang dijual kau akan melahirkan bayi dua atau tiga dalam gen yang berbeda "
J berjalan mundur dan duduk diatas ranjang besar sambil meletakkan satu buah amplop beserta pena. Monica perlahan-lahan berjalan dan duduk didepan J, dengan tangan yang gemetar J mengambil pena dan menandatangani isi amplop tersebut.
" wanita penurut, saat ini yang kau butuhkan uang, jadi saat ini kau tinggalkan Johan, mungkin jika My Queen bosan padamu, kau bisa pulang dan kembali ke pangkuan Johan "
bisik J pelan kepada Monica.
" kita pulang "
teriak J yang membuat Red joker dan AS mengikuti dari belakang.
☆☆☆☆☆
Orlando membawa Aurora keluar kamar dan menuju ke taman di kediaman Khira dan Kevin.
" apa kau tidak membuat perhitungan dengan kedua orang itu ? "
" Kedua kakak mu "
" kakak ke tiga dan kakak ke empat "
" jawab yang aku tanya "
" jadi ini sifat asli mu "
Orlando berkata sambil menatap Aurora yang saat ini duduk diatas kursi roda, Aurora memandang kearah atas tampa melihat Orlando.
Aurora menghirup udara dengan santai sambil menutup kedua matanya, Orlando hanya tersenyum melihat tingkah gadis manis dihadapan nya, dari kejauhan Khira dan Kevin melihat dengan tatapan tidak senang.
Orlando mengelus rambut Aurora dengan penuh kasih sayang, terkadang Orlando tidak sadar saat melakukan nya, baginya Aurora adalah obat penenang baginya, saat bersama gadis manis itu ada rasa damai dihati dan pikiran Orlando.
Aurora membuka dua mata dan menatap kearah Orlando.
" kau lebih tua lima tahun dariku, aku harus memanggil mu dengan sebutan kakak "
" panggil aku, Orland atau Orlando "
" tapi kau dengan kakakku ... "
" oh .. kakakku ... akhirnya kau mengakuinya "
Aurora dengan cepat membuang muka.
Orlando ketawa dengan bahagianya,
" hhahahaha ... hahahahhaah "
Aurora masih saja membuang muka, Orlando mengatakan yang membuat Aurora dengan cepat menatap Orlando.
__ADS_1
" kalau Aura masih bersikap seperti itu, aku tidak akan segan-segan mencium mu disini "
" kau gila "
teriak Aurora dengan melihat Orlando.
" Aura, bisakah kau berkata jujur tentang Richi "
" kak Richi, dia penjaga ku selama tinggal dengan Kak Excel dan Raja Iblis, kenapa ? "
" apa kelebihan Richi ? "
" sepertinya tanpa aku beritahu kau sudah tau siapa jatidiri kak Richi "
" Aura ... dimana My Queen ? "
Saat membahas My Queen ekspresi Aurora mendadak berubah jadi diam dan kaku, Orlando memeluk Aurora dan menepuk pundaknya pelan.
" maaf, aku bukan bermaksud ... "
" Orl ... jauhi My Queen, jangan pernah bernegoisasi atau bertemu dengan nya, My Queen bukan orang yang bisa di hadapi, percayalah pada ku "
Orlando masih memeluk Aurora dengan pelan, di kejauhan dua pria masih melihat dan menatap dari jauh.
" tapi aku harus bertemu dengan nya "
" Orl ... My Queen dia aneh, dia mengerikan, dari matanya terlihat dendam yang besar, jadi aku mohon jangan temui My Queen "
" tapi aku ... "
" apa yang dikatakan keempat kakak ku padamu, apa yang diperintahkan kakak ku pada mu, jawab Orl ... jawab ... "
" Aku harus memilik kawan atau lawan "
Orlando berkata sambil melepaskan pelukan nya, Orlando menatap dengan penuh kasih sayang terhadap Aurora, dalam benak Orlando penuh dengan banyak pertanyaan, terkadang dirinya merasa My Queen dan Aurora ada hubungan yang sangat besar.
" kawan atau lawan , itu artinya jika kau pilih kawan kau harus bersamanya, tapi jika kau pilih lawan, kalian akan mati, karena bisa saja separuh ... tidak 90% yang ada di mension kalian adalah anak buah nya, My Queen .... dia ... , Orl .. jangan dengerin kakak-kakak ku "
terang Aurora, kata-kata Aurora membuat Orlando semakin tambah penasaran.
.
.
.
.
hai aku up lagi, maaf ya kalau telat,
jangan lupa beri hadiah , vote dan like.
terima kasih.
.
.
.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝