
Dikamar yang sangat luas dan berwarna serba putih tertata dengan rapi. Daniel meletakkan tubuh Aurora pelan diatas tempat tidurnya.
" aku mohon bangun lah Aura, aku mohon, jangan buat aku panik, saat ini Joker tak disisi mu, yang ada hanya aku yang menjaga mu saat ini "
Tangan Aurora bergerak sedikit demi sedikit, Daniel yang merasakannya tersenyum bahagia, mata coklat dihadapan Daniel lama kelamaan terbuka lalu tersenyum melihat Daniel.
" AS .. aku kira Raja Iblis menangkap ku tapi ternyata .. , ini bukan puri ini rumah, istana siapa ini ? "
" bukankah kau ingin melihat Twin Raja Penghianat "
" indonesia .. ini indonesia .. itu artinya aku bebas "
Daniel tersenyum lepas melihat kebahagian Aurora,
" ini rumah ku dan sepupu ku "
" rumah mu, bisakah kau tinggalkan aku sendiri "
Daniel menatap Aurora tajam, tetapi Aurora hanya menatap dengan wajah sendu, yang membuat Daniel mengalah dan berjalan keluar kamar.
Aurora langsung menghubungi seseorang, tidak membutuhkan waktu lama sambungan langsung terangkat.
" Ten ... kirim aku profil nya "
" siap My Queen, aku menunggu mu di rumah kenapa My Queen tidak datang"
" aku akan pulang tapi nanti, Ten, kau tidak perlu menunggu, pergilah dari sana"
" aku sudah kirim di Email , "
Aurora langsung memutuskan panggilan nya.
Aurora menurunkan kakinya dari tempat tidur dan berjalan kearah meja kerja Daniel untuk meminjam laptop nya, saat Aurora membuka Emailnya saat itu juga Kevin naik keatas dan berjalan kearah kamar Daniel. Aurora menunggu dengan senang nya karena akan melihat foto kedua kakaknya.
Foto hampir 100% terbuka, langkah kaki Kevin hampir sampai di kamar Daniel, tepat foto yang dikirim terlihat sempurna saat itu Kevin masuk kedalam kamar Daniel, Aurora yang melihat semakin terkejut karena kakak yang dicari ada didepan matanya.
Kedua bola mata Aurora membulat sempurna melihat pria tampan yang kulitnya sama seperti dirinya berdiri dihadapan nya.
" nona sudah sadar, boleh aku cek nadi nona "
" ti ... ti ... tidak perlu "
Dengan gagap nya Aurora menjawab, tangan kanannya menutup laptop Daniel pelan.
Aurora berlari menerobos pintu kamar dengan sisa tenaga yang ada. Kevin pun hanya diam seribu kata. Aurora menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa membuat seluruh orang yang berada dibawa terkejut melihatnya, Orlando berjalan kearah tangga tepat disaat Aurora sampai dan langsung menangkap tubuhnya.
__ADS_1
" lepaskan .. lepaskan aku .. "
Aurora berusaha lepas dari pelukan Orlando tetapi gagal total. dengan tubuh ramping nya mana mungkin bisa melawan tubuh tegap dan atletik milik Orlando.
" aku akan melepaskan mu tapi dengan satu syarat "
" apa syarat nya ? "
teriak Aurora kesal dan pasrah membiarkan tubuhnya di peluk oleh seorang pria.
Orlando tersenyum penuh kemenangan, lalu mendudukan Aurora ke pangkuan nya, Orlando masih menatap gadis manis dihadapan nya, dirinya tidak menyadari bahwa banyak pasang mata yang menatapnya. Aurora hanya menundukkan kepalanya. saat ini posisinya membuat diri Aurora tidak nyaman.
Orlando memeluk erat pinggang Aurora dan menyandarkan kepalanya di punggung kecil Aurora.
" siapa namamu ? , ada hubungan apa kau dan Daniel ? , apa tujuan kau ke indonesia ? , berapa usia mu ? "
Orlando bertanya dengan suara kerasnya namun masih tetap denga. posisinya.
Aurora masih terdiam, hal itu membuat Orlando bertindak lebih berani lagi sambil tersenyum seperti iblis. Aurora yang masih di pangkuan Orlando dengan cepat di putar oleh Orlando, yang tadi punggung Aurora berada didepan Orlando tapi saat ini menjadi wajah Aurora berhadapan dengan wajah Orlando.
Daniel melihat apa yang dilakukan oleh sepupunya merasa sedikit kesal dan hendak berjalan kearah Orlando dan Aurora namun langkah kakinya terhenti karena tangan nya ditarik oleh Riki. Daniel menoleh kearah Riki dengan menatap tajam tetapi Riki hanya menggelengkan kepalanya pelan tanda jangan kesana.
Sementara Khira dan Kevin merasa dihati mereka ada rasa kesal juga tentang tingkah laku Orlando kali ini. ingin rasanya dua saudara kembar itu menarik gadis muda yang masih duduk di pangkuan sahabatnya, tetapi diurungkan oleh diri mereka sendiri.
{ " ingin rasanya aku menolong gadis itu, tapi atas dasar apa ? " }
batin Khira dan Kevin dengan penasaran atas hati mereka. seperti sangat dekat dengan gadis muda tersebut. keduanya saling menatap satu sama lain, insting kembarnya sama-sama merasakan hal yang sama.
" masih belum menjawab pertanyaan dari ku "
Bisik Orlando kepada gadis yang sangat dekat dengan nya. Aurora mendadak menatap yang membuat Orlando terkejut dengan tatapan nya, dengan keahlian Orlando, dirinya berhasil membuat hal itu tidak nampak dihadapan Aurora.
{ " menarik .. siapa gadis ini " }
batin Orlando bergumam sambil menatap gadis yang ada di depannya.
" Aura ... itu namaku "
Aurora langsung menundukkan kepalanya lagi.
" hanya itu, bukankah tadi aku memberi mu beberapa pertanyaan, atau kau menyukai posisi mu saat ini "
Bisik Orlando pelan yang membuat Aurora menatap wajah pria cool di hadapannya.
" aku tidak kenal dia, aku ingin menghancurkan seseorang bukan dua orang, aku 18 tahun, bisa lepaskan aku sekarang "
__ADS_1
" benarkah, kalau aku lihat usia mu sama dengan gadis yang tidur di sofa itu "
Aurora mendadak berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Orlando namun gagal.
Orlando masih tersenyum manis melihat kelucuan diwajah Aurora, dengan wajah cemberut dan bibir kecil maju kedepan membuat Orlando mendadak tertawa lepas.
" kau sudah berjanji tadi, lepaskan aku dan biarkan aku pergi "
" tidak .. kau masih mencurigakan bagiku "
" maksudmu "
Aurora penasaran dengan kata yang diucapkan oleh Orlando.
" kecurigaan yang pertama kau menolong aku, kecurigaan yang kedua kau berlari minta tolong kepadaku untuk membawa dirimu ke indonesia ditengah keramaian anak buah Alexander, kecurigaan yang ketiga saat kau pingsan sepupuku panik dan khawatir "
Aurora masih terdiam dengan menundukkan kepalanya. Daniel mulai geram dengan tingkah lalu Orlando. ingin rasanya maju untuk menghentikan Orlando tapi diurungkan nya .
{ " My Queen apa yang akan kau lakukan sekarang " }
Daniel bergumam dalam hatinya.
Saat ini yang dipikirkan Daniel membiarkan Aurora bertindak sendiri, karena Aurora telah memutuskan tidak mengenal Daniel saat ini. Gracia yang tertidur akhirnya terbangun, saat dirinya terbangun langsung dikejutkan melihat kakak sepupunya memangku seorang gadis yang usianya sama dengannya.
" situasi apa ini ? "
Gracia berjalan kearah Orlando dan Aurora, kedua gadis itu saling tatap dan sama-sama tersenyum.
" maaf .. soal yang tadi, bisakah mau katakan kepada kakak ku untuk tidak menghukum diriku "
" bisakah kau juga bilang kepada kakak mu untuk melepaskan diriku "
keduanya masih menatap terkadang melirik kearah Daniel dan Orlando.
kedua pria yang di tatap tidak menyadari akan hal tersebut. Aurora dan Gracia sama-sama menghela nafas panjang. Khira dan Kevin duduk di depan Orlando. Riki dan Daniel masih berdiri dekat tempat duduk Orlando. sementara Gracia duduk di samping Orlando dan menatap Aurora.
.
.
.
Like ... like ... jangan pernah bosan membacanya. Thor tunggu komentar nya. Jangan lupa di Favorit.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1