
Khira dan My Queen tanpa sadar menatap satu sama lain. Disamping itu juga Red Joker yang tidak jauh dari My Queen ikut menatap Khira.
Khira menatap dengan tatapan tajam dan penuh keseriusan di wajahnya. Sedangkan My Queen dan Red Joker menatap dengan senyuman iblis yang mengerikan bagi mereka yang belum pernah melihatnya.
" kali ini mereka semua serius, kabari Orlando, Riki dan Daniel secepatnya, dan cari tau dimana Gracia berada saat ini "
kata Khira dengan pelan kepada Kevin. Tanpa disadari Ten melihat dari jauh sambil mengukir sebuah senyuman yang miring.
Ten dengan cepat menyampaikan apa yang dibicarakan Khira kepada Kevin.
" kali ini mereka semua serius , kabarin Orlando, Riki dan Daniel secepatnya, dan cari tau dimana Gracia berada saat ini, itu yang diucapkan Khira "
" aku tau "
jawab My Queen yang membuat kelima tangan kanan nya terkejut.
☆☆☆☆☆
" sayang ... kau kenapa? apa kau sakit ? jika iya, istirahatlah sebentar, biar para tamu aku yang akan temui satu persatu, acara akan dimulai jam 20:00. "
kata Isabella kepada suaminya Johan. saat dari tadi Isabella melihat suaminya terus memegang kepala nya dan sedikit tampak pucat.
" aku istirahat dulu ya sayang, sebelum jam 20:00 aku akan kembali. "
Johan berkata sambil memeluk istrinya. Dengan cepat Johan kembali ke kamar VVIP, seorang wanita seksi melihat dan menyusul dari belakang.
Black Joker memberitahu kepada My Queen dengan cepat.
" My Queen target sudah dikunci, siap menerima perintah lagi "
My Queen menarik nafas panjang dan meletakkan gelas kosong yang sedari tadi dirinya pegang.
" temui J dan ambil obat dari dia, setelah itu masukin kedalam botol anggur, rekam semua yang terjadi didalam kamar mereka. "
" baik My Queen "
" tinggal dirimu AS , waspadalah terhadap Orlando. dia lawan yang tangguh, aku yakin dia setara dengan Red Joker "
" baik My Queen "
jawab AS pelan karena takut diketahui oleh Orlando dan Riki.
" dari tadi aku tidak melihat Richi, dimana dia berada? "
" apa kau yakin Richi ada disini ? "
tanya Daniel dengan gaya ingin tau nya.
Orlando terus melihat My Queen yang sedang berdiri di dekat jendela kaca.
" My Queen .... ketemu kau "
Cetus Orlando dengan senang hati. Saat Orlando mau berjalan, dirinya terkejut melihat Gracia menyapa My Queen.
Orlando terus menatap intens kearah My Queen dan Gracia yang sedang tersenyum, kedua gadis itu tampak sangat akrab. Orlando terus menatap dengan tajam, tanpa disadari Ten berjalan disamping nya, dengan tersenyum miring mata Ten melirik kearah Orlando dan kearah Daniel, maupun Riki.
__ADS_1
Daniel dan Riki yang menyadari kehadiran Ten, dibuat terkejut bukan main. Riki ingin berjalan kearah Ten, tetapi langkah kakinya terhenti gara-gara Daniel menarik tangannya.
Daniel hanya menggelengkan kepalanya tanda agar Riki berhenti.
Riki mengepalkan kedua tangannya sambil menatap Ten. Tetapi hal itu hanya membuat Ten kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" kau ... mengapa menghentikan ku,"
" aku sudah pernah bilang kan kepadamu, jangan gegabah "
" tapi ... dia .. sudah didepan mata, sangat mudah menangkapnya "
Daniel menarik nafas dengan kasar, lalu melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Riki.
" Riki, dengar ya .. kita tidak bisa membuat keributan disini, bisa-bisa para tamu panik, apalagi kita hanya melihat satu tangan kanannya My Queen, kita bisa mati ditempat "
" apa kau takut menangkap nya? "
Daniel mengusap wajah tampan nya dengan kasar.
" aku sudah bilang itu baru satu, kita tidak tau empat lagi berada dimana, paham kan maksudku, dan satu lagi aku bukan nya takut, tapi aku belum siap mati "
kata Daniel penuh penekanan disetiap ucapannya. Mendengar hal itu membuat Riki diam sejenak. Daniel tau sahabat nya itu merasa kesal saat ini, tapi semua yang Daniel lakukan adalah atas perintah dari My Queen.
My Queen mendadak hilang dari pandangan Orlando, J memberikan sebuah obat dalam botol kecil kepada Black Joker, Ten memantau Khira dan Kevin yang masih berdiri dari tempat semula keduanya datang, Red Joker masih memantau Antoni dan Excel.
Sedangkan Daniel terus bersama dengan sepupu dan sahabatnya. Red Joker menyamar menjadi seorang pelayan dan memberikan sebotol anggur yang sudah dimasuki obat yang diberi J tadi. Dengan profesional nya Red Joker mengetuk kamar VVIP yang didalam kamar ada Johan dan Monica.
Johan yang mengenakan handuk dibawah pinggang, yang memperlihatkan separuh tubuh terbukanya, sedangkan Monica hany memakai lingerie transparan.
perintah Johan kepada pelayan yang menyamar tersebut.
Red Joker berjalan dengan mendorong meja yang berisikan berbagai menu makan malam, dan dua botol anggur yang harganya sangat fantastik.
" berapa lama kita disini sayang "
" kita akan bermain satu jam disini, apa kau puas "
" satu jam ... "
" kenapa kau sampai kaget begitu ? "
" kau mau membuatku tidak bisa bergerak "
" ha ... ha ... ha .. bukankah kau yang mau sayang, mencari pria yang bisa membuat kau tidak berdaya di tempat tidur "
Red Joker memasang beberapa CCTV mini disetiap ruangan kamar tempat Johan dan Monica berada, tidak lupa Red Joker memastikan agar CCTV itu aman tanpa diketahui oleh siapa pun.
Red Joker tersenyum licik mendengar pembicaraan Johan dan Monica.
" dasar wanita murahan, bermain saja sesuka hati mu "
batin Red Joker bergumam.
" pelayan .. berikan aku segelas anggur penuh, sayang kau mau juga kan "
__ADS_1
kata Monica yang duduk di tengah ranjang, Johan pun menghampiri Monica dan duduk disamping wanita itu.
" kita habiskan satu botol anggur ini, baru aku akan memuaskan mu "
kata Johan sambil mencium pipi Monica.
Red Joker memberikan dua gelas yang berisi anggur kepada Monica dan Johan.
Setelah menerima gelas tersebut, Johan menggerakkan tangannya tanda menyuruh Red Joker pergi.
" sayang, aku kunci pintu dulu, agar tidak ada yang mengganggu permainan satu jam kita "
" silakan Johan sayang "
Johan mengunci pintu kamar VVIP nya.
Dan keduanya mulai menghabiskan sebotol anggur yang diberi obat oleh Red Joker.
☆☆☆☆
My Queen mulai berjalan kearah kamar yang tidak jauh dari kamar Johan dan Monica berada. Disaat itu My Queen bertemu dengan Isabella, pertemuan itu membuat Isabella terkejut.
Sedangkan My Queen hanya memandang dengan santai dan tersenyum manis didepan Isabella.
" My .. My .. My Queen, kau .. masih hidup, bagaimana bisa ? "
My Queen masih saja tersenyum melihat keterkejutan Isabella.
Melihat My Queen yang masih tersenyum membuat Isabella ketakutan dan berjalan mundur tiga langkah.
" My Queen ... tidak .. tidak mungkin, bukankah kau ... "
" Isabella .... Isabella ... "
nama Isabella terdengar merdu di panggil My Queen.
Mendengar namanya disebut membuat Isabella terduduk kaku tidak bergerak sedikitpun. My Queen berjalan kearah Isabella dan memandang wajah takut wanita paruh baya itu.
.
.
.
.
.
Hai ... hai ... tidak lupa Author ingatkan untuk Like dan jadi favorit, biar tidak ketinggalan.
.
.
.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝