
" 😭😭 keluarkan Rora, kakak tolong .. kakak .. keluarkan Rora 😭😭 "
terdengar suara tangisan kecil dari dalam gudang kosong. Tangis tersebut semakin lama semakin histeris tatkala ruang yang digunakan sangatlah gelap gulita.
terdengar suara langka kaki kecil menuju gudang bawah tanah.
" kak, mau kemana kita "
" ssshh "
salah satu dari anak laki-laki yang berusia 10 tahun mengacungkan jari telunjuk kearah bibirnya.
" ikuti saja "
" kak .. apa yang kau cari di gudang bawah tanah ini "
" aku bilang ikut saja. bawel .. "
cetus Khira kecil kepada saudara kembarnya Kevin kecil.
Tangis yang terdengar samar-samar lama kelamaan menjadi semakin kuat terdengar, Khira dan Kevin terkejut mendengarnya. dengan langka yang kecil kedua saudara kembar mencari sumber suara tangisan tersebut. Tangisan yang semakin lama semakin sesenggukan membuat Khira merasa tidak asing.
" Rora .. Rora .. malaikat kecil kau kah itu "
terdengar suara pukulan kecil dari balik pintu gudang yang sudah lama kosong. Khira dan Kevin berjalan pelan-pelan kearah pintu gudang bawah tanah.
" kak .. kak .. tolong .. Ro .. Ra .. "
suara anak perempuan berusia lima tahun terdengar dibalik pintu gudang dengan sangat lemah dan gemetar karena sudah lama terkurung didalam gudang.
Kevin dengan cepat nya mencari sesuatu yang bisa membuka pintu gudang yang terkunci tersebut. Khira merasa marah mendengar suara adik kesayangannya tampak lemah dan tidak bertenaga didalam. Tidak beberapa lama kevin menemukan sebuah alat yang bisa membuka pintu gudang itu.
Khira langsung mengambil alat yang ada di tangan Kevin dan dengan cepat membuka pintu gudang. Dengan keahlian yang dia pelajaran sendiri akhirnya pintu gudang dapat dibuka, saat membuka pintu gudang Khira lebih terkejut lagi melihat adik kesayangannya jatuh tak berdaya. Kevin langsung menggendong Adik kecilnya di pundak nya.
Khira memegang dari belakang agar Adik bungsunya tidak jatuh saat di gendong oleh Kevin. Kedua anak saudara kembar yang masih berusia sepuluh tahun itu berjalan pelan-pelan keluar dari gudang bawah tanah, setelah sampai dua orang anak laki-laki yang berusia limabelas tahun dan tiga belas tahun berdiri tak jauh dari arah pintu masuk gudang bawah tanah.
" apa yang kalian lakukan pada Rora "
teriak anak laki-laki yang paling tua.
" apa maksudmu kak Antoni, seharusnya aku yang bertanya siapa yang mengurung Rora di gudang bawah tanah ? "
teriak Khira kembali yang membuat anak perempuan yang digendong Kevin terbangun dari pingsan nya.
" kakak .. "
" Rora .. ini kak Antoni, ayo ikut kakak"
__ADS_1
sambil mengambil Aurora dari gendongan Kevin, sementara anak laki-laki kedua yang tua berjalan mendekati Antoni kecil yang saat ini berusia limabelas tahun.
" Rora .. ini kak Excel , ayo pegang tangan kakak "
Aurora hanya menurut saja dan mengikuti kedua kakak pertama dan keduanya.
Kakak ketiga dan kakak ke empat nya hanya diam saja. Tiba-tiba terdengar ucapan yang mengejutkan antara kakak adik keluarga Alexander ini.
" Rora, mulai sekarang jangan pernah dekat-dekat dengan Khira dan Kevin, karena mereka berdua punya niat jahat kepadamu, contohnya hari ini, orang yang mengurung mu adalah mereka berdua "
Aurora yang mendengar ucapan dari kakak pertama nya reflek mendekat kearah Khira dan memukul badan Khira dengan tangan kecilnya.
" kakak jahat ...😭😭 kakak jahat ...😭😭 kakak tidak sayang Rora lagi 😭😭 kakak mau Rora mati 😭😭"
Tangis Aurora kecil pecah sampai seisi rumah, Khira terdiam ketakutan dan gemetar saat adek kesayangannya berteriak histeris menuduhnya dengan jahat.
Sesaat keringat dingin keluar dari tubuh pria dewasa yang masih tertidur pulas di alam bawah sadar, tubuhnya yang gemetar kuat membuat pria yang satunya terbangun saat mendengar teriak kuat.
" tidak ..... "
" kau mimpi lagi "
Khira yang terbangun dari mimpi buruk nya terduduk lemas tak berdaya diatas tempat tidur, sementara saudara kembarnya yang tidur di sofa pun terjaga dibuat nya.
" kau .. masih merindukannya "
Ruangan yang sangat dingin tidak membuat keringat yang mengucur di tubuh pria blasteran asia itu mengering. Khira mencari sesuatu di laci meja kecil samping tempat tidurnya. sementara saudara kembarnya hanya mengamati apa yang dicari oleh saudaranya itu.
Tidak butuh waktu lama Khira menemukan sebotol obat, tanpa berpikir panjang dibukanya tutup botol obat Khira langsung mengambil dua kapsul untuk diminum oleh nya. Kevin yang melihat dengan cepat berdiri dan berlari untuk merampas obat yang akan di minum oleh Khira.
" kau gila , obat ini bisa membuat mu ketergantungan, sudah berapa lama kau minum obat ini "
bentak Kevin dengan perasaan kesal dan penuh emosi, karena emosi yang sudah mencapai puncak Kevin membanting obat yang dirampas oleh nya tadi. Obat yang dilempar berhamburan di lantai.
Kevin mengambil Handphone nya dan menghubungi seseorang. tidak butuh waktu lama panggilan terjawab.
" ada apa bos "
" kemari bawa alat medis ku "
" siap bos "
beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
' Tok .. tok ..tok "
" masuk "
__ADS_1
Pintu kamar dibuka secara perlahan-lahan sebuah langkah kaki pelan masuk kedalam kamar tersebut. Belum sempat berkata seorang wanita yang menggunakan baju tidur bergambar anime itu terkejut melihat lantai yang penuh dengan obat-obatan yang berserakan.
Sebelum wanita berusia duapuluh lima tahun tersebut masuk kamar Kevin menggeledah setiap laci yang ada di kamar Khira, saat dicari Kevin menemukan beberapa botol obat penenang dan tanpa basa basi lagi langsung melempar semuanya ke lantai, sementara Khira hanya terduduk di tempat tidurnya dengan tampang yang berantakan.
" masuklah, abaikan saja apa yang ada di lantai "
" ba .. baik bos "
Natalia nama gadis yang masuk kedalam kamar Khira yang disuruh oleh Kevin untuk membawa alat medis, Natalia berjalan perlahan-lahan agar tidak menginjak obat yang bertaburan.
" ini bos "
Sambil menyerahkan alat medis nya kepada Kevin. Natalia tinggal di kediaman Khira dan Kevin sudah sepuluh tahun yang lalu, Kedua saudara kembar itu tidak sengaja bertemu dengan Natalia disebuah panti asuhan yang habis terbakar. Saat itu kondisinya sangat memperihatinkan.
Kevin sibuk mengecek keadaan Khira, memberi Khira suntikan agar kondisinya stabil, karena bagi Kevin setiap kali saudara kembarnya mimpi tentang masa lalu nya selalu drop. Sementara Natalia membersihkan lantai yang dipenuhi dengan obat-obatan yang berserakan.
Saat Natalia membersihkan lantai matanya tak pernah lepas dari Kevin, tanpa disadari Natalia, Khira tersenyum miring melihat tatapan Natalia kepada adik kembarnya.
" sepertinya aku akan cepat punya adik ipar "
bisik Khira pelan kepada Kevin yang masih sibuk memeriksa Khira.
Kevin pun menjawab tanpa pikir panjang lagi,
" adik ipar kepala mu , aku masih marah tau, sekali lagi kau menggunakan obat itu aku tidak akan segan-segan menyuntik mati dirimu "
Khira tertawa terbahak-bahak yang membuat seisi kamar menggema.
Natalia yang mendengar tertawa Khira mendadak terkejut dan terdiam karena tertawa Khira seperti tidak biasanya.
" bersihkan lantai itu, anggap saja dia tidak ada, aku mau ke lantai dasar dulu "
" baik bos "
Lantai dasar adalah tempat praktek Kevin dan Natalia adalah asistennya, sementara lantai dua dan tiga adalah tempat tinggal ketiganya.
Kediaman yang besar nya nomor tiga dari kediaman Orlando Alfaro dan Riki Marco ini tampak nyaman dan sedikit misterius karena tidak ada pembantu atau penjaga sama sekali yang tinggal. Pembantu hanya bertugas membersihkan rumah setelah itu pulang.
.
.
.
Enggak bosan kan baca novel akunya, sedikit telat up karena lagi tanggal muda jadi sibuk bekerja.
👍❤ jangan lupa ya di like dan favorit.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝