
Beberapa hari kemudian, setelah melewati kejadian waktu itu, Ditempat Orlando. Suasana kembali seperti semula seperti tidak pernah ada kejadian pada hari itu.
Di ruangan khusus presiden Direktor perusahaan Digital Grup yang terletak di gedung paling atas dimana Orlando sedang disibukkan dengan banyak sekali pekerjaan yang tertunda, dimana banyak berkas-berkas yang butuh persetujuan dan tanda tangan dirinya. Disisi kanan nya selalu ada Riki sahabatnya dan disisi sebelah kirinya ada Daniel sepupu sekaligus sahabat Orlando.
Melihat Orlando yang sedang fokus pada kerjaan membuat dua sahabat Orlando tersenyum lebar sambil melirik satu sama yang lain.
" Orl .. apa kau menyukai Aura? "
Tanya Riki penasaran karena semenjak Orlando bertemu Aurora ada sedikit perubahan pada diri sahabat nya itu.
Tetapi Orlando yang tanya masih saja terus fokus pada kerjaan yang ada di meja kerja nya.
Diruangan tersebut ada tiga meja yang disusun seperti membentuk segitiga hanya saja diberi jarang 1,5 meter, agar bisa fokus bekerja. Dimana meja Riki dan Daniel berhadapan sehingga membuat mereka dapat dengan muda mengganggu Orlando jika pekerjaan mereka selesai.
Daniel berjalan kearah Orlando yang masih sibuk melihat berbagai macam file, Daniel terus menatap pria yang masih saja tidak menghiraukan dirinya dan Riki.Daniel yang sudah ada di meja depan Orlando berkata.
" Orl .. cari tau dulu siapa Aura, setelah itu pikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan pada gadis itu, satu hal yang pasti Aura sangat berbahaya dia seperti bukan gadis biasa, bukti nya jadi dirinya sangat terlindungi "
mendengar sepupu nya berkata membuat Orlando berhenti bekerja dan menatap Daniel dengan tatapan membunuh.
Daniel tersenyum miring melihat ekspresi wajah serius dan tatapan membunuh Orlando.
" Daniel, apa yang kau tau tentang Aura, sampai-sampai kau berkata bahwa gadis itu sangat berbahaya "
jawab Daniel santai dengan menaikkan kedua bahunya.
" tidak ada yang aku tau Riki, aku hanya menebak saja, bukti nya sudah berapa lama gadis itu bersama kita dan sudah berapa kali kekacauan datang menghampiri kita,terlebih lagi munculnya My Queen disetiap misi yang kita hadapi "
" Richi ... temukan Richi , tangkap Richi itu inti dari semua nya "
cetus Orlando tanpa melihat kedua orang yang berdiri di samping nya.
Riki dan Daniel saling menatap satu sama lainnya, setelah itu menatap Orlando bersamaan sementara Orlando kembali bekerja.
" mencari Richi ... ? dan menangkapnya, kau tidak salah, Seharusnya kau tau Richi adalah orang seperti apa "
Cetus Daniel dengan penuh penekan di kata mencari dan menangkap.
" Orlando ... hanya kau yang bisa menangkap dan mencarinya, karena dia dibawa level mu sedikit "
terang Riki yang membuat Orlando kembali menatapnya.
" tapi bukankah kalian yang penasaran tentang Aura ? "
" kau juga penasaran kan sebenarnya, tetapi kau hanya naif untuk mengakuinya "
Orlando lagi dan lagi mengabaikan Riki jika menyangkut tentang Aurora.
__ADS_1
Orlando pun masih bingung dengan hati dan perasaannya. Ingin sekali dirinya mengabaikan Aurora tetapi setiap gadis manis itu berbahaya atau bertingkah lucu dan imut membuat dirinya tanpa sadar menghampiri, melindungi dan memandangnya secara diam-diam.
Daniel duduk diatas meja kerja Orlando dengan menyilangkan kaki.
Sementara Riki masih berdiri di meja kerja Orlando sambil memainkan pulpen disela-sela jari tangan nya.
" tidak ada masalah kan dalam pekerjaan selama aku tidak ada "
" tentu saja tidak "
" iya tentu tidak , karena ada kalian berdua yang bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan mengontrol seluruh karyawan selama aku tidak ada di perusahaan ini "
" enak sekali jadi pemimpin bisa masuk sesuka hati "
Cetus Riki dengan suara menyindir.
Melihat tingkah laku Riki dan Daniel yang berbicara seakan-akan Daniel menjadi Orlando sedangkan Riki menjadi dirinya sendiri membuat Orlando menatap tajam kearah keduanya.
tanpa mereka berdua sadari.
Apalagi saat Daniel memperagakan sosok Orlando yang suka enak sendiri dan keras kepala dengan bahagianya.
" apa kalian berdua tidak ada pekerjaan? "
Terdengar suara yang sangat berat dihadapan mereka, membuat Riki dan Daniel terkejut.
☆☆☆☆☆
Kembali ke negara dimana Aurora di besarkan. Saat ini Antoni sibuk dengan proyek baru nya yaitu pembuatan taman hiburan dimana taman itu adalah impian Aurora sebelum kejadian yang menimpa Aurora semasa kecil. Aurora sangat pandai dalam melukis sebelum hilang ingatan, setelah hilang ingatan Aurora hanya menghabiskan waktu bermain didalam kediaman yang sangat besar dan mewah.
" Bagaimana ? apa semua bahan cukup"
tanya Antoni kepada para karyawan yang sedang membangun taman hiburan dimana proyek tersebut dipimpin oleh dirinya sendiri dengan bantuan lukisan sang adik yang disembunyikan diam-diam oleh Antoni sendiri.
" sejauh ini cukup pak, jika ada yang kurang salah satu dari kami akan langsung melapor dengan bapak "
" hmm .. "
jawab Antoni singkat dan berjalan mengecek para pekerja yang lain.
Setelah beberapa menit mengecek Antoni duduk di kursi kayu dibawah pohon sakura dimana disetiap sisi kiri kanan pohon ada tanaman bunga Higanbana sambil memejamkan matanya. Tanpa di sadari oleh Antoni adiknya Excel datang bersama Angel, dimana Excel menatap putra tertua keluarga Alexander dengan tatapan sayu.
Sedangkan Angel terkejut melihat Bunga Higanbana, Angel tanpa sadar berbicara pelan yang membuat Excel menatapnya.
" bunga ini ... "
" jangan berisik "
__ADS_1
kata Excel pelan kepada Angel, yang membuat wanita itu menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.
Angel pun diam-diam menatap kagum pada Excel yang saat ini memandang tuan muda pertama keluarga Alexander.
" maha karya yang sangat indah, sayang hanya bisa dilihat dari jauh, untuk memilikinya sangat tidak mungkin, apalagi dengan status ku yang sekarang"
Angel berkata dalam hati dengan tatapan yang penuh harap. Angel langsung tersadar dengan lamunan nya dan menampar pelan kedua pipinya sambil berkata pada dirinya sendiri.
" jangan berharap terlalu tinggi, ingat kau hanya wanita biasa tidak sebanding dengan keluarga Alexander "
Excel melihat tingkah laku Angel hanya tertawa pelan, walaupun apa yang dikatakan oleh Angel tidak kedengaran olehnya. Tanpa disadari Antoni bangun dari istirahat yang hanya sebentar tadi.
" apa yang kalian berdua lakukan disini"
" tuan "
" lihat kak, kau membuat Angel takut dan menjauh "
mendengar suara bariton Antoni membuat Angel terkejut dan mundur beberapa langkah sehingga hampir saja jatuh jika pijakan kakinya tidak kuat.
Antoni hanya cuek dan memandangi langit yang sangat cerah.
" kau membuat taman hiburan ini hanya untuk rasa bersalah mu pada Rora atau untuk membuat Rora kembali "
" kedua-duanya "
" kak .. jujurlah padaku, apa yang membuat Rora pergi dari rumah "
Antoni dengan cepat menatap tajam kearah Excel yang membuat Excel ikut menatap kearah Antoni. Angel yang melihat kedua kakak beradik itu saling tatap menjadi semakin takut.
Antoni mulai melirik kearah Angel yang membuat Excel dengan cepat langsung berdiri dan memegang tangan Angel, setelah itu menarik kebelakang punggung Excel agar lepas dari tatapan Antoni. Excel mulai penuh dengan tanda tanya tentang tatapan Antoni pada dirinya dan juga pada Angel.
.
.
.
.
Hai .. hai .. Author hadir lagi, Mau cepat Update tetapi tidak bisa. jadi maaf ya bagi pembaca yang setia kepada novel ini.
.
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1