
Orlando pun masuk kedalam mobil yang di bawa oleh Grace tadi. Saat Orlando masuk dirinya melihat bunga Higanbana yang berada dalam kaca kristal. Di depan kaca kristal tersebut terukir nama My Queen.
" Higanbana melambangkan kematian, siapa lagi target mu kali ini My Queen "
Orlando meletakkan hadiah yang diberikan oleh My Queen kepadanya. Baru saja hendak melajukan mobil nya tiba-tiba Orlando teringat akan satu hal.
Orlando keluar dari mobil dan berlari kearah butik, sementara Riki telah melaju pesat menuju mansion pribadinya untuk bersiap-siap.
" ada yang bisa saya bantu tuan "
kata pemilik butik itu yang saat ini masih duduk di kursi resepsionis.
" apa kau melihat kedua gadis ini "
jawab Orlando sambil menunjukkan foto Aurora dan Grace yang ada di handphone milik nya.
Sang pemilik hanya menggeleng pelan tanda tidak tau. Orlando hanya menatap tajam kearah sang pemilik butik tetapi pemilik butik hanya menundukkan kepala.
Orlando tersenyum miring melihat tingkah sang pemilik, tanpa basa basi lagi Orlando berlalu pergi.
Sang pemilik butik tanpa lega dan terduduk dibawa lantai sambil menarik nafas panjang.
" nona ... situasi apalagi yang kau berikan kepada wanita tua ini, jujur saja aku bisa mati di tempat kalau hal ini terjadi lagi "
sambil memegang kepala nya.
Orlando masuk kedalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi. Orlando semakin yakin kalau My Queen dan Richi terlibat dengan semua yang terjadi hari ini.
☆☆☆☆☆
Di Gedung Hotel milik keluarga Alfaro banyak tamu dari kalangan atas hadir di pesta pernikahan Johan Alfaro dan Isabella.
Dari kejauhan duduk seorang wanita berparas cantik nan seksi.
Dibalut gaun merah panjang tanpa lengan yang dimana belahan nya sampai diatas lutut dengan sepatu high heels yang berdiameter 20 cm dengan ikatan tali sampai ke lutut. Ditangan kanan nya memegang segelas wine putih, dengan anggun wanita itu duduk di sofa sambil menikmati wine.
Dari kejauhan sepasang mata melihat dengan tajam, gerak gerik wanita seksi tersebut.
Johan dan Isabella menyambut para tamu yang datang dengan ramah.
" Dimana Daniel dan Gracia ? "
tanya Johan dengan berbisik kepada Isabella.
" sabar sayang ... anak-anak mungkin berada di kamar mereka "
Jawab Isabella dengan lembut sambil tersenyum manis.
Sementara dikamar hotel VVIP milik Orlando. Dimana Riki dan Orlando sedang siap-siap, tidak beberapa lama terdengar suara pintu terbuka.
" maaf aku terlambat "
terdengar suara yang tidak asing dari telinga kedua pria tampan itu.
" ingat pulang kau, aku kira kau sudah lenyap ditelan kegelapan "
" tenang saja, belum ada yang berani bertaruh untuk mengambil nyawa ku, bagaimana dengan tuxedo yang aku pakai ? apakah bagus "
tanya Daniel dengan santai nya,
" pakaian mu sangat mirip dengan seseorang, hanya saja warna nya berbeda "
terang Riki sambil berdiri dan mengelilingi Daniel.
" kau tau kan warna yang aku suka, yaitu biru "
jawab Daniel singkat dengan senyuman lebar.
" dimana Gracia dan Aura ? "
__ADS_1
tanya Orlando tanpa melihat kearah Daniel.
" kedua gadis nakal itu, ada dikamar VVIP sebelah "
" dimana kau menemukan nya ? "
" come on Orlando, berhentilah bertanya hal-hal yang tidak penting. lagi pula saat aku menemukan Gracia dan Aura sedang ada di cafe favorit nya Gracia, setidaknya saat ini keduanya baik-baik saja "
terang Daniel dengan santai agar sepupu dan sahabat nya percaya apa yang telah dirinya katakan.
Sementara dikamar sebelah My Queen sedang duduk santai di sudut tempat tidur berukuran besar sambil memegang bunga Higanbana.
" bunga apa itu My Queen ? "
tanya Gracia sambil berjalan dan duduk di samping My Queen.
" ini .... kematian .. "
" kematian ... apa maksud nya ? "
" tidak ada maksud apa-apa, hanya kematian saja "
" kematian ... My Queen ayo kita turun "
" aku akan turun nanti "
" baiklah .... apa mereka .. ? "
belum juga Gracia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba di potong oleh My Queen dengan cepat.
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja dan mereka berdua akan menjaga aku, jadi turunlah dan nikmati pestanya "
sebuah senyuman terukir manis di bibir My Queen, hal itu membuat Black joker dan Red Joker terkejut melihat nya.
Gracia keluar dari pintu kamar, disaat bersamaan Orlando dan Riki juga keluar, ketiganya saling menoleh, Tidak lama Daniel juga keluar dari kamar Orlando.
" dimana Aura ? "
" separah apa Grace ? "
" kakak sepupu ku yang tampan, bukan separah yang ada di pikiran kakak, itu hanya penyakit bulanan"
" aku harus melihat nya "
kata Orlando sambil menerobos masuk kedalam kamar Gracia.
Gracia panik saat Orlando masuk kedalam kamar miliknya. Saat Gracia hendak masuk tangan nya ditarik oleh Riki dan menyeretnya turun ke pesta dibawah.
Melihat wajah cemas Gracia membuat Daniel bergegas masuk kedalam kamar adik nya.
Betapa terkejutnya Daniel melihat Orlando berdiri tegap dihadapan Red Joker. Daniel bersikap biasa agar tidak di curigai oleh sepupunya itu. Sementara Black Joker hanya berdiri di depan jendela kaca dengan memegang segelas Wine putih.
" sialan ... kenapa mereka berdua berada di sini, dan dimana My Queen berada saat ini "
Riki berkata dalam hatinya sambil melirik disetiap ruangan untuk mengetahui keberadaan My Queen.
" Orl ... mereka ... "
" tangan kanan My Queen "
" Dimana Aura ? "
" aku tidak tau "
" usahakan jangan berkelahi "
" tergantung ... jika mereka mulai, mau tidak mau aku harus melawan "
Daniel menatap Red Joker dengan tajam. Disaat bersamaan My Queen turun lewat jendela lantai 20 kamar nya saat ini.
__ADS_1
Dengan menggunakan alat yang sudah disiapkan oleh Red Joker tadi. Sedangkan dibawah J menunggu dengan perasaan sedikit khawatir pasalnya J belum mengenal betul siapa My Queen dan kehebatannya.
My Queen masih terus turun dengan santai dan tenang.
Didalam gedung hotel lantai 5 pesta ulang tahun pernikahan diadakan sudah mulai ramai dengan tamu undangan.
Disana ada Antoni Alexander dan Excel Alexander yang sedang berdiri tidak jauh dari Johan dan Isabella.
" bukankah itu anak Alexander "
" seperti benar, itu mereka , sayang kau kesana dulu, nanti aku menyusul "
" baiklah sayang "
Jawab Isabella dengan pelan.
Isabella berjalan menuju Antoni dan Excel.
" kak ... apa kakak yakin Aurora disini "
" aku juga belum yakin kalau anak itu ada disini "
Jawab Antoni sambil menatap sekeliling ruangan tersebut.
Tidak beberapa lama Isabella datang menghampiri keduanya.
" Antoni ... Excel ... "
" iya tante .. ini kita .. "
Antoni dan Excel menyalami dan memeluk Isabella dengan bergantian.
" dimana si kembar dan tuan putri kecil "
Tanya Isabella penasaran, karena setau nya anak-anak Alexander selalu bersama.
" Khira dan Kevin mungkin berada di suatu tempat, kalau tuan putri seperti biasa dia tidak ikut, "
" padahal tante ingin sekali bertemu tuan putri "
Jawab Isabella sedikit kecewa. Antoni hanya tersenyum.
Sedangkan Excel hanya diam tanpa ekspresi.
Isabella berjalan pergi meninggalkan Antoni dan Excel. Dari kejauhan sepasang mata terus memantau keadaan.
" My Queen ... Raja Iblis dan malaikat sudah tiba "
" awasi terus dan satu lagi jangan sampai kehilangan wanita itu "
" baik My Queen "
My Queen berlahan-lahan turun dengan menampilkan sebuah senyuman yang sangat mematikan. Dibawah J masih menunggu dengan perasaan khawatir hingga seluruh tubuh nya menjadi panas dingin.
.
.
.
.
.
hai ... hai ....
Selamat membaca dan selalu menunggu update selanjutnya.
.
__ADS_1
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝