Noda Perkawinan

Noda Perkawinan
Satu Pria Dua Wanita


__ADS_3

Alan melongarkan dasi yang meililit pada lehernya, rasa gerah menjalar di sekujur tubuhnya. Pria dewasa itu merasakan sedikit perubahan pada tubuhnya. Sebuah rasa yang membangkitkan gelora jiwanya.


Karena merasa kepanasan, Alan mengambil botol mineral dalam kulkas. Dengan sekali tengak, ia menghabiskan semua isi di dalam botolnya. Namun, dinginnya air ternyata tidak mampu mendinginkan panas di jiwanya.


Alan kembali mengambil botol kedua. Rasanya panas di dadanya tak kunjung padam. Baru akan membuka tutup botol keduanya, mata Alan teralihkan akan pemandangan yang sangat mengoda imannya.


Wanita muda yang belum ia ketahui namanya, berjalan menuju ke arahnya. Dengan hanya memakai atasan kemeja milik Alan, stela berjalan mendekat. Kupu kupu malam itu kini mulai mengepakkan kedua sayapnya. Stella mulai beraksi dengan lihainya.


Hati Alan sedikit terpacu, detak jantungnya seakan memburu. Sajian di depannya saat ini benar benar menguji kesetiaan cintanya. Pria dewasa itu menelan air liurnya, Alan merasa tak sanggup membendung hasratnya.


Sedangkan Stella dengan percaya diri, berjalan melenggang bak seorang model terkenal. Langkah kakinya mengelayut manja, seakan sedang mengoda Alan yang telah memandangi kakinya yang jenjang.


Stella seakan tahu, pria di depannya saat ini sedang tergoda akan pesona yang sengaja ia tawarkan. Stella dengan sangat lihai memulai aksinya, ia memulai dengan mengigit bibir bawahanya, ditatapnya mata Alan dengan sangat menantang. Ia seperti siap untuk segera dimangsa oleh pria yang ada di depannya.


Alan sebagai pria normal, saat ini ubun ubunya sudah terasa terbakar. Rasanya Tak kuasa sudah menahan godaan yang di sajikan Stella.


Wanita muda itu benar-benar penggoda yang luar biasa. Bagaimana tidak, tangan wanita itu menarik sedikit ujung kemeja miliknya. Membuat siapa saja yang memandang pasti akan tergoda.


Tak terkecuali dengan Alan, mungkin bila ia tidak menenggak air susu yang mengandung obat. Alan masih bisa menolak godaan itu. Obat yang sengaja diberikan sang istri, membuat hasratnya memacu kencang.


Rasanya ada yang mau meletus dalam tubuhnya. Sekuat apapun Alan mencoba membendung hasratnya, ia tetap tidak bisa. Ditambah pemandangan yang tak biasa saat ini, membuat Alan ingin segera melepaskan semuanya.


Stella dapat menyaksikan wajah Alan kini nampak mengambarkan singa lapar. Ia seakan sudah hafal betul dengan wajah pria hidung belang yang selama ini di perlihatkan oleh semua pelangannya. Para hidung belang yang membuatnya muak, tapi selalu ia rindukan uangnya.

__ADS_1


Demi segebok uang, Stella menjual harga dirinya. Hanya untuk kemewahan semata, ia menukar tubuhnya dengan tumukkan rupiah. Tiada lagi harga diri yang tersisa, semua sudah ia jual tampa sisa.


Kali ini Stella akan mencoba jual beli dengan seorang pria, yang telah menyelamatkannya dari kejaran pria hidung belang. Ia akan membayar kebaikan orang itu dengan menawarkan seluruh tubuhnya.


Tangan Stella kini sudah suskes merayap di dada Alan yang bidang. Perlahan jari jarinya yang lentik menjelajahi tubuh Alan.


Sedangkan Alan, yang jelas terpengaruh oleh obat pemberian dari Sora. Ia nampak mematung, hatinya menolak segala sentuhan yang diberikan Stella. Namun, tubuhnya menerima dengan suka rela.


Tiada penolakan yang ia lakukan, pria itu justru menikmati tiap belaian manja sang wanita kupu-kupu malam.


Keluar semburat senyum licik dari bibir Stella, ia merasa telah berhasil menjerat pria yang sedang dibuainya. Kini tangannya mulai merambat kemana-mana.


Alan memejamkan kedua matanya, ia begitu menikmati tiap sentuhan yg di hadiahkan oleh wanita yang belum ia ketahui namanya.


Semakin lama, Stella tambah berani. Entah apa saja jurus yang ia keluarkan. Yang jelas, ia sudah berhasil membuat Alan terpikat.


Alan bermain dengan mainan barunya, tanpa ada rasa bersalah. Pria itu hanyut dalam api asmara yang membakar tubuhnya.


Stella semakin puas, tidak perlu banyak rayuan. Alan dengan suka rela membalas tiap belaiannya. Kini keduanya bergulat dalam aktifitas yang terlarang.


Obat itu, entah berapa dosis yang diberikan Sora. Yang jelas membuat Alan kehilangan kendalinya. Berkali kali ia menyerang Stella, Alan berulah seperti mahluk penghisap darah.


Suara lembut yang keluar dari bibir wanita muda itu, semakin membuat Alan kalang kabut dibuatnya. Pria dewasa itu semakin tidak bisa menguasai dirinya.

__ADS_1


Dengan mata hati yang saat ini tertutup kabut mendung, Alan mengangkat tubuh Stella. Ia membawa wanita muda itu masuk ke dalam kamarnya.


Kamar yang dimana ia habiskan setiap malam bersama Sora, istrinya.


Di dalam kamar yang keramat itu, Alan membaringkan tubuh Stella. Dengan perlahan Alan merebahkan tubuh wanita muda itu.


Sebuah tempat yang seharusnya hanyak milik Sora seorang. Namun, pagi ini sesuatu berjalan tidak sesuai mestinya. Rencana Sora yang gila membuat tempatnya kini dirampas orang lain.


Seorang wanita yang jauh lebih muda, yang mungkin akan melahirkan anak Alan kelak. Stella adalah wanita muda yang nakal, wanita malam yang mengejar uang dari para hidung belang.


Dengan sengaja, Sora menjerat suaminya sendiri. Secara suka rela ia membuat suaminya bisa tidur dengan wanita muda yang ia harapkan anak darinya.


Sora dengan ketidakwarasannya mungkin lupa, di bumi belahan manapun. Tidak ada seorang Ibu yang akan rela memberikan ananknya begitu saja.


Mungkin akan ada beberapa wanita gila lainnya. Dengan suka rela menukar anak demi sebuah harta. Atau mungkinkah Stella akan menjadi salah satu dari wanita gila tersebut?


Semuanya masih tanda tanya, hanya waktu yang akan menjawab. Bisahkah Alan membuat Stella hamil dengannya? atau mungkinkah selama ini yang mandul adalah Alan bukannya Sora? Masih banyak misteri yang mengelayut dalam rumah tangga Alan dan juga Sora. Apa lagi kini telah hadir ditengah tengah mereka, seorang wanita muda yang berprofesi sebagai wanita penghibur. Akankah kapal Alan dan Sora akan kandas dihempas orang ke tiga?


***


Hai para pembaca yang budiman, jangan lupa Pencet tombol Hati, Like, Komen, Vote dan Rate Bintang Lima. Ya..


Sembari menunggu cerita selanjutnya, mohon dukungan dari para pembaca sekalian. Dukungan kalian sangat bearti bagi author.

__ADS_1


Untuk pembaca cerita Sora, author berharap para pembaca dapat mengambil hikmah dari kejadian demi kejadian yang terjadi dalam kehidupan Sora. Semoga kedepannya akan bisa jadi acuan menjadi manusia yang lebih baik untuk kedepannya.


Terimakasih,


__ADS_2