Noda Perkawinan

Noda Perkawinan
Terlarang


__ADS_3

"Apa," Sora terkejut karena Ferry memintanya lagi. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bola matanya membulat seakan tidak yakin dengan permintaan dari Ferry.


"Kenapa Ra, mukanya kayak gitu?"


"Gak apa-apa kok, tapi aku gerah sekali Mas. Aku mandi dulu ya," Sora berdiri, ia menyambar selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Banyak stempel yang ditinggalkan oleh Ferry pada tubuhnya yang putih.


Sora melilitkan selimut pada tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Tidak ada angin tidak ada hujan, Ferry mengikutinya dari belakang. Membuat Sora langsung menatap pria tersebut.


"Mas mau kemana?" Sora heran, karena pria itu terus mengekori dirinya. Ia menatap penuh curiga pada Ferry.


"Aku juga mau mandi Ra!" deg, kata-kata Ferry lama-lama seperti kembang api kecil yang selalu meletupkan hati Sora.


Pikirannya jadi terbang jauh ke dalam ingatannya saat jadi pengantin baru bertahun-tahun yang lalu. Entah berapa kaki Alan selalu mengajak dirinya untuk mandi. Namun, itu dulu. Saat pernikahan mereka masih terasa hangat, sekarang sudah berbeda. Rasanya sedikit hambar, apa lagi setelah kemunculan Ferry dalam hidupnya. Membuat Sora mulai menyimpang dari pria yang sudah menjadi suaminya bertahun -tahun lamanya.


"Ayo," ajak Ferry karena Sora terlihat diam terpaku di bibir pintu kamar mandi. Pria tersebut menarik ujung selimut yang menutupi tubuh Sora.


Melihat pemandangan yang ada di depannya, Ferry menjadi tertegun. Tangan Ferry menghidupkan keran shower, dan kini keduanya sama-sama basah-basahan di bawah guyuran air dari shower. Keduanya membiarkan guyuran air yang deras mengalir, sejalan dengan hasrat keduanya yang mengalir begitu deras untuk malam ini.


Baik Sora maupun Ferry, sama-sama mendinginkan kepala mereka berdua yang panas akibat gelora cinta terlarang yang membara. Baik Sora maupun Ferry seakan menikmati, sebuah percikan cinta di balik air shower yang mengucur deras. Keduanya melakukan hal terlarang di dalam sana.


Ferry memeluk tubuh Sora, ia menengelamkan kepala Sora dalam dekapannya. "Terimakasih Ra, aku sungguh menyayangi dirimu," Pria tersebut kembali mengecup pucuk kepala Sora. Rasanya ia tidak ingin melepas Sora kembali kepada suaminya.


"Ra, ikutlah denganku," sebuah permintaan yang tulus keluar dari bibir sekaligus hati Ferry.


"Kita bahas nanti Mas, kita bersihkan tubuh kita dulu," jawab Sora. Ia seakan menghindar dari pembicaraan serius tentang dirinya dan suaminya. Untuk saat ini ia hanya ingin menikmati malam liarnya, tanpa harus ada hal-hal yang lainnya.


"Ya sudah, sini aku bantu gosok punggung mu!" Ferry menawari untuk membantu Sora membersihkan tubuhnya. Namun Sora menolak dengan sebuah candaan.


"Yakin, hanya bantu mengosoknya?" tanya Sora dengan nada yang mengoda.

__ADS_1


Ferry hanya tersenyum, menangapi gurauan dari wanita di depannya itu.


"Mas, kamu dulu sepertinya tidak seperti ini. Sekarang kelihatan aslimu ya.. Ternyata air yang tenang memang benar-benar menghanyutkan," sindir Sora.


"Iya Ra, ini semua karena kamu. Kamu sudah berhasil menghanyutkan diriku sampai ke dasar."


"Hihihihi.. " Sora kembali terkekeh.


Keduanya bahagia untuk sesaat, karena pada dasarnya tidak ada perselingkuhan yang indah. Ferry dan Sora saat ini telah menikmati kebahagiaan yang semu. Sebuah fatamorgana yang tidak akan pernah menjadi nyata.


Setelah selesai mandi, Ferry membantu Sora, ia membantu mengeringkan rambut Sora, ia hanya memakai kain handuk untuk mengeringkan nya. Sebab ia tidak memiliki sebuah hair Drayer di dalam rumahnya.


"Apa sebaiknya nanti kita beli hair Drayer Ra? sepertinya kita akan sering membutuhkannya?" tanya Ferry sembari masih terus mengeringkan rambut Sora dengan kain handuk.


"Wah, ide cemerlangmu patut di curigai Mas!" sahut Sora.


"Apa kita kawin lari saja Ra?" kembali lagi usul Ferry membuat dua bola mata Sora menajam.


"Aku cuma ingin kamu jadi istriku, satu-satunya Ra! Kalau begini, aku tidak suka."


"Mas Ferry kan dari awal sudah tahu, aku wanita yang sudah menikah!"


"Maka dari itu, tinggalkan Alan. Datanglah padaku,"


"Tidak semudah itu Mas,"


"Kamu masih mencintai pria itu?" ada gurat kekecewaan dalam paras tampan Ferry. Wajah yang semula berbinar-binar itu kini nampak sendu. Ia kalah jauh dari pria yang memiliki hak atas diri Sora, wanita yang ia cintai. Ferry seakan tersadar. Posisi dirinya yang sebenarnya, dia hanya sebatas selingkuhan.


Pria tampan itu harus rela menjadi yang kedua, ada gurat kesedihan kini yang ia rasakan. Ferry lalu melempar handuk yang semula ia gunakan untuk mengeringkan rambut Sora. Ia kembali memeluk Sora yang masih terduduk di bibir ranjang tempat tidurnya.

__ADS_1


"Ah, Sora.. Andai aku bisa memutar waktu. Akan aku nyatakan cintaku dulu. Bodohnya aku, hanya memendam nya sendiri."


Sora memegang tangan Ferry yang melingkar pada tubuhnya, ia mengusap lembut tangan pria tersebut. Sora sendiri galau, ia tidak tahu hal apa yang akan datang padanya nanti. Sora hanya berjalan mengikuti kemauan hatinya, tanpa pikir panjang ia mengikuti semua permainan hati ini.


"Maaf Mas, aku masih belum bisa memilih," ucap Sora.


Kedua pasangan gelap itu saling berpelukan, sama-sama galau memandang nasib hubungan mereka. Ada batu yang sangat besar yang menghalangi hubungan mereka berdua. Sebuah tembok terbentang, antara Sora dan Ferry.


Jika mereka memaksa menjalani hubungan ini, akan ada hati yang terluka. Sora tidak ingin menghianati suaminya. Namun pada kenyataannya, malam ini sebuah konspirasi hati sudah dimulai. Tubuhnya sudah menghianati Alan, jiwanya sudah berpaling.


Saat ini Sora sudah masuk dalam api yang ia sulut, sebuah penghianatan sudah ia torehkan bersama Ferry. Sora sudah hilang akal dan kendali hingga ia terjerumus dalam lembah perselingkuhan yang kejam.


Mungkin hatinya telah mati, mungkin juga rasa cintanya kepada Alan suaminya sedikit memudar. Hanya Sora yang tahu dan mengerti rahasia di balik hatinya.


Wanita itu memang sudah lama hilang akalnya, hanya karena Tak kunjung memiliki momongan. Membuat Sora mecari hiburan sekedar mencari pelarian untuk jiwanya yang merasa sangat kedepian. Namun cara yang Sora lakukan adalah salah.


Tidak seharusnya ia malah lari dalam pelukan laki laki lain. Ia sampai lupa bahwa ia telah menikah. Seharusnya ia tidak terkena oleh asmara yang Ferry tawarkan. Sora terlalu lengah, hingga ia menerima Ferry dalan hidupnya.


Karena itu hanya akan membuatnya dalam masalah untuk waktu yang akan datang. Hanya tinggal menunggu waktu, tengelamnya kapal pesiar milik Alan dan Sora.


Bersambung


***


Hai Para Pembaca dan Author kesayangan πŸ’


Terimakasih untuk dukungan kalian semua ya.. Jangan lupa Pencet tombol Like, Komen, Vote dan Rate Bintang Lima ya...


Dukungan kalian semua sangat berarti bagi author.. Terimakasih ❀

__ADS_1


πŸ’Salam hangat dariku πŸ’


__ADS_2