Noda Perkawinan

Noda Perkawinan
Kesalahan Sora & Ferry


__ADS_3

Drettt...drettt... Getaran smartphone milik Sora membuyarkan konsentrasinya kala itu. Panggilan masuk dari Alan membuatnya sedikit menjauh dari Ferry. Wanita tersebut berdiri sembari menyambar selimut untuk menutupi tubuh bagian atasnya. Baju zirah miliknya telah dilepas oleh Ferry. Kini ia menyingkir sebentar untuk menjawab pangilan suara dari sang suami.


"Hallo Mas," ucap Sora sembari menatap ke arah Ferry yang sedang memandang dirinya. "Kok belum pulang, lagi dimana?" pertanyaan Alan sontak membuat Sora kikuk. Ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Tidak mungkin dia bercerita pada suaminya kalau ia sedang berduaan dengan Ferry. Bisa-bisa ia langsung di seret pulang oleh suaminya.


"Lagi di rumah sakit Mas, temenku tadi masuk rumah sakit. Suaminya sedang ke luar kota, terpaksa aku yang nganterin dan mengurus segala macam administrasinya." Sora dengan lancar menceritakan kebohongannya.


"Sakit apa? terus pulang kapan?"


"Boleh aku temenin teman ku ya Mas, kasian gak ada yang jagain malam ini,'


"Lah, masak tidak ada sanak saudara sama sekali?" tanya Alan, seakan ia tidak yakin dengan cerita istrinya.


"Ada, tapi pada jauh Mas. Boleh ya.. Aku tidur di sini?" Sora melirik Ferry lewat ekor matanya. Ia ingin melihat reaksi pria tersebut.


"Kalau memang terpaksa, ya sudah. Padahal ada Ibu di rumah saat ini!"


"Maaf Mas, apa aku langsung pulang sekarang saja?" ucap Sora seakan-akan ia menyesal, meminta ijin tidur di luar rumah malam ini.


"Gak usah, kamu jaga teman kamu saja. Temenin teman kamu saja Ra," ucap Alan, ia tidak tahu. Kalau dirinya sedang memberi ijin pada istrinya, untuk menghabiskan malam panjang dengan pria lain.


"Ya sudah, sampaikan salam ku pada Ibu ya Mas,"


"Baiklah," dan sambungan telpon pun terputus.


Alan mendekati Ibunya yang sedang makan malam.


"Mana istrimu, kok belum pulang juga?" tanya ibu sembari masih melanjutkan makan malamnya.


"Lagi di rumah sakit Bu,"


"Sora sakit?"


"Bukan, dia sedang nunggu temannya malam ini,"


"Laki -laki apa perempuan?" tanya ibu penasaran.

__ADS_1


"Ya perempuan dong bu," jawab Alan sembari mencoba tersenyum pada Ibunya.


Di tempat berbeda, Sora yang sudah selesai menelepon suaminya datang menghampiri Ferry kembali. Pria tersebut belum mengenakan kemejanya kembali. Masih terlihat pemandangan yang memukau bagi para pencinta roti sobek. Dada bidang yang atlentis itu membuat darah Sora semakin berdesir.


Sora yang kembali diselimuti rasa khilaf, mengulurkan jari -jarinya yang lentik di dada Ferry yang bidang, dada yang di tumbuhi bulu bulu halus yang lembut. Membuat Sora geli namun asik bermain di atas sana.


Ferry yang mendapat sentuhan lembut dari wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun, menjadi terpancing. Hasratnya yang sekilas padam kini kembali memuncak. Ada sesuatu yang mengeras di dalam sana.


Hasrat yang datang menghampiri Ferry, membuat ia mematuk kembali bibir manis milik Sora. Aroma cherry masih tertinggal di sana. Cukup lama Ferry bermain main di dalam mulut wanita tersebut. Tidak lupa ia meninggalkan gigitan kecil pada lidah dan bibir Sora. Baginya ini adalah gerbang menuju surganya.


"Aku masukin ya Ra?" bisiknya lirih di telinga Sora. Wanita itu tidak mampu menjawab. Sora berkali-kali mengeliat kan tubuhnya. Segala sentuhan yang Ferry hujamkan pada tubuhnya, membuat Sora panas dingin. Rasanya ia begitu ingin, namun tak ingin. Wanita itu bimbang namun menikmati permainan yang ia mainkan berdua bersama Ferry.


Sebuah permainan yang penuh tantangan, bercinta dengan pria yang bukan suaminya. Jauh di dalam hatinya, Sora merutuki aksi gila nya. Namun, ia tidak bisa bohong. Sora sangat menikmati hubungannya dengan Ferry malam ini.


"Iya," ucap Sora. Ia merasa sedikit malu ketika mengucapkan nya dan malam yang panjang pun di mulai.


Dengan pelan, Ferry membaringkan Sora.


"Sabar ya, Aku belum pernah melakukannya Ra!" ucap Ferry dengan jujur.


"Aku serius Ra," kali ini Sora percaya, karena ia dapat menatap kejujuran di balik mata Ferry.


"Iya, aku percaya kok Mas. Ayo lanjut..."


Ferry pun melanjutkan aksinya kembali, dengan lembut ia menurunkan selimut yang menutupi badan Sora.


Sora terkekeh kegelian, "Aduh.. Bentar Mas geli," ia langsung tengkurap, menghindar tangan milik Ferry.


Melihat Sora yang membalik tubuhnya, semakin membuat adrenaline Ferry terpacu. Ia langsung memeluk punggung Sora. Dengan erat Ferry memeluk badan Sora, seakan tidak akan melepaskan nya. Sedangkan Sora semakin bergidik ngeri.


Ferry mencium leher dan telinga Sora. Membuat Sora semakin kelimpungan dibuatnya.


"Gelii.. Mas,"


"Hemm..."

__ADS_1


"Di luar, apa di dalam?"


"Di dalam saja, toh selama ini aku gak bisa punya anak!" tiba-tiba Sora menjadi sendu.


"Jangan bilang begitu, anak itu bukan kita yang menentukan!" kata Ferry dengan tegas.


"Iya Mas, tapi aku ingin sekali memilikinya," bulir bening keluar dari kedua mata Sora. Ia memang selalu sensitive bila berbicara mengenai momongan.


"Sudah, jangan nangis. Ayo .. Ayo kita bikin, tapi bila jadi. Tinggalin Alan ya..!" pinta Ferry.


"Ehm.. " Sora tak bisa menjawab permintaan Ferry.


Ferry sedang mengunjungi tempat yang paling asik untuk di kunjungi setiap kamis malam jum'at. Sunguh pengalaman yang mengesankan bagi Ferry, mungkin ia tidak akan bisa melupakan rasanya.


Setelah bermandikan keringat, Ferry mengecup kening Sora berkali-kali.


"Makasih Ra," entah sudah berapa kecupan yang menghujani paras ayu Sora.


Sora yang merasa lemas setelah melayani pria perkasa tersebut, hanya mengerjapkan kedua matanya. Ia terlihat lelah setelah bertempur. Ada kepuasan asing yang merasuk tubuhnya. Sebuah kepuasan yang ia dapat dari tindakan gilanya.


Sedangkan Ferry, setelah selesai bertempur. Ia merebahkan kepalanya di atas perut Sora. Ferry merasa bahagia bisa mencicipi wanita yang ia cintai dalam diam, selama bertahun-tahun. Ia seperti mendapat jawaban atas penantiannya selama ini.


Tangan Ferry memeluk tubuh Sora dengan erat malam ini, ia seakan tidak mau melepaskan Sora pada suaminya. Ia akan menjadikan Sora tawanan cintanya untuk malam ini.


"Lagi ya Ra?"


Sora dan Ferry sedang dirasuki setan yang mengelayut manja dalam diri mereka berdua. Hasrat yang mereka rasa tanpa mereka sadari adalah sebuah keaalah besar. Sebuah kesalahan yang nantinya akan mereka sesali di waktu yang akan datang.


Perselingkuhan yang gila ini mungkin akan tetap terus berlanjut, sampai nurani mereka mengakhirinya sendiri. Mata mereka sama sama buta, dibutakan api cinta yang sesaat.


Bersambung


***


Hai Para Pembaca dan Author kesayangan jangan lupa selalu dukung author ya... Tekan tombol Like, Komen, Vote dan Rate Bintang Lima ya... Dukungan kalian semua sangat berarti bagi author. Terimakasih ❤

__ADS_1


Salam hangat dariku 🍒


__ADS_2