
Wajah Mama Ida nampak terkejut, bagaimana tidak. Putranya ditengarai telah menyukai istri orang. Hati Mama Ida jadi ketar-ketir, takut Ferry nantinya dapat pasal. Bisa-bisa ia dijerat pasal perusak rumah tangga orang. Sia-sia ia melahirkan anakknya, jika hanya membuatnya malu. Hanya karena merebutkan seorang wanita. Apa kata dunia nantinya. Yang jelas Mama Ida tidak menyukainya.
"Tidak bisa!" ucap Mama Ida kemudian, wajahnya masih tidak terima. Putra kesayangan mencintai wanita yang sudah bersuami. Tidak kurang wanita lajang di luar sana yang mengantri untuk dijadikan pendamping hidup Ferry.
"Mama gak setuju, cari wanita lainnya. Wanita yang masih sendiri, bila kondisinya terpaksa. Maka janda pun tidak apa-apa, asal jangan milik orang," kata Mama Ida dengan sangat tegas. Tangannya mengepal seakan ingin mengebrak meja. Mungkin karena faktor usia, Mama Ida yang biasanya lembut menjadi sedikit menyeramkan.
"Andai hati Ferry bisa memilih, Ferry juga akan memilih wanita yang masih sendiri Ma. Bertahun-tahun perasaan ini mengendap, tidak pernah kikis. Membuat Ferry tidak bisa menatap wanita lain selain Sora,"
"Alahhh.. Gombal, Mama tidak percaya. Hatimu saja yang kamu kunci sedemikian rapat. Ikuti saran dari Mama, datang ke perjodohan yang Mama atur. Nanti kamu kenalan dulu, klo tidak cocok sama seleramu. Nanti Mama carikan yang lain. Anak Mama ini kan ganteng, mandiri... nilai jual kamu itu mahal Ferr... Jangan sampai malah memilih istri orang!" ucap Mama dengan tegas.
"Cinta itu gak bisa dipaksa Ma, Mama mau anak Mama hidup menderita karena menikah dengan wanita yang tidak Ferry cintai?"
"Nanti kamu juga akan terbiasa Fer, tresno jalaran soko kulino," kata Mama mematahkan idiologi putranya. Yang hanya terpaut dengan satu wanita yang sama, namun milik orang.
"Sudahlah Ma, jangan paksa Ferry terus terusan," Ferry lama-lama bosan berdebat dengan Mamanya.
"Bagaimana Mama gak maksa, kalau tidak dipaksa kamu gak bakalan menikah!" bantah Mama, bola matanya masih melebar. Membuat Ferry enggan menatap Mamanya yang seperti kebakaran jenggot saja.
"Ferry pasti menikah Ma!"
"Iya, tapi dengan istri orang!"
"Enggak lah Ma, aku pasti menunggu Sora sendiri dulu,"
__ADS_1
Mata Mama langsung menyala, ia tidak mengira putranya sedang terjerat cinta buta. Cinta pertama yang membutakan mata putranya. Mama Ida semakin geram dengan jalan pikiran Ferry. Kok bisa- bisanya anaknya mendoakan kehancuran rumah tangga orang lain.
Mama Ida mengelus dada dengan tangan kanannya, rasanya ia ingin menjewer telingga putranya yang dirasa kelewatan. Kalau saja Ferry masih anak-anak, sudah pasti Mama Ida memberi hukuman. Lah, Ferry kini sudah dewasa. Harusnya Ferry tahu betul antara yang benar dan salah. Sebagai ibu yang melahirkan Ferry Mama Ida merasa ngenes dengan nasib putranya.
"Sudahlah Ferr, cari wanita lainnya saja. Mama punya temen, anaknya cantik sekali. Sudah cantik pandai pula, dia baru pulang dari luar negeri. Ayahnya juga orang yang cukup terpandang. Keluarganya memiliki bisnis tambang batu bara di kalimantan. Mau ya?" bujuk Mama.
"Maaf Ma, Ferry sudah tidak bisa membuka hati untuk wanita lain!"
"Kamu itu, keras kepala seperti Papamu! percuma Mama kesini, ya sudah Mama lebih baik pulang saja," ucap Mama dengan perasaan yang kesal.
"Lah, Mama malah ngambek. Maaf Ma, beri Ferry waktu sedikit lagi."
"Waktu untuk apa? waktu untuk menghancurkan rumah tangga orang?" Mama dengan kesal memandang putranya.
"Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang Ma, mungkin Sora memang jodoh Ferry," ucap Ferry. Namun wajahnya nampak sayu, ada nada keputusasaan yang terpancar di paras tampannya. Ia sendiri seperti tidak yakin, apakah Sora dan dirinya ditakdirkan untuk bersama.
"Ya sudah, siap-siap saja Mama melihat Ferry membujang sampai tua!" ancam Ferry pada Mama Ida yang menentang cintanya.
"Ferry.." teriak Mama.
Mama langsung memukuli lengan putranya, karena jengkelnya Mama beberapa kali mendaratkan tangannya ke lengan Ferry. Rasanya ia sudah gemas dengan tingkah laku sang anak.
Sedangkan Ferry hanya meringis, menyikapi aksi sang Mama. Sudah lama sekali rasanya moment kebersamaan mereka tidak sedekat ini. Ini semua karena ia memutuskan tinggal sendiri sejak lama. Ferry yang suka hidup mandiri, lebih senang hidup bebas tanpa ada yang mengatur ngatur hidupnya.
__ADS_1
Di tempat yang berbeda, seorang wanita muda dengan pakaian yang minim sedang berjemur di sebuah kolam renang. Wanita itu terlentang seperti menantang cahaya matahari yang menghujani seluruh anggota tubuhnya.
Sesekali ia menyeruput orange juice yang tidak jauh dari tempatnya. Rasanya sangat asam, membuat wajahnya masam seketika. Bibirnya mengkerut karena air jeruk yang ia minum. Sambil menikmati minuman yang ada ditangannya, wanita muda itu mencari ide. Sebuah ide untuk menjerat seseorang.
Stella sedang berjibaku dengan bermacam-macam ide untuk masuk ke rumah besar. Obsesinya mengakar kuat dalam hatinya, secepatnya ia harus kembali ke rumah itu. Dengan berbagai cara, apapun itu ia akan lakukan. Asalkan dia bisa menjadi nyonya besar dalam rumah besar tersebut.
Tergambar semburat senyum licik di bibir wanita muda yang eksotis itu, kini ia melenggang meningalkan kolam renang menuju ruang ganti. Langkah kakinya seakan dibuat-buat seperti pragawati terkenal yang melengak lengok di atas catwalk. Membuat siapa yang dilewati Stella langsung mengalihkan perhatiannya pada wanita yang punya banyak pesona itu.
Kini Stella sudah berganti pakaian, yang ia kenakan tak jauh beda dengan apa yang di kenakan saat di kolam renang. Hanya atasan tipis dengan ketiak yang terekspos. Sedangkan bawahanya hanya mengenakan rok pendek. Rok yang seperti kekurangan bahan, karena bila ia berjongkok maka akan kelihatan semua yang ada di dalamnya.
Entah pakaian model apa yang ia kenakan, namun Stella sepertinya sangat nyaman dengan apa yang ia kenakan. Ia sama sekali tidak merasa risih dengan tatapan para pria yang tergoda dengan body aduhai miliknya.
Dengan percaya diri Stella melangkah, ia seperti bintang terkenal yang bersinar. Kini ia sudah berada dalam mobil. Ada tatapan mengundang sejuta tanya pada matanya. Rencana apa gerangan yang akan ia lakukan?
Stella menyalakan mesin mobilnya, ia melaju menjemput mimpinya. Sebuah mimpi siang bolong untuk kupu-kupu yang hanya keluar disaat malam menjelang.
Wanita itu sudah memiliki rencana besar, sebuah rencana yang ia buat untuk masuk dalam keluarga Alan.
Rencana apa gerangan yang dibuat oleh sang wanita malam? Mampukah ia menembus masuk ke dalam pintu keluarga Alan serta Sora?
Bersambung
***
__ADS_1
Hai para Author dan Pembaca yang paling aku sayangi, terimakasih atas dukungan kalian selama ini. Jangan bosan-bosan memberikan author dukungan ya.... Pencet tombol like, Komen, Vote dan Pencet bintang lima yaa... Sekali lagi author ucapkan banyak Terimakasih ❤
Salam hangat dariku 💕