
_Beauty Grup
Rian : By, jemput Tania sama Dea yah. Sore aku sudah harus stay di sekolah.
Begitu kata algojo dan supir kita. Tapi ternyata Eby juga tidak di ijinkan bawa mobil malam ini.
"Kak, Antar ke sekolah dong" Rengekku pada kak Dewa, kakak tunggalku yang kebetulan berada di rumah karena lagi libur semester.
"Sama Daeng aja, macet, ntar aku kejebak gak bisa pulang, kan ngenes tahun baru di jalan sedirian pula"
"Terus maunya tahun baruan sama siapa? kak Dewakan emang sendiri alias zomblo"
"Mau kemana Nia? ini tuan rumah kok malah mau pergi" Kata om Anwar demi melihatku sudah rapi siap berangkat.
"Sekolah om, ada job nari. Nanti Nia pulang cepat. Insya Allah" padahal aku sendiri gak yakin bisa pulang cepat.hehehe.
Setiap tahun memang seperti ini, keluarga besarku buat acara khusus keluarga untuk menyambut tahun baru. Kata papa...
"Biar anak-anak tidak keluyuran cari kesenangan sendiri"
Tapi malam ini ada keajaiban aku bisa pergi. mungkin karena alasanku..
"Pa, Tania ada job nari. Tidak mungkin Tania tiba-tiba cancel"
"Di sekolah kok pa, banyak guru yang datang juga"
"Papa bisa telpon kak Ira" kak Ira itu sepupu jauhku yang sekarang statusnya pengajar di sekolah.
Dan papa benar-benar langsung menghubungi kontak kak Ira.
"Ra, benar ada acara malam ini di sekolah? dan Tania wajib ikut?"
"...." Entah apa jawaban kak Ira.
"Titip Tania yah, jangan sampai dia aneh-aneh disana"
Tengs kak Ira.
Akhirnya aku sama Dea -yang rumah cuma lima langkah dari rumahku- dijemput sama Eby pakai taksi.
...*****...
__ADS_1
Dicky
Tepat pukul 08.00 waktu setempat, Acara dimulai dengan Tari padduppa, tarian tradisional sulawesi selatan.
Di depan sana Tania menari dengan anggun memakai baju bodo dengan aksesoris di kepala. Sangat cantik.
"Dea jadi cantik gitu" Gumam Hengki.
"Tapi tetap Tania de bess lah" Sadam menimpali. Yang lain hanya mengangguk-angguk tanpa mengalihkan pandangan dari atas panggung.
Sama seperti teman-teman kampfretku, aku juga susah mengalihkan pandangan tapi pandanganku jelas hanya pada Tania yang semakin manis dengan gerakan tangan yang seolah menghamburkan sesuatu dari bosara yang di pegangnya.
Akhir-akhir ini aku tau kalau Tania sedikit tertarik sama aku. Bukan Ge er tapi memang gerak-gerik Tania yang kadang salting, kadang sok akrab dan kadang malu-malu di depanku.
Tapi pengalamanku menghadapi cewek sama sekali tidak ada, nol besar. Apalagi kemarin Velin malah ngomong..
"Kita teman atau apa sih Dik?"
Loh? Akukan jadi bingung, jelas-jelas kita temenan. Aku sama sekali tidak pernah berfikir lebih untuk Velin. Aku memang sering antar dia kemana-mana tapi itu murni karena pertemanan kita, dia satu-satunya orang yang ku kenal awal sekolah disini.
Aku masih sibuk memikirkan jawaban untuk Velin saat Duo MC handal sekolah sudah berdiri di panggung lalu bergantian Pak Arman - wakil kepala sekolah- memberi sambutan di lanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia yang tak lain adalah Rian.
___
"EVELIN" Teriakan serempak teman-teman kelasnya saat velin mulai memposisikan duduknya senyaman mungkin.
"EVELIN... I LOVE YOU" Kali ini suara tunggal cowok yang diringi suara "HUU....." dari teman-temannya lagi.
"Gilak, Cewek kamu bohai banget dik" Suara sumbang Hengki membuatku mencibir tidak suka.
"Jangan di lepas dik, banyak yang ngantri kalau kamu lepas ini" kali ini suara kamfret Sadam.
Well, you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill, but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
Now I'm trying to get back
Before the cool done run out
__ADS_1
I'll be giving it my bestest
And nothing's gonna stop me but divine intervention.
I reckon, it's again my turn
To win some or learn some.
But I won't hesitate
No more, no more.
It cannot wait,
I'm yours.
Well, open up your mind and see like me,
Open up your plans and damn you're free.
Look into your heart and you'll find love, love, love, love.
Listen to the music of the moment, people dance and sing, we're just one big family
And it's our God-forsaken right to be loved, loved, loved, loved, loved
So Well, you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill, but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
Now I'm trying to get back
[Jason Miraz - I'm Yours]
Aku mencoba mengangkat wajah ternyata Velin sedang menatapku intens padahal aku dan para kampfret di kelasku ini sudah memilih duduk paling pojok belakang yang cahaya lampunya juga hanya remang-remang. Fiuw.
*****
Terima kasih yang sudah berkunjung. Semoga betah menemani Dicky-Tania yah.
__ADS_1
Jangan lupa jejak like, komentar dan bintang limanya.
Pelukcium dari Author receh ini 😘😘😘