Oh My Brownis

Oh My Brownis
First Day


__ADS_3

Dicky


Pagi yang cerah bagi jiwa yang kasmaran. Eeaa.


Eh, tapi sebagai newbie dalam dunia cinta-cintaan aku malah bingung si pacar harus dichat tiap pagi? atau harus dijemput biar bisa berangkat bareng?


Tapi kata suhu Bima dan Sadam gak usah kaku. Tiap pagi memang aku harus mengantar Dinda dulu ke sekolahnya sebelum lanjut ke sekolahku dan Tania biasanya juga diantar sama supirnya.


Aku : Gut mooning.


Dengan cepat Tania sudah membalas.


Tania : Mooning 😆


Aku: Berangkat bareng siapa?


Tania : Diantar kakak.


Oke berarti acara antar jemput pagi aman, dia diantar kakaknya, aku antar Dinda.


Rasanya tidak sabar ketemu pacar di sekolah, pacar yang cantik. Pantas saja si Agus semangat sekali ke sekolah, datang paling pagi pulang paling belakang biar bisa sama pacarnya terus.


Aku tiba di sekolah hampir telat, jam pertama Biologi lanjut Kimia, sialnya pelajaran kimia aku harus sekelompok dengan kumpulan cebong, Bima dan Hengki. Sekarang kita lagi di lab kimia, kelompok yang sudah selesai sudah bisa melenggang keluar, bisa mengisi perut di kantin, bisa ketemu pujaan hati tapi aku? masih terjebak disini dengan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Haisss.


Masih tersisa tiga kelompok yang belum selesai rupanya Bu Jamila juga sudah lelah menunggu.


"Selesaikan, saya ke kantor sebentar" Pasti lapar tuh bu guru. Aku juga lapar Bu.


Untung saja Cindy datang mengambil barangnya yang ketinggalan.


"Cin cin, mohon bantuannya" Si Bima menahan Cindy. "Bentar di antar pulang sama Dicky, kalau bantuin kita"


Eh, dasar cebong kamfret, kenapa aku?


Entah Cindy beneran mau diantar pulang atau memang ikhlas, dia bantuin kita menyelesaikan, kelompok lain merapat jadilah kerja kelompok yang ramai. Yang penting beres, aku bisa ketemu si cantik jelita.


Tapi eh tapi, belum juga lima langkah keluar dari lab, bel masuk sudah berbunyi lagi, aku meneruskan langkah ke kantin semoga Tania masih disana. Sesampai disana sudah sunyi, hanya terlihat Tiga siswa yang juga sudah hendak beranjak. Aku membeli sebotol air mineral dingin kemudian balik ke kelas.


Jam istirahat kedua hanya tiga puluh menit yang seharusnya digunakan untuk shalat dhuhur bagi yang muslim tapi aku lebih memilih ke kantin. Ampuni hamba-Mu Ya Allah, Aku lapar sekali. Disana ada Rian, rupanya dia juga kelaparan.


"Tania mana?" Tanyaku mendekat setelah memesan mie ayam.


"Shalat" Jawab Rian singkat "Sukses?"


"Kayaknya sih gitu"


"Kayanknya bagaimana? "


Pesananku datang, aku hanya makan kilat dan langsung ke musholah untuk melaksanakan shalat duhur. Kalau tidak absen shalat akan kena hukuman dan berpengaruh sama nilai agama.


Setelah bel pulang terdengar aku segera bangkit merapikan buku-bukuku.


"Woi yang pacar baru" si cempreng mulai mengganguku.


"Woi pengumuman, DakDikDuk punya pacar baru" Dea benar-benar rese. Semua teman-teman dikelas melihat ke arahku.


"Minta PJ sekelas gak nih? apalagi ceweknya cantik BGT" Dea maki memprovokasi. Aku timpuk kepalanya.


"Aku bukan anak sultan kayak kamu yah" protesku diiringi ledakan tawanya.


Aku melangkah meninggalkannya.


"Mau kemana Dikduk? Tania udah pulang"


Aku berhenti melangkah lalu menatap Dea mencari tau kebenaran dalam kalimatnya.

__ADS_1


"Serius?"


"Duarius"


Alamak, benar-benar hari yang mendung.


Hingga sore haripun masih aja ada cobaan padahal aku cuma mau ketemu pacar, kenapa susah sekali ya Allah.


"Kak, mau ke mana? semalam kan janji mau antar aku"


Oh iya lupa, kemarin saya memang menyanggupi mengantar Dinda membeli perlengkapan ujian prakteknya.


"Besok aja yah, sekarang aku ada urusan penting"


"Enak aja, terus itu helmku mau di bawa kemana? "


"Pinjam bentar, ntar malam deh aku antar cari kebutuhan kamu"


"IBU...... " Senjata pamungkas Dinda dengan mengadu pada sang Ratu.


"Ya udah, sana ambil kunci mobil, kita bawa mobil belanjaanmu banyak kan? "


Dinda mengangguk tersenyum lalu berlari masuk ke dalam dan tak lama sudah keluar lagi dengan membawa kunci mobil sejuta umat milik Bapak. Kebetulan Bapak keluar menggunakan mobil dinas.


"Loh, ini mau kemana? " Tanya Dinda heran karena aku melaju tidak sesuai jalur.


"Jemput teman sebentar"


"Pacar? jemput Velin? "


Kenapa sih semua orang menganggap Velin Velin Velin.


"Bukan" Jawabku tegas


"Kakak selingkuh? " Dinda makin ngaco.


"Oo.. namanya Tania" Dinda mengangguk-angguk "Padahal Velin cantik, baik lagi"


"Ya ampun Dinda. Diam atau turun? " Ancamku dibalas dengan cengiran Dinda.


Tiba di kompleks perumahan Tania, aku menepikan mobil bukan tepat depan pagarnya.


"Kamu pindah ke belakang"


"Ini rumahnya? dia anak majikan? bukan anak pembatu kan? wihh kaya ini pasti" Dinda masih saja mengoceh.


Aku mengambil ponsel dari saku celana kemudian menekan tombol panggil ke nomor Tania hingga nada


Tutt tutt tuutt


Tidak di angkat. aku mengirimkan chat ...


Aku di depan rumah kamu, aku antar ke sekolah yah.


Hanya diread tanpa di balas. Tapi tak lama, kepala Tania sudah terlihat di balik pagar rumahnya yang tinggi. Dia terlihat celingak-celinguk mungkin sedang mencariku.


"Cepat pindah kebelakang" Perintahku lagi pada Dinda, sebelum membuka pintu mobil untuk menyambut kekasih. Ceilaahh.


Tania memakai celana jeans, kaos oblong longgar dan sepatu kets putih serta rambut yang terurai, menggemaskan.


"Hai cantik" Aku berbasa-basi demi melihat wajahnya yang cemberut.


Aku membukakan pintu depan yang tadi di duduki Dinda kemudian berlari kecil untuk kembali duduk di sisi lain. Baru ku dudukkan diri Dinda sudah berulah.


"Kak Tania yah? " Dinda menyodorkan tangan . Tania memicingkan mata ke arahku.

__ADS_1


"Dinda kak, adiknya dia" Kata Dinda lagi demi melihat keraguan Tania. Mendengar itu Tania langsung menyambut tangan Dinda.


"Iyah, aku Tania" katanya tersenyum manis kearah Dinda.


Aku melajukan mobil sambil mendengar perkenalan mereka.


"Pantas saja kak Dicky gak respon kak Velin, seleranya bidadari kayak gini"


Aku melotot melalui rear mirror tapi Dinda hanya cekikikan sedangkan Tania sudah merona.


Dalam sekejap mereka langsung akrab. Dinda yang ramai ketemu Tania yang welcome.


"Tapi kok mau sih sama kak Dicky, di sekolah dia cupukan yah?"


"Cupu gimana? kerjanya Tepe-tepe"


"Tepe-tepe gimana?" Aku protes, aku merasa tidak pernah tebar pesona sama siapapun.


"Kemarin Velin, tadi Cindy, besok siapa lagi? "


Jadi gini rasanya dicemburuin? gemes banget sama wajah cemberutnya. Aku mengulum bibir berusaha menahan tawa.


"Kenapa ketawa?" Protesnya.


"Tebar pesona dari mana? tadi itu kerja tugas Tania, tugas kelompok, banyak orang"


"Kata Dea dia satu kelompok sama Cindy, udah selesai kenapa malah di kelompok kamu?"


"Bima minta tolong, kalau gak di bantuin dia tugasnya mungkin belum selesai sampai sekarang"


Aku melihat ke samping, Tania hanya mencibir, aku melihat ke belakang Dinda malah nyengir.


"Oke, mulai besok kalau ada tugas, aku nanyanya sama kamu, gak ada Cindy lagi. Mau gitu? "


"Siapa takut, lagian semua pelajaran kamu udah aku pelajari, catatan aku masih lengkap"


"Emang kak Tania kelas berapa? beda kelas? " Dinda langsung penasaran.


"Kelas XII bentar lagi lulus" jawab Tania sambil nyengir.


"Serius? " Dinda benar-benar kaget apa malah acting?


"Ketuaan yah jadi pacar Dicky? "


"Tidak. Maksud aku.. kak Tania terlalu imut untuk ..... maksud aku kak Tania masih pantas sekelas sama aku"


Kuliat Tania tersipu kembali. Hhmm pintar juga Dinda merayu. Harus belajar banyak-banyak dari dia kayaknya.


Aku memasuki area sekolah, ku pinggirkan mobil.


"Din, aku turun dulu yah" Aku mendengar Tania pamit sama Dinda "See you Din"


"See you kakak ipar" Suara Dinda yang membahana menarik siswa yang lewat untuk menoleh, menatapku dan Tania heran.


"Aku antar Dinda dulu, bentar kesini lagi jemput kamu" Aku melempar senyum, dia balas tersenyum sambil mengangguk. 1 detik. 5 detik. 10 detik.


"Ehhemm, kapan berangkatnya kak?" ternyata Dinda sudah menopang dagu di jendela mobil yang kacanya sudah terbuka lebar.


Haiss, pembunuh moment.


"Pindah ke depan" perintahku bernada kesal.


"Aku berangkat yah?" pamitku lagi mengerling ke arahnya dan kali ini benar-benar sudah beranjak.


______

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya 😉


__ADS_2