Oh My Brownis

Oh My Brownis
Luluh Lantak


__ADS_3

Tania


Dunia baru. Kesibukan baru.


"Ada tiga Teori Perkembangan Manusia


ialah berikut......."


Aku sedang berdiri di depan kelas sebagai narator di kelompokku.


"a. Teori Nativisme, b. Teori Empirisme, c.Teori Konvergensi...... "


Diskusi panjang hari ini cukup melelahkan apalagi semalam harus begadang karena harus menyelesaikan makalah dengan sistem kebut. Tapi semangatku kembali memacu demi mengingat besok akan pulang.


Pekan lalu Dea mengabari kalau dia akan tampil di event besar. First time dia akan menari dan bernyanyi di panggung besar, dalam rangka hari ulang tahun kotaku.


Setelah lima bulan lebih menahan rindu, kuputuskan weekend ini harus pulang ke rumah. Ah, kangen rumah, kangen Mama Papa, dan Someone in soul.


"Nai, Titip tugas untuk besok yah? "


Jumat besok hanya satu mata kuliah. Nitip tugas dan beres.


"Kenapa?" Tanya Nailah di tengah kunyahanya.


"mau pulang dong, minggu ada eventnya Dea. gak boleh dilewatkan"


"Bilang aja mau ketemu Dicky"


"Sekalian, hhhhaa"


Nailah teman dekatku selama lima bulan belakangan, sudah tau semua tentang orang terdekatku.


___


Jumat, 05.30.


Aku tiba di bandara Mutiara sis Al Jufri.


"Assalamualaikum, pagi" Aku menyapanya melalui video call.


"Waalaikumsalam" Dicky menjawab masih dengan mata terpejam.


"Bangun"


"Mmhhh"


"Bangun Dik"


"Kamu lagi di mana? Sekarang jam berapa? " Dicky membuka sedikit matanya, wajahnya kusut aja masih kiyut.


"Jam lima dan aku di bandara " Jawabku riang.


"Ngapain di bandara jam segini Ta?" Belum ngeh juga dia.


"Tunggu, kamu mau pulang?" dia membelalakan matanya.

__ADS_1


"Yes, aku sudah di sini" Ku arahkan kamera ke sekitar pintu keluar bandara.


"Kenapa tidak bilang, kan bisa dijemput"


"Bangun aja susah, sok mau jemput"


Dia cengengesan.


"Bentar sore jemput di rumah yah" Lanjutku


"Pulang sekolah aku langsung ke rumah kamu"


"Sore aja, sekalian ke event Dea. Siang ini mau lenyeh-lenyeh dulu, masih ngantuk"


"Tapi kangen Ta"


"Ishh" Aku mencibir "Sore aku tunggu"


Aku mematikan ponsel. Ada chat masuk.


Dicky❤: Wait me Love.


Aku tersenyum. Dicky selalu manis.


____


Pukul 14.00


"Kamu jadi datang ?" terdengar suara cempreng Di seberang sana.


"Jadi dong, nih" Aku memperlihatkan seisi kamarku.


"Kamunya sibuk"


"hhhee iyah, masih sibuk persiapan penampilan bentar sore"


"Bagaimana rasanya? "


"Aku deg-degan Ta"


"Excited banget bun"


"Jelas dong say"


Lalu kami terbahak bersama.


Tapi aku merasa tempat tidurku bergoyang.


"De, udah dulu yah"


"TANIA, CEPAT KELUAR" Aku menutup panggilan Dea bersamaan suara teriakan mama. Refleks aku lompat dan berusaha keluar dari kamar dengan berpegangan sepanjang dinding. Mama, Papa, Daeng Nassa dan keluarganya berhambur keluar.


Getaran gempa hanya beberapa detik tapi cukup membuat panik.


"Astagfirullah, kencang sekali" Ucap mama masih memegang dadanya.

__ADS_1


"Pusatnya di donggala Ma" Aku melihat info BMKG melalui aplikasi.


"Pantas terasa sekali" Imbuh papa yang sedang merangkulku. "Tetap waspada, jangan sampai ada gempa susulan lebih besar" sambungnya


"Semoga di sana tidak apa-apa yah"Ucap Mama lirih.


_____


Pukul 16.50.


"Mama berangkat dulu"


"Iya ma"


Mama sama Papa harus menghadiri rangkaian acara Milad kota di rumah Jabatan pemerintah setempat.


Sepuluh menit yang lalu Dicky chat kalau dia sudah berangkat. Aku duduk di teras sambil menunggu, ku buka sosmed, Feed igku penuh dengan story Dea dengan segala macam foto dan video, dengan backsound suara jahil Sadam terlihat kalau dia sedang mempersiapkan diri.


Aku masih menonton video live Dea saat terdengar suara gemuruh bersamaan dengan goyangan di kursi yang kududuki, aku berdiri, berpegangan pada tembok rumah.


"Keluar ki ndi' (Ayo keluar) Jang ki di situ (Jangan diam di sana) " Itu teriakan daeng Intang, Istri daeng Nassa. Mereka keluar dari arah dapur langsung keluar rumah.


PRAK..... PRAK


Aku berlari meski dengan terhuyung kearah mereka. Suara gemuruh makin keras di tambah dengan suara benda-benda berjatuhan dan getaran berubah menjadi guncangan makin lama makin hebat, tadinya aku berpegang pada pagar malah ikut terjatuh saat pagarnya roboh, ku dengar daeng Intang berteriak memanggil namaku kemudian daeng Nassa berusaha meraihku membantu untuk bangkit. Ku lihat daeng Intang tak berhenti berkomat-kamit dengan suara yang bergetar, anak-anaknya telah menangis ketakutan di pelukannya.


Aku tidak tau berapa lama goncangan itu terjadi. Lama. Mungkin sekitar Lima menit. Ku lempar pandangan, aku beristigfar dalam hati saat melihat beberapa rumah tetangga tak lagi berdiri seperti sebelumnya. Getaran tadi berangsur mulai pulih tapi suara panik, istigfar, panggilan nama Tuhan dan suara minta tolong masih juga terdengar.


Daeng Nassa berlari mengambil sesuatu ke dalam rumah, tak lama sudah kembali dan langsung menaiki satu-satunya mobil yang tersisa di rumah.


"Naik ki cepat (Cepat naik) "


Begitu teriakannya, Daeng Nassa melajukan mobil di tengah kepadatan dan suara klakson yang memekik tak ada yang ingin mengalah, dengan tangan gemetar ku buka ponselku, berniat menghubungi mama, tapi nihil, sinyal hilang.


"TSUNAMI..... TSUNAMI" Teriakan teriakan panik membuat makin panik.


"AIR LAUT"


"PIP... PIP... PIP"


Suasana makin mencekam, Beberapa kali daeng Nassa menabrak sesuatu yang entah apa, semua warga berlari ke arah yang sama, mencari ketinggian, tidak sedikit yang berjalan kaki tanpa alas dengan pakaian seadanya.


Aku hanya mematung dengan tubuh yang gemetar, ku lihat ke arah jendela, gerimis dan hari sudah mulai petang.


"LARI !!!"


"CEPAT KI"


"AIR SUDAH DATANG"


Entah setinggi apa air yang akan menerjang? sudah sampai manakah air raksasa itu mengejar? Bayangan Mama dan Papa yang tadi pamit membuatku semakin gemetar. Dicky? Bukannya tadi dalam perjalanan yang mungkin melewati pantai untuk harus sampai dirumah?


Aku masih larut dalam pikiranku yang kalut saat daeng Intang yang masih memeluk erat kedua anaknya meraih tanganku dan Menggenggamnya erat, sambil terus berzikir disela isakannya.


***

__ADS_1


Mohon bantuannya dengan meninggalkan jejak like dan komentar yah 😇.


Vielen Dank 😊


__ADS_2