Oh My Brownis

Oh My Brownis
Cinta Sendiri


__ADS_3

"Sudah sampai"


Suara lembut Kak Anca membuyarkan lamunanku. Aku melihat keluar, benar Kak Anca sudah memarkir mobilnya dengan rapih berjejeran dengan mobil yang lain


"Yuk Nung, Lis"


Aku membuka pintu mobil, sambil mengajak dua temanku itu.


Aku menggandeng Lisa dan Nurul menuju meja yang ada di pelataran Cafe dan mencari posisi yang nyaman tapi Kak Anca mencegah.


"Di atas" Kata kak Anca berjalan mendahului, menaiki anak tangga yang tidak terlalu tinggi, mau tidak mau kita mengikutinya.


Aku memandang sekeliling, tempat yang unik. Cafenya luas, ada beberapa bagian dan sekat dengan tema yang berbeda-beda.


Kak Anca berbalik, meraih tanganku dan menggenggan jemariku menuju ruang yang lebih dalam yang ternyata sebuah ruang terbuka berbentuk ujung kapal namun bukan itu yang mengejutkanku.



"HAPPY BIRTHDAY" Seruan orang-orang di ruangan itu menyambut kedatangan kami.


"Selamat ulang tahun" Lanjut mereka dengan menghamburkan party popper ke arah kami.


Kulihat sekeliling Ruang yang dihiasi dengan balon warna hitam dan putih sebagai dekorasi.


Bukan, ini bukan ulang tahunku, ulang tahunku tiga bulan lagi. Hari ini ulang tahun Kak Anca? Kenapa aku sampai tidak ingat sama sekali.


Aku melirik kearah Kak Anca dengan wajah menyesal. Dia selalu memberikan yang terbaik di hari spesialku, sedangkan aku sekedar ucapan saja aku selalu lupa.


"Haiss, apa-apaan ini? kayak anak kecil saja dikasih suprise party kayak gini" Kata Kak Anca yang protes tapi dengan wajah berkata sebaliknya. Tampang Kak Anca tentu saja senang.


"Tidak usah protes, sana tiup lilin dulu" Kata Kak Ilham, yang ku kenal sebagai Iparnya.


"Pake tiup lilin juga? " Kali ini wajah Kak Anca benar-benar keberatan.


Kak Anca menuntunku melewati keramaian yang tak lain semuanya adalah keluarga anggota keluarganya. Ramai, ada beberapa yang ku kenal tapi banyak juga yang belum ke kenal termasuk beberapa Anak-anak kecil dengan berbagai tingkatan.


Aku tau keluarga Kak Anca memang keluarga besar, dia Bungsu dari tujuh bersaudara. Semua kakaknya sudah berkeluarga jadi tak heran kalau pesta seperti ini saja sudah ramai oleh bocah. Tiga kakaknya semua berdomisili disini dan pasti ketiganya hadir bersama keluarga masing-masing.


"Make a wish dulu baru tiup lilin" Seru Kak Rina.


Kak Anca telah berdiri di depan meja yang di hias sederhana, di atasnya Ada kue ulang tahun dan nasi tumpeng. Sementara aku harus setia di sampingnya.


"Tidak usah pake wish-wish segala"


Dia langsung meniup lilin dengan wajah memerah.


"Potong kue" Seru lagi yang lain.


Kali ini Kak Anca menurut memotong kuenya dan firsh Cake dia kasih untuk Aku.


"Just for my bride soon to be" Bisiknya, aku mencibir menahan malu karena pandangan penuh minat dari semua keluarganya.


Potongan yang kedua dia bawa untuk Ibu dan ayahnya yang sedang duduk tak jauh memandangi kami dengan senyum.


"Sehat selalu yahh, panjang umur, kuliahnya dipercepat" Itu doa Ibunya sambil memeluknya hangat.


Mhh,, Kak Anca ini kesayangan semua orang.

__ADS_1


"Amin, makasih Bu, Ibu juga sehat-sehat"


Kemudian beralih pada Ayahnya yang usianya sudah cukup lanjut, sepertinya umur Ibu dan Ayahnya cukup jauh jaraknya. Mereka hanya berpelukan sambil menepuk punggung.


"Halalin secepatnya Nca" Seloroh Kak Imam, Iparnya yang lain saat sedang duduk berhadap-hadapan sambil menyantap makanan yang sedang di hidangkan.


"Beres Kak, makanya kejar target wisuda secepatnya.


"Jangan kecewain keluarga"


Kak Anca mengangguk mantap.


"Apa kabar Mama kamu Nak? "Tanya Ibu kak Anca penuh kelembutan. Aku yang tiba-tiba di tanya jadi kelabakan.


Aku berdehem pelan.


"Alhamdulillah Tante, sekarang Mama sudah bisa beraktivitas lagi"


"Papa kamu? "


"Papa masih sibuk sama jabatan barunya, hhe"


"Papa kamu itu memang selalu seperti itu" Ayahnya menimpali.


" Dia itu selalu sibuk, sampai lupa membahagiakan diri" sambungnya bernada bercanda.


"Kamu nginap yah Ta" Kini Kak Mia, Kaka sulungnya memintaku untuk menginap


"Maaf kak Aku bawa teman, tadinya aku tidak tau kalau ada acara seperti ini" Jawabku berusaha menolak dengan sesopan mungkin.


"Ya Allah, Lisa sama Nurul mana kak? " Segera ku tutup mulutku karena tanpa sadar aku memekik.


Tapi tetap saja aku merasa tidak enak karena telah mengabaikannya.


"Aku kesana dulu bentar Tante, Kak"


Aku menghampiri mereka.


"Sorry gengs" Kataku memelas saat tiba dihadapannya.


"Tidak papa lagi Ta" Ucap Lisa penuh pengertian.


"Santai aja Ta" Sambung Nurul.


"Sana balik, tidak enak sama calon mertuamu"


Tadi aku sengaja mengajak mereka agar bisa menikmati tanpa harus jaim tapi kalau sudah seperti ini kenyataannya, sudah pasti gagal total.


Aku kembali ke meja panjang yang di penuhi saudara-saudara dan orang tua Kak Anca, aku menarik tempat dudukku yang tadi lalu kembali duduk.


"Ajak aja temannya nginap" Kini Kak Rina memberi saran.


"Tidak enak sama teman yang di posko Kak" Aku masih punya alasan menolak.


"Lain kali aja, Nanti aku ajak Tania kesini lagi"


Aku mengangguk membenarkan kalimat kak Anca.

__ADS_1


"Janji yah Ta" Kak Rina menatapku berusaha meyakinkan.


"Insya Allah kak"


___


Sekarang, Mobil Kak Anca sudah terparkir di depan posko. Lisa dan Nurul sudah masuk lebih dahulu.


"Selamat ulang tahun" Ucapku lirih tak berani menatapnya.


"Makasih" Lanjut ku setelah jeda beberapa detik.


"Dan maaf karena selalu bersikap tidak menyenangkan" Aku makin menunduk.


Tidak ada respon, aku mengangkat wajah memberanikan diri menatapnya dan mendapati dia tersenyum menatapku.


"Aku yang makasih" Katanya.


"Terima kasih sudah membiarkanku di dekatmu"


"Tapi maaf belum bisa...... " Dia berhenti. lalu berdehem singkat.


"Do'ain tesis lancar biar cepat selasai" Lanjutnya lagi.


"Biar bisa fokus sama rencana masa depan kita"


Aku diam menatapnya, pikiranku berkecamuk.


"Tidak usah di pikirkan dulu"


"Sana masuk sudah tengah malam tidak enak sama warga"Lanjutnya terkekeh.


"Oh iya, mungkin aku tidak bisa berkunjung beberapa minggu kedepan"


"Tapi aku pasti jemput di hari terakhir nanti, biar kita bisa nginap di rumah dulu sebelum balik ke Makassar.


"Tidak usah kak, aku balik ke Makassar dengan rombongan yang lain"


"Kamu harus ke pare-pare dulu sebelum balik ke Makassar"


"Kamu sudah janji sama Ibu sama Kak Rina kan? "


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun lamanya kujalani kisah


Cinta sendiri


Mungkin memang benar


Cinta itu tak lagi berharga


Semua percuma


Bila engkau tak punyai harta

__ADS_1


{Cakra Khan - Kekasih Bayangan}


*****


__ADS_2