Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 9


__ADS_3

Ujian tinggal beberapa bulan lagi. Anak-anak sudah mulai sibuk mempersiapkan diri. Begitu juga dengan Vheya dan Ghea. Mereka sering belajar bareng. Mereka juga ingin melanjutkan di Universitas yang sama.


"Vhey aku nggak ngerti dech ini apa?" ucap Ghea yang sedari tadi tidak memahami soal-soal yang sedang ia kerjakan.


"Lihat rumusnya gih. Contohnya dipahami dulu." jawab Vheya menjelaskan.


"Udah Vhey, dasar aku yang belum nyampe otaknya."ucap Ghea cemberut.


Saat mereka sedang asik belajar, hp Vheya bergetar. Ternyata panggilan dari Jo.


📞Hallo Jo.


...📞Ke Kantin dong bentar....


📞Ya ok.


Jo menutup telfonnya. Kemudian Vhey segera menuju kantin.


"Ke kantin Ghe." ajak Vheya.


"Ngapain. Kamu belum sarapan?" tanya Ghea.


"Udah kok. Tadi Jo telfon nyuruh aku ke kantin." kata Vhey.


"Ya udah yuk."


Akhirnya mereka sampai di kantin. Jo yang melihat kekasihnya datang langsung sumringah.


"Sayang udah makan belum." tanya Jo.


"Udah . Kamu ngapain nyuruh aku kesini." kata Vheya.


"Nggak papa. Pengen makan ditemenin kamu. Sambil liatin kamu biar makanannya jadi enak." gombal Jo membuat Vheya tersipu malu.


"Dasar gombal. Makan sendiri aja dech. Tuh kan ada Jacki." kata Vheya.


"Liat Jacki jadi nggak nafsu makan yank," ucap Jo.


Jacki yang mendengar kata-kata Jo langsung emosi.


"Sialan lhu. Lhu yang ngajak gue ke kantin juga. Gue siram nich pake es jeruk." kata Jacki sewot.


"Sory broo bercanda." ucap Jo meredakan emosi Jacki.


####


Di Restoran orangtua Vheya sedang makan malam bersama sahabatnya. Lebih tepatnya sahabat masa kecil yang selalu membantunya. Sahabat yang selalu ada saat susah maupun senang.


"Lama kita nggak makan bareng kaya gini ya Bram." ucap pak Alex.


"Iya Lex, udah berapa tahun ya?" jawab pak Bram.


"Lupa aku Bram, ngomong-ngomong anakmu sekarang umur berapa?" tanya pak Alex.


"Dia sudah kuliah hampir selese. Mungkin satu tahun lagi. Kalau anakmu ?" tanya pak Bram balik.


"Anaku kelas 3 SMA Bram. Ini fotonya." ucap pak Alex sambil menunjukan fotonya.

__ADS_1


"Wah anakmu cantik sekali. Liat mah anaknya Alex cantik banget ya mah."ucap pak Bram.


"Iya pah anaknya cantik. Persis kaya kamu jenk Marisa cantiknya." ucap bu Ana memuji.


"Akhh jenk Ana bisa aja. Terimakasih lho pujiannya." ucap bu Marisa tersipu malu.


"Mana foto anakmu Bram. Pasti dia gagah sepertimu ya?" tanya pak Alex penasaran.


Pak Bram kemudian menunjukan foto Reynand. Ya Reynand adalah anak dari pak Bram dan bu Ana.


"Ini foto anaku Lex," kata pak Bram.


"Wah benar-benar gagah dan tampan seperti kamu Bram." puji pak Alex.


"Bagaimana kalo kita jodohkan mereka Lex. Supaya persahabatan kita makin lebih erat." ucap pak Bram.


Sontak semua kaget mendengar ucapan pak Bram. Tetapi sejenak kemudian mereka langsung menyetujuinya.


"Kamu serius Bram."


"Iya aku serius. Bagaimana kalo bulan depan kita adakan pertemuan. Nunggu Rey balik dari Luar Negri." ucap pak Bram bersemangat.


"Ok kalau begitu. Aku setuju Bram." ucap pak Alex.


"Anaku pekerja keras dan tanggungjawab. Aku yakin kamu tidak akan kecewa." puji pak Bram tentang anaknya .


"Tapi anaku masih manja sekali Bram." kata pak Alex.


"Nanti juga akan berubah. Namanya juga anak tunggal." ucap pak Bram menenangkan.


Entah bagaimana reaksi yang akan ditunjukan oleh keduanya. Apalagi Vheya yang jelas-jelas sudah memiliki kekasih hati yaitu Jo.


###


Ditempat lain Vheya dan Ghea sedang asik berbelanja di Mall. Vhey berniat membeli hp baru dan juga yang lainnya.


"Udah nemu belum hpnya. Buru dech. Keburu ujan Vhey." kata Ghea.


"Sabar kali Ghe, pilih-pilih dulu yang cocok sama kantong." kata Vheya.


"Akhhh ribet amat. Kantong lhu tebel. Mau beli sama yang jual aja mampu lhu bayar. Nggak usah lama-lama dech." kata Ghea.


"Iya-iya bawel."


Akhirnya Vheya menemukan hp yang cocok untuknya. Setelah selesai berbelanja, mereka lanjut makan.


"Kamu mau makan apa Ghe?" tanya Vheya.


"Samain aja dech." kata Ghea.


Vheya kemudian memesan makanan dan minuman. Setelah selesai menyantapnya, mereka kemudian menuju ke rumah Ghea.


Diperjalanan Ghea dan Vheya asik bernyanyi ambil bergurau.


" Nggak terasa kita bentar lagi lulus ya Vhey."


"Emang kenapa. Masih betah jadi anak SMA lho."

__ADS_1


" Enak aja. Aku malah pengen cepet-cepet lulus tau nggak."


"Sama lahh. Aku juga gitu."


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Ghea. Mereka langsung menuju kamar Ghea.


####


Di lain tempat, Jo sedang duduk bersama Jacki sahabatnya. Mereka sedang asik menikmati jus mangga di tepi kolam.


"Seger bener ni jus mangga, seseger kalo liat neng Ghea." kata Jacki.


"Jangan bilang lho suka sama Ghea Jack." ucap Jo kaget.


"Nggak tau juga sich Jo. Cuma kalau liat senyumnya, bikin hati abang Jacki adem." kata Jacki.


"Stress lho Jack."


"Biarin aja. Dari pada lho tukang bucin. Dikit-dikit Vheya." kata Jacki.


"Brengsek lho Jack. Itu karena gue sayang sama dia." kata Jo.


"Elahhhhh kang bucin mulai." kata Jacki.


Jacki orangnya memang suka ceplas ceplos dan apa adanya. Itu yang membuat Jo nyaman dan cocok bersahabat dengan Jacki. Dia juga selalu ada saat Jo membutuhkan bantuan apapun.


"Lho mau nerusin kuliah dimana Jo." tanya Jacki.


"Belum pasti Jack. Yang pasti gue nggak bisa jauh-jauh dari Vheya." kata Jo.


"Lho yakin serius sama Vheya sampai nanti menuju ke pelaminan." kata Jacki lagi.


"Serius, duarius malah. Dia yang gue mau pokoknya. Gue ngerasa nyaman dan tenang disamping dia. Dia banyak ngerubah gue." kata Jo.


"Iya sih, gue liat selama lho sama dia, lho tuh makin bisa ngontrol emosi lho. Dulu kan dikit-dikit berantem lho kaya kerasukan Jin." ucap Jacki meledek.


"Sialan lho Jack. Lho tuh Jinnya. Hahahahaha." Jo tertawa membuat Jacki sewot dan melotot.


"Semprull, Gue dikatain Jin."


"Kan lho yang sering sama gue. Berarti lho Jinnya."


"Auuu akhhhh gelapp."


"Yey ngambek lho Jack. Kaya cewe lagi Pms." ucap Jo.


"Iya dechhh yang tukang bucin mahh pahammm."


"Yyee sewot lho jelek tau nggak."


"Biarin yang penting bukan kang bucin." kata Jacki.


"Gimana mau bucin, orang lho jomblo abadi." kata Jo sambil tertawa terbahak bahak.


"Sialan lho." ucap Jacki mulai emosi.


Mereka bercanda sampe lupa waktu. Ya selagi masih ada kesempatan dan waktu sebelum minggu depan ujian. Karena setelah lulus bisa jadi mereka jarang bisa berkumpul dan bercanda seperti ini lagi.

__ADS_1


__ADS_2