
Mentari mulai menampakan sinarnya. Namun gadis cantik nan imut itu masih setia dengan bantal dan selimutnya. Tubuhnya masih nyaman berada di bawah selimut tebal doraemonnya.
Vheya masih enggan membuka matanya. Selain karena hari ini adalah hari libur, Vheya juga masih ngantuk karena tidur larut malam. Ya dia mencoba menghubungi Jo, namun hpnya tidak aktif. Hal tersebut membuat Vheya khawatir.
Tiba-tiba hpnya bergetar. Vheya dengan sedikit enggan, namun tetap mengangkatnya. Ternyata itu panggilan telfon dari Jo.
📞📞📞
"Halo sayang, met pagi. Udah bangun belum nichh?" tanya Jo.
"Menurut lho?" jawab Vheya.
Dia mulai mengumpulkan nyawanya dan mencoba bangkit dari kasurnya.
"Kok gitu sayang? maaf ya tadi malem nggak kasih kabar. Soalnya hp aku mati." tutur Jo menjelaskan.
"Lain kali tuh kasih kabar. Bikin orang khawatir ajah. Sampe nggak bisa tidur nyenyak." ucap Vheya sewot.
"Iya sayang maaf yahh? nanti sore aku kerumah ya. Boleh nggak?" tanya Jo.
"Emmzz gimana ya?" jawab Vheya bingung.
Vheya ingat kalau sekarang udah punya janji sama Ghea. Entah kelar sampe jam berapa. Karena biasanya, jika sudah berdua, mereka akan lupa waktu.
"Nggak boleh ya? ya udah dech nggak papa." ucap Jo memelas.
"Bukan gitu Jo, kan aku janjian sama Ghea mau main bareng. Belum tau kelar sampe jam berapa. Atau gimana nanti kalo udah pulang aku kabarin kamu dech, gimana?" jawab Vheya menenangkan.
"Ya udah dech, aku tutup telfonnya. Kamu jangan lupa entar kasih kabar. Jangan kecentilan. Awas aja!" ucap Jo posesif.
"Siap bozzz." jawab Vheya meledek.
Jo pun mengakhiri telfonnya. Kemudian lanjut membersihkan lukanya dan mengganti perbannya.
###
Di Mall Vheya dan Ghea sedang asik berbelanja. Mereka memilih baju, tas dan sepatu. Ketika sedang asik memilih, mereka di kagetkan oleh seorang laki-laki, dan ternyata itu Vino.
"Hey kalian disini." tanya vino.
"Hay Vin, iya nichh belanja. Biasalahh buang duit Bokap." ucap Ghea sombong.
"Ohh gitu. Kebetulan gue mau balik. Mau bareng nggak. Biar gue tungguin kalian." ucap vino.
Vheya pun langsung menolaknya. Namun Ghea malah mengajak Vino untuk menemani mereka belanja.
__ADS_1
"Nggak usah Vin, makasih. Kita naik mobil sendiri kok." ucap Vheya menolak.
"Apaan sih Vhey, biarin aja lagi Vino ikut nemenin kita. Siapa tau mau bantuin bawain belanjaan kita." tutur Ghea menyetujui Vino untuk ikut bergabung.
"Hah jadi niat lho cuma mau jadiin gue kacung. Sialan lho Ghe." jawab Vino kesal.
"Nggak papa Vin, itung-itung ibadah. Bikin kita seneng. Nanti dapat pahala gede lho." cuit Ghea meledek.
"Terserah lho dah Ghe." jawab Vino datar.
Akhirnya mereka melanjutkan acara belanja mereka. Sampe waktu menjelang sore, akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi acara belanjanya dan bergegas pulang.
"Ghe kamu mau nebeng aku atau Vino." tanya Vheya pada Ghea.
"Kalau aku nebeng Vino, kamu marah nggak?" jawab Ghea memastikan.
"Yaa nggak papa. Kan aku jadi nggak harus puter balik." ucap vhey.
"Gimana Vin, boleh nggak aku nebeng, kita kan searah." tanya Ghea pada Vino, berharap mau memberi tebengan.
Akhirnya dengan terpaksa Vino menyetujuinya. Padahal dalam hati Vino inginnya mengantar pulang Vheya.
"Ya udah boleh. Yuk." jawab Vino membuat Ghea tersenyum.
###
Di rumah Vheya, ternyata Jo sudah menunggunya. Hampir satu jam Jo menunggu Vheya.
Ketika Vheya sampai di depan rumah, dia kaget melihat ada mobil parkir di depan rumahnya. Dia tidak menyangka kalau Jo yang datang. Karena biasanya Jo menggunakan motornya jika pergi ke Sekolah atau menjemputnya.
Vheya dengan penasaran masuk kedalam rumahnya. Dia kaget melihat Jo sedang duduk santai sembari memainkan hpnya.
"Jo udah lama? aku pikir siapa?" ucap vheya.
"Kamu baru pulang. Aku sampe lumutan nungguin kamu yang?" jawab Jo dengan muka memelas.
Belum sempet Vhey menjawab, dia kaget melihat perban di kepala Jo. Sontak Vheya langsung mendekati Jo dan duduk di sampingnya.
"Jo ini apa apaan. Kamu kenapa? kok di perban gini." tanya Vheya penasaran dan khawatir.
" Nggak papa cuma jatoh dari motor aja." jawab Jo bohong.
Andai Vhey tau kalo dia jatuh karena balap liar, mungkin Vheya akan marah dan memusuhinya.
"Beneran? kok bisa. Sakit nggak? kasian sayangnya aku mukanya jadi kayak gini." ucap Vheya sambil membelai pipi Jo.
__ADS_1
Jo yang mendapat perlakuan seperti itu sontak tersenyum.
"Makasih ya sayang udah perhatian. Sayang dech sama kamu." jawab Jo dengan muka sok polos.
"Kamu belanja apa sayang, kok lama banget. Kamu nggak digodain cowo lain kan sayang?" tanya Jo posesif.
"Nggak kok." jawab Vheya.
Tiba-tiba Jo menyenderkan kepalanya di pundak Vheya. Vheya hanya terdiam kemudian membelai dan mengusap kepala Jo, membuat Jo merasa nyaman.
"Jo kamu laper nggak?" tanya Vhey tiba-tiba memecah kesunyian.
"Kenapa sayang ? kamu laper. Keluar yuk cari makan yang berkuah, ngiler dechh yank," jawab Jo sembari mengajak Vheya keluar.
"Boleh. Emang kamu kuat nyetir mobilnya." tanya Vheya.
"Ngeledek banget kamu Vhey, yang luka itu kepala aku bukan tangan aku." jawab Jo sewot.
Namun ketika Jo melangkah keluar, Vhey melihat Jo berjalan dengan sedikit pincang. Sontak membuat Vheya mengurungkan rencananya untuk pergi makan keluar.
"Sayang kakimu sakit. Udah dech nggak usah makan diluar.vDisini aja yahh. Entar kamu tambah sakit lagi." ucap Vhey khawatir.
"Nggak sakit kok sayang. Ayo dong jadi makan diluarnya. Ayo sayang?" rengek Jo.
"Ya udah ayo. Tapi nggak usah jauh-jauh. Didepan aja yah Jo." ucap Vheya.
###
Akhirnya mereka sampai ditempat makan pinggir jalan. Vheya memesan 2 bakso, dan 2 jus jeruk. Meskipun mereka tergolong orang mampu, bahkan lebih dari mampu, namun mereka tidak pernah malu untuk makan dipinggir jalan.
"kamu nggak malu yang makan dipinggir jalan kayak gini." tanya Jo.
"Kenapa harus malu. Lagian makanannya juga enak kok. Aku mah dimana aja juga ok." jawab Vheya santai.
Jo merasa bangga memacari gadis yang meski hidup berkecukupan,tetapi tetap sederhana.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai menyantap makanannya. Jo mengantar Vheya balik.
"Sayang aku pulang dulu ya, kamu istirahat gihh. Kan cape abis jalan-jalan terus nemenin aku makan."
"Iya sayang. Kamu hati-hati dijalan ya. Nanti kabarin kalo udah sampe rumah. Inget jangan ngebut." ucap Vheya posesif.
"Iya sayang. Ya udah aku pulang ya." jawab Jo sembari berlalu meninggalkan Vheya.
Vheya pun masuk ke dalam rumah dan membaringkan badannya kembali di sofa. Hari ini sungguh membuat lelah, tetapi juga bahagia .
__ADS_1