
Hari ini adalah hari dimana para siswa kelas 12 akan resmi lulus. Acara perpisahan kali ini sungguh meriah di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para siswa benar-benar antusias menyambut acara tersebut.
Mereka datang bersama orangtua dan keluarga. Begitu juga dengan Vheya. Vheya berangkat bersama orangtuanya.
" Semoga kamu lulus dengan hasil yang memuaskan ya nak." ucap mamah Vheya.
" Amin, semoga ya mah."
" Kalau kamu bisa juara satu, papah akan kasih hadiah kamu liburan ke Luar Negri sayang." ucap papah Vheya.
" Pah aku lulus dengan nilai yang lumayan aja udah alhamdulilah pah."
" Lho selama ini kan kamu selalu juara kelas."
" Tapi ini kan untung-untungan pah. Nggak semua yang selalu juara itu beruntung."
" Kamu harus optimis dong sayang."
" Iya doain aja mah pah. Semoga Vhey bisa membanggakan kalian."
Tak terasa obrolan mereka ternyata cukup lama. Mereka telah sampai di sekolah Vheya. Mobil pun parkir di halaman sekolah khusus para tamu undangan.
Vheya dan orangtuanya berjalan beriringan. Saat hendak masuk ke tempat acara, tiba-tiba Jo datang dan menyalami orangtua Vheya.
" Pagi om tante." ucap Jo sembari mencium tangan orangtuanya Vheya bergantian.
" Pagi nak Jo." ucap mamah Vheya ramah.
" Om sebelum masuk, boleh Jo ngobrol sebentar. Ada yang mau Jo omongin sama om."
" Nggak papa pah. Mumpung masih lama acaranya." ucap mamah Vheya.
" Baiklah. Mau bicara apa kamu Jo." kata papah Vheya.
" Kita bicara sambil duduk disitu aja om."
ajak Jo menuju tempat duduk di samping mereka.
" Ya udah aku sama mamah masuk dulu ya pah. Nanti papah nyusul." kata Vheya.
Setelah Vheya dan mamahnya masuk, Jo tidak menyia-nyiakan waktu yang sudah di luangkan oleh papahnya Vheya.
" Sebelumnya maaf om kalau Jo lancang."
" Langsung saja Jo. Jangan berbelit-belit."
" Apa bener om sudah jodohin Vhey sama laki-laki lain om. Om kan tau saya dan Vhey sudah menjalin hubungan cukup lama. Saya bener-bener tulus om. Saya sangat mencintai dan menyayangi Vhey. Saya mohon om batalin perjodohan itu om." ucap Jo panjang kali lebar. (Tapi nggak kali tinggi. Nanti jadi persegi panjang. Hahaha)
__ADS_1
" Maaf Jo. Lebih baik kamu lupakan Vhey."
" Tapi om, apa alasan om nggak merestui hubungan saya dan Vhey om."
" Jo mengertilah, saya melakukan apa yang terbaik untuk masa depan anak saya."
" Apa saya nggak terlihat baik buat anak om. Om bisa lihat sendiri kan, selama 3 tahun saya bersama Vhey, apa pernah saya menyakitinya, atau membuat Vhey menjadi anak yang nakal." ucap Jo lemah.
" Anak saya memang tidak nakal, tapi kamu yang seperti anak nakal. Suka nongkrong dengan genk motor. Suka balap liar. Dan terakhir kamu kecelakaan saat balap liar. Saya tau semua yang kamu lakukan." ucap papah Vheya sinis.
" Jadi itu alasan om nggak merestui hubungan saya sama Vhey. Om itu dulu waktu saya masihh pertama kenal Vheya. Tapi semenjak saya serius sama Vheya, saya sudah menjauhi itu semua om. Saya sudah berubah om, dan itu semua demi Vheya." kata Jo membela diri .
" Sudahlah Jo. Keputusan saya sudah bulat. Saya akan tetap menjodohkan Vhey ." ucap papah Vheya tetap pada pendiriannya.
" Meskipun Vheya tersakiti karena sikap om."
" Apa maksud kamu. Lancang sekali kamu berani ngomong seperti itu sama saya."
" Apa om nggak mikirin perasaan Vheya yang terluka karena perjodohan itu. Vheya nggak bahagia om."
" Apa menurut kamu, dia akan bahagia sama kamu hah. Percaya diri sekali kamu ini."
" Om saya janji akan membahagiakan Vheya. Tapi tolong om jangan jodohkan Vheya dengan laki-laki lain om. Saya mohon om."
" Sudahlah Jo. Sudah mau mulai acaranya. Saya masuk dulu. Dan ingat satu lagi, mulai sekarang lupakan dan jauhi anak saya. Paham kamu."
" Keras kepala sekali kamu ini. Sama seperti papahmu."
" Maksud om apa bawa-bawa papah saya."
" Nggak penting. Sudahlah saya mau masuk."
" Tapi om.......
Belum selesai bicara, papah Vhey meninggalkan Jo sendiri, kemudian masuk ke dalam menemui Vheya dan istrinya.
Jo merasa kecewa karena gagal meyakinkan papahnya Vheya. Dia belum sanggup jika harus kehilangan Vheya. Apalagi harus melihat Vheya bersanding dengan laki-laki lain. Itu sungguh akan sangat menyakitkan hati Jo.
Namun Jo masih bingung apa maksud dari omongan papah Vhey tentang perkataannya, yang mengatakan bahwa dirinya keras kepala seperti papahnya. Apa om Alex sudah mengenal papah Jo. Atau mungkin mereka punya masalah. Atau mungkin ini juga sebab kenapa papah Vheya tidak merestui hubungannya itu.
Jo semakin bingung. Di saat bersamaan orangtuanya datang dan mengajak Jo masuk ke dalam ruangan.
Acarapun sudah di mulai. Berbagai rangkaian acara telah disuguhkan. Kini tiba saatnya pengumuman juara pertama dari kelas IPA . Vhey terlihat santai dan sedang asik ngobrol bersama Ghea. Dia kaget dan terkejut saat pembawa acara menyebut namanya dan mempersilahkan naik ke atas panggung.
" Gue nggak salah denger Ghe."
" Selamat ya Vhey. Lho bisa mempertahankan prestasi lho. Lho yang berhasil jadi juara satu." ucap Ghea bahagia.
__ADS_1
" Selamat ya nak. Kami bangga sama kamu nak ." ucap mamah Vheya sembari memeluk Vhey. Kemudian di lanjutkan papahnya yang memeluk.
Vheya naik ke atas panggung. Kepala sekolah memberikan piala dan hadiah untuk Vheya. Jo yang melihat Vheya, begitu sangat bahagia.
Saat Vheya menatap Jo, Vheya tak kuasa menahan air matanya. Laki-laki yang selalu mendampinginya, membuat bahagia dan selalu ada buat Vhey, apakah semua itu akan berlalu begitu saja.
Vheya yang akan menghampiri Jo, hampir dicegah oleh papahnya. Namun di tahan oleh mamah Vheya.
" Biarin pah. Berikan mereka waktu. Ini semua nggak mudah buat mereka pah."
" Tapi mamah kan tau, papah nggak suka sama anak itu."
" Pah ini lagi banyak orang. Tahan emosi papah, biarin mereka menyelesaikannya sendiri. Lagian nanti malam Vheya juga akan bertunangan dengan Rey. Jadi mamah mohon jaga emosi papah."
" Iya mah."
Akhirnya pak Alex membiarkan Vheya menemui Jo. Anggap saja sebuah perpisahan bagi mereka.
Namun tidak seperti yang mereka bayangkan. Vhey dan Jo keluar menuju bangku taman sekolah, meski acara masih berlangsung.
" Sayang selamat ya. Aku bangga sama kamu."
" Makasih sayang. Ini juga semua karna dukungan dan semangat dari kamu."
" Tapi aku sedih sayang,vaku nggak berhasil bujuk papah kamu."
" Jo aku sayang sama kamu. Aku nggak mau sama yang lain Jo. Aku harus gimana Jo."
" Aku juga nggak rela kamu sama yang lain."
Sesaat Jo langsung membawa Vheya ke dalam pelukannya. Dia mengecup kening Vheya begitu lama.
Saat itu keadaan sedang sepi karena semua berada di ruangan tempat acara berlangsung. Hanya sesekali ada yang lewat.
Vhey begitu menikmati pelukan Jo. Vheya memberanikan diri mengecup bibir Jo sekilas. Jo kaget karena biasanya dia yang memulai. Tapi kali ini Vheya yang menciumnya.
" Aku nggak mau pisah sama kamu Jo."
" Nanti aku akan datang ke acara kamu untuk ngebatalin pertunangan kamu."
" Nggak semudah itu Jo."
" Kamu percaya sama aku Vhey. Aku bener-bener nggak rela kamu sama orang lain."
" Apa kita kabur aja Jo."
" Jangan sayang. Nanti papah kamu tambah benci sama aku."
__ADS_1
Akhirnya Jo menyusun rencana untuk menggagalkan acara pertunangan kekasihnya dengan pria lain. Jo tidak rela begitu saja melihat orang yang selama ini bersamanya harus menjadi milik orang lain.