Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 32


__ADS_3

Di Rumah, Vheya dan Ghea sedang menikmati cemilan dan segelas juz melon. Ghea baru pertama kali main ke Rumah baru Vheya dan suaminya.


" Rumah kamu gede banget Vhey," kata Ghea.


" Rumah suamiku, bukan rumahku." jawabnya.


" Kamu kan istrinya, berarti ya tetep statusnya rumahmu. Kan katanya harta suami harta istri. Tapi kalo harta istri ya tetep punya istri." jelas Ghea.


" Gitu ya. Terserah lho deh."


" Yey di kasih tau juga."


" Hmzzz." jawab Vheya santai.


Mereka banyak bercerita ini itu sampai lupa waktu. Ketika hampir menjelang sore, Ghea berpamitan untuk pulang.


" Aku balik ya Vhey, udah sore."


" Nggak nginep aja. katanya mau nginep disini."


" Ogah. Ntar cuma jadi obat nyamuk doang. Tiap detik liat kalian mesra-mesraan." jawab Ghea.


Ghea pun pamit pulang. Selang beberapa menit mobil Rey terlihat sudah terparkir di garasinya. Vheya buru-buru membereskan semuanya. Suaminya paling anti rumah berantakan.


Vheya berlari membukakan pintu untuk suaminya itu. Vheya selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik dan patuh terhadap suami. Itu adalah pesan dari orangtuanya ketika sebelum dirinya menikah.


Rey yang melihat istrinya menyambut kepulangannya, langsung memeluknya dan mengecup kening istrinya. Rasanya seperti habis meninggalkannya berhari-hari, padahal cuma beberapa jam saja.


" Kangen banget sama kamu." kata Rey.


Vheya hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. Vheya membawakan tas kerja suaminya. Sampai di kamar, Vheya membantu suaminya melepas dasinya.


" Mas mau mandi dulu nggak. Aku udah siapin airnya." kata Vheya.


" Iya sayang, ya udah mas mandi dulu ya." Rey berjalan menuju kamar mandi.


Setelah hampir setengah jam, Rey keluar dari kamar mandi. Namun istrinya ternyata tidak ada di dalam kamar. Rey berjalan menuju ke dekat meja rias Vheya. Rey melihat ponsel Vheya tergeletak diatas meja. Rey baru menyadari ponsel istrinya itu rusak, akibat dirinya yang semalam melemparnya ke lantai, saat Rico mengirim pesan untuk istrinya.


" Mas udah selesai mandinya." ucap Vheya dari balik pintu.


" Udah sayang. Kamu dari mana?" kata Rey.

__ADS_1


" Beresin tadi sisa makanan. Tadi Ghea abis dari sini." ucapnya.


" Cuma Ghea atau sama yang lain juga." tanyanya lagi.


" Cuma Ghea aja. Sayang mau makan sekarang atau nanti." ucap Vheya menawari suaminya untuk makan.


" Nanti aja sayang. Sayang makan diluar aja yuk. Sama sekalian beli ponsel baru buat kamu." kata Rey membuat Vheya kaget.


" Buat apa mas. Aku kan masih ada ponsel satunya."


" Udah jangan ngebantah suami. Ponsel kamu rusak juga gara-gara mas tadi malem. Maafin ya sayang mas khilaf." kata Rey.


" Makanya lain kali diomongin baik-baik. Jangan langsung emosi. Apalagi sampai banting-banting barang. Kan sayang kalo rusak harus beli lagi." kata Vheya membuat Rey semakin merasa bersalah.


Rey menghampiri Vheya dan memeluknya. Rey begitu takut kehilangan istrinya. Namun terkadang sifat cemburu Rey, membuat Vheya jengkel. Mereka pun bersiap- siap untuk pergi keluar.


###


Di sebuah tempat makan, Rey dan Vheya sedang menikmati makanannya. Setelah selesai menyantap makanannya, mereka kemudian berjalan untuk mencari ponsel baru untuk Vheya. Setelah menemukan yang cocok dan membelinya, mereka lanjut jalan-jalan menikmati udara malam.


" Makasih ya mas udah beliin ponsel baru buat aku." Kata Vheya.


" Nggak mas, aku nggak pengen apa-apa lagi. Aku cuma pengen jalan-jalan berduaan sama mas." ucap Vheya membuat Rey semakin gemas terhadap istrinya.


" Kamu tuh emang spesial banget sayang. Diluaran sana pasti banyak wanita yang hobi belanja, ngabisin duit suaminya, tapi kamu beda banget. Mas beruntung banget milikin kamu Vhey." kata-kata Rey membuat Vheya tersenyum bahagia.


Saat mereka asik berjalan, mereka melihat baju bayi yang lucu-lucu. Rey mendekatinya, bahkan mengambil satu baju bayi yang lucu dan menunjukan kepada istrinya.


" Sayang lihat deh, lucu banget deh sayang." kata Rey gemas melihat baju bayi yang dipegangnya.


" Ikhh mas apaan sih, taruh ditempatnya lagi gih." kata Vheya.


" Sayang, mas jadi pengen punya bayi." kata Rey membuat Vheya melotot menatap tajam kearah suaminya itu.


" Mas apaan sih. Aku belum siap mas. Aku kan baru aja kuliah, nunggu lah setahun lagi bisa kan mas." jawaban Vheya membuat Rey kecewa.


Rey sudah sangat ingin memiliki seorang anak. Namun Vheya berbeda dengan Rey, dirinya masih ingin menikmati masa-masa pacaran setelah menikah bersama Rey. Rey sebenarnya juga memahami kondisi istrinya. Dia juga tidak memaksakan untuk secepatnya mempunyai momongan. Setelah hampir larut malam, mereka memutuskan untuk pulang.


###


Sesampainya dirumah Rey langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Vheya membersihkan diri kemudian menghampiri suaminya. Sifat manjanya pun seketika keluar, dan tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah memejamkan matanya.

__ADS_1


Ketika menjelang pagi, Vheya di kagetkan dengan pesan dari sahabatnya.


📩 Vhey nanti berangkat pagi.


📩 Ada yang mau aku obrolin penting.


Vheya heran tidak biasanya Ghea pagi-pagi menghubungi dirinya. Biasanya kalo ada hal yang sangat penting baru Ghea menghubunginya di waktu pagi seperti ini. Vheya jadi semakin penasaran.


Vheya bergegas menuju kamar mandi untuk buru-buru mandi. Setelah selesai, baru dirinya membangunkan suaminya. Tumben saja suaminya langsung nurut tidak seperti biasanya yang akan melakukan drama terlebih dahulu.


Sambil menunggu suaminya mandi, Vheya mengirim pesan untuk Ghea.


📨 Ada apa sih Ghe. Bikin penasaran aja.


📩 Pokoknya lho dateng pagi.


📨 Akh nggak asik lho nggak mau kasih tau.


📩 Ini menyangkut rumah tangga lho Vhey.


📨 Akhh lho bikin gue jadi makin penasaran.


📩 Siapin mental lho buat nanti denger berita dari gue.


📨 Akhh sialan lho Ghe.


Vheya menutup ponselnya saat mendengar Rey membuka pintu kamar mandi. Vheya mendekat ke arah suaminya. membantu mengeringkan rambut suaminya. Rey yang diperlakukan seperti itu merasa sangat bahagia.


Setelah selesai bersiap-siap, mereka turun untuk sarapan. Vheya mengambilkan makanan untuk suaminya.


" Mas aku berangkat sendiri ya. Nggak papa kan mas." kata Vheya.


" Ya udah nggak papa sayang. Tapi kamu hati-hati. Inget jangan sembarangan memasukan laki-laki lain ke dalam mobil." kata Rey menyinggung Vheya.


" Ikhhh mas apaan sih. Kan kemarin niatnya nolong mas."


" Tapi yang kamu tolong bisa saja beranggapan lain." kata Rey lagi.


" Iya mas. Maafin aku ya. Udah jangan dibahas lagi, nanti ribut lagi ujung-ujungnya." kata-kata Vheya membuat Rey menatap istrinya seperti ada penyesalan pernah melakukan itu.


Rey langsung menghampiri Vheya, memeluknya dan menciumnya sambil terus mengucapkan maaf atas apa yang pernah diperbuatnya. Rey melakukan itu semua semata-mata karena takut kehilangan Vheya.

__ADS_1


__ADS_2