
Ghea dan Jo sudah berada di sebuah restoran seafood. Benar saja, Jo menepati ucapannya untuk mentraktir Ghea. Bahkan Ghea sampai merasa kenyang. Selain makanannya enak-enak, yang paling penting adalah gratisan. Jadi Ghea tak perlu repot-repot keluar uang.
" Sering-sering aja ya Jo." kata Ghea.
" Sering-sering apaan." tanya Jo.
" Ya ini kaya gini. Traktir makan-makanan enak kaya gini. Yang sering-sering aja. Gue pasti nggak akan pernah nolak kok." ucap Ghea cengengesan.
" Hahhh itu sihh mau lho aja. Mana banyak lagi lho makannya." ucap Jo meledek.
" Enak aja gue makannya banyak. Orang cuma kaya gini doang." ucap Ghea sewot.
" Ya udah yuk cabut. Takut lho khilaf terus laper lagi. Hahahaha." ucap Jo sembari berlalu meninggalkan Ghea.
Ghea yang merasa kesal karena ucapan Jo, langsung saja mengejarnya dan memukulnya dari belakang. Jo mengerang kesakitan, namun Ghea malah menertawakannya. Seolah-olah puas bisa membuat Jo kesakitan.
" Ghea sakit tau nggak. Awas ya gue kerjain balik ntar." ucap Jo.
" Wlee siapa takut." ucap Ghea meledek.
Saat Ghea berlari karena dikejar oleh Jo, tiba-tiba Ghea terpeleset sesuatu dan Jo dengan sigap langsung menolongnya. Ghea tak percaya dirinya kini ada dipelukan Jo. Bahkan jarak antara mereka hanya sejengkal. Jo yang menyadari itu, langsung melepas tangannya.
" Lho nggak papa Ghe." tanya Jo mencairkan suasana.
" Nggak papa kok Jo. Makasih ya udah nolongin gue." ucap Ghea yang masih menstabilkan jantungnya. Pasalnya saat dipelukan Jo, jantungnya berdetak sangat kencang. Untung saja Jo tidak mendengarnya.
" Makanya kalo lari liat-liat. Buruan masuk mobil, gue anterin lho balik." kata Jo memerintah.
" Iya."
Ghea langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobilpun mereka hanya saling diam. Sampai akhirnya sampailah didepan rumah Ghea. Ghea turun dari mobil, namun Jo sepertinya enggan untuk sekedar turun. Dia hanya menurunkan kaca jendela mobilnya saja.
" Makasih ya Jo udah ngajak gue makan. Di traktir pula." ucap Ghea.
" Ok. santai aja lagi. Ya udah gue cabut dulu ya." kata Jo yang langsung menancap gasnya.
Ghea langsung masuk kedalam rumah dengan hati yang masih tak karuan. Benar saja dia nggak bisa melupakan kejadian saat berada dipelukan Jo. Meski singkat namun sangat membekas di hati.
Ghea mencoba melupakan kejadian itu. Namun semakin dilupakan malah semakin terbayang-bayang dengan tatapan Jo. Mungkinkah karena terlalu lama sendiri, membuat Ghea menjadi mudah baper. Ghea hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.
" Huftt perasaan macam apa ini ya allah." kata Ghea menggerutu di dalam kamar.
Saat sedang melamun, tiba-tiba saja Vheya menelfonnya. Dan Ghea pun langsung mengangkatnya.
tutt tutttt tuttt
__ADS_1
" Hallo Ghea."
" Hallo Vhey, ada apa nih tumben telfon." tanya Ghea.
" Iya nihh. Eh besok pagi kamu jemput aku kerumah. Aku punya sesuatu buat kamu pokoknya." kata Vheya bersemangat.
" Apaan sih Vhey. Jangan bikin penasaran deh." ucap Ghea.
" Pokoknya aku tunggu besok dirumah." ucap Vheya memaksa.
" Iya-iya besok aku kesitu."
" Ok deh. Bye Ghea."
" Bye."
Vheya pun menutup panggilan telfonnya. Ghea yang masih penasaran justru terlihat santai.
####
Pagi-pagi sekali Ghea sudah berada dirumah Vheya. Padahal Vheya saja baru selesai mandi. Akhirnya Ghea menunggu Vheya di dapur sembari mencicipi masakan asisten rumah tangga dirumah Vheya.
" Bi enak deh masakannya." kata Ghea memuji masakannya.
" Non Ghea makan aja dulu nggak papa." ucap bibi menawarinya.
" Soalnya tadi malem pulangnya hampir jam 12 malem Non."
" Whatt, emang dari mana bi." tanya Ghea lagi.
" Katanya sodaranya ada yang lagi nikahan Non. Non kok nggak pernah bawa pacarnya kesini." tanya si Bibi.
" Ikhh apaan sih bibi. Aku belum punya pacar bi. Nggak ada kali cowo yang mau sama aku." kata Ghea.
" Jangan gitu non. Nanti pasti dapet pacar yang baik kaya mas Rey." kata si Bibi.
" Emang Rey baik bi."
" Iyalah. Non Vheya beruntung banget sama mas Rey. Udah ganteng, baik, pekerja keras dan setia pula. Saya aja yang udah dari dulu sama mas Rey ngerasa betah banget." kata Bibi memuji majikannya.
Tiba-tiba Vheya datang dan mengagetkan Ghea yang sedang mencicipi nasi goreng bikinan si Bibi.
" Wahhh ada tamu nih pagi- pagi." kata Vheya.
" Hemmzz yang baru bangun. Nyuruh aku dateng kesini, ternyata masih molor." ledek Ghea.
__ADS_1
" Biasa bayi gede gue susah disuruh bangun." ucap Vheya ngasal.
" Vhey aku numpang makan ya. Nggak sempet sarapan tadi."
" Pake ijin segala kaya sama siapa aja."
Tiba-tiba dari ruang tengah ada yang memanggil Vheya.
" Sayang." panggil Rey.
" Iya mas. Lagi di dapur." jawab Vheya.
" Eh ada Ghea. Tumben pagi-pagi udah disini." kata Rey.
" Iya mas. Tau tuh Vheya nyuruh jemput kesini." kata Ghea.
" Kamu nggak berangkat sama mas, sayang." tanya Rey kepada Vheya yang sedang ikut menikmati nasi goreng.
" Lain kali ya mas. Aku ada sesuatu yang pengen di kerjain. Mas sarapan dulu yuk aku ambilin." kata Vheya.
" Nanti aja deh sayang. Mas buru-buru banget nih." kata Rey.
" Kok gitu sih. Makan dikit aja. Nih aku suapin." ucap Vheya memaksa.
Rey hanya bisa menuruti kemauan istrinya itu. Setelah beberapa suap akhirnya Vheya mengijinkan Rey untuk berangkat ke kantor.
Setelah kepergian Rey, Vheya langsung mengajak Ghea menuju kesalah satu kamar di samping kamar Vheya dan Rey. Ghea hanya mengekor di belakang Vheya sambil berpikir apa sebenarnya yang akan Vhey tunjukan.
" Nih Ghe buat kamu."
" Apa ini Vhey." kata Ghea sembari membuka kotak kecil pemberian Vheya.
" Buka deh. Itu baru yang paling kecil. Nanti ada lagi yang lebih gede." ucap Vheya.
" Vhey ini kan gelang couple yang pernah kita pengen beli."
" Iya itu buat kamu. Kemarin aku nggak sengaja liat, terus kata Rey boleh beli. Ya udah aku beli aja."
" Makasih ya Vhey, kamu emang sahabat aku yang paling baik."
" Iya sama-sama. Nih satu lagi buka." kata Vheya.
" Vhey buat apa sih semua ini. Aku nggak enak sama Rey, kalo kamu ngasih barang-barang kaya gini buat aku." ucap Ghea tak enak hati.
" Tenang yang ini bukan pake duit suami aku kok. Tapi ini kemaren aku dapet dikasih waktu dateng ke acara pernikahan sodaranya Rey." kata Vheya menjelaskan.
__ADS_1
Ghea langsung memeluk Vheya. Dia begitu bahagia mempunyai sahabat seperti Vheya. Sahabat yang selalu ada dalam suka maupun duka.