Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 48


__ADS_3

Ghea sudah membuat janji untuk datang kerumah Vheya. Dia sengaja ingin mengajak jalan-jalan Vheya. Sebenernya tujuan awal adalah mempertemukan Jo dan Vheya. Kalau bukan Jo yang memaksa untuk meminta maaf kepada Vheya, Ghea tak mungkin mau melakukan ini.


" Hay Ghe. Kok baru dateng sih. Aku nungguin dari tadi juga." kata Vheya.


" Iya nih, tadi ada urusan sebentar." kata Ghea.


" Tumben ngajak aku jalan-jalan. Gabut ya?" ledek Vheya.


" Ya semenjak kamu nikah, aku nggak enak lah sama Rey kalau ngajak kamu jalan terus."


" Hmzzz iya deh. Emang kita mau kemana?" tanya Vheya.


" Kamu udah ijin belum sama Rey. Ntar dia marah-marah kamu pergi." tanya Ghea takut kalau nanti Rey marah.


" Udah kok. Tapi harus pulang sebelum dia pulang dari Kantor. Nggak papa kan Ghe." ucap Vheya.


" Iya nggak papa. Ya udah yuk berangkat sekarang aja." ucap Ghea mengajak Vheya masuk kedalam mobilnya.


Diperjalanan Vheya dan Ghea mengingat kembali masa-masa SMA. Banyak kejadian-kejadian yang mereka lewati bersama. Karena saking asiknya ngobrol sampai tak terasa mobilnya sudah masuk di parkiran Mall. Mereka pun langsuk masuk dan mulai keliling-keliling.


" Makan dulu yuk Vhey." ajaknya.


" Mau makan apa? mending tadi di pinggiran. Aku kangen pengen makan seblak." ucap Vheya.


" Kamu pengen seblak Vhey. Ya udah yuk kita cari diluar." kata Ghea.


" Nanti aja nggak papa Ghe. Dari pada bolak balik." ucap Vheya.


" Nggak papa. Kita isi perut dulu. Biar semangat belanjanya. Soalnya banyak banget yang mau aku beli." jelas Ghea.


" Ya udah terserah kamu aja."


Vheya dan Ghea berjalan bergandengan tangan mencari penjual seblak. Hampir 10 menit mereka akhirnya menemukan apa yang mereka cari. Saat baru saja duduk dan memesan 2 porsi seblak, tiba-tiba Jo datang dari arah belakang. Vheya pun seketika langsung berdiri dan ingin melangkah pergi. Namun Jo lebih dulu memegang tangannya.


" Vhey tunggu sebentar aja. Aku mau ngomong sesuatu Vhey." ucap Jo.

__ADS_1


" Lepasin tangan aku. Kamu mau buat aku celaka lagi." ucap Vheya yang mencoba terus berusaha melepaskan tangannya.


" Mending kalian duduk dulu deh. Selesein masalah kalian baik-baik." ucap Ghea merasa tidak enak kepada Vheya.


" Vhey aku mau minta maaf sama kamu Vhey. Maaf udah nyakitin hati kamu. Maaf juga udah bikin kamu terluka kaya gini. Aku bener-bener nggak ada niat sedikitpun buat nyakitin kamu. Apalagi sampai bikin kamu terluka kaya gini." ucap Jo merasa bersalah.


Vheya masih duduk terdiam membisu. Vheya masih enggan untuk menanggapi Jo. Namun Jo terus mengulang-ulang kata maaf kepada Vheya. Akhirnya, karena juga diyakinkan oleh Ghea, Vheya pun mau memaafkan Jo.


" Vhey maafin aku." ucap Jo.


" Iya udah aku maafin kok." ucap Vheya yang masih terdiam duduk di depan Ghea.


" Kamu serius kan Vhey. Aku seneng banget akhirnya kamu mau maafin aku. Kita damai nih ya?" ucap Jo bersemangat.


" Iya." ucap Ghea dan Vheya bersamaan.


" Wah kompak banget kalian. Eh ngomong-ngomong boleh dong icip-icip dikit seblaknya." kata Jo.


" Beli sendiri. Jangan maunya gratisan doang." kata Ghea dengan nada tinggi.


Akhirnya Jo pun ikut memesan seblak seperti 2 wanita di dekatnya. Saat pesanannya datang, Jo langsung menyambar makanannya. Mereka bertiga makan dengan lahapnya.


Di Kantor Rey sedang makan siang bersama rekan bisnisnya. Hari ini bagitu sangat sibuk sampai tak ada waktu untuk sekedar menanyakan kabar istrinya. Setelah selesai menyantap makanannya, Rey pamit untuk menuju ruangannya kembali.


Setelah buru-buru sampai ruangannya, Rey langsung mencari ponselnya yang tertinggal saat mengadakan rapat tadi. Dicarinya kontak istrinya dan lagsung menelfonnya.


📞📞📞📞📞


Tuttt tuttt tutt


" Hallo mas"


" Hallo sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Rey.


" Aku sama Ghea mas abis makan seblak. Terus lanjut belanja, boleh kan mas?" ucap Vheya.

__ADS_1


" Iya sayang. Kamu jangan kecapean ya sayang. Ingat sebelum mas pulang harus udah sampai dirumah." kata Rey mengingatkan kembali.


" Iya mas. Ini juga bentar lagi selesai kok. Aku belanja banyak nggak papa kan mas?" tanya Vheya meminta ijin.


" Ya nggak papa sayang. Terserah kamu aja mau beli apapun. Lagian kamu kan udah lama nggak pernah keluar belanja." ucap Rey lagi.


" Mas lagi apa? udah makan belum sayang?" tanya Vheya.


" Udah baru aja sayang. Kamu mau dibawain apa nanti kalo mas pulang sayang." tanya Rey.


" Nngak usah mas. Aku juga udah belanja keperluan dapur kok. Yang penting mas cepet balik aja ya?" ucap Vheya manja.


" Iya sayang. Mas selesai urusan langsung pulang kok. Ya udah kamu hati-hati ya. Mas tutup telfonnya. I Love You istriku."


" Love you too suamiku." ucap Vheya mengakhiri panggilan telfonnya.


Ghea yang dari tadi disebelahnya hanya tersenyum-senyum melihat sahabatnya yang habis telfonan dengan suaminya. Dirinya terkadang merasa iri karena sampai saat ini belum memiliki kekasih.


" Vhey iri deh aku tuh kadang-kadang lihat kamu sama suami kamu." ucap Ghea tiba-tiba mengagetkan Vheya.


" Iri gimana Ghe."


" Ya aku juga pengen ngerasin punya kekasih hati yang perhatian kaya kamu." ucap Ghea membuat Vheya memeluk sahabatnya.


" Kenapa kamu nggak mencoba mencari kekasih. Kenapa selama ini kalau didekati laki-laki kamu selalu nggak mau merespon. Kamu jangan terlalu cuek seperti itulah Ghe." ucap Vheya menasehati.


" Aku nggak percaya diri aja Vhey. Dulu kamu tau kan sekalinya aku pacaran, ternyata diselingkuhin. Ternyata cuma di manfaatin." ucap Ghea teringat masa lalunya yang menyedihkan.


" Tapi kan nggak mungkin laki-laki akan sama seperti dia Ghe. Coba buka hati kamu Ghea. Jangan kaya gini terus. Kamu itu cantik, baik, pasti banyak yang suka sama kamu Ghea." ucap Vheya.


" Ah udahlah yuk pulang. Udah nggak kuat nih tangan aku bawa belanjaan segini banyaknya." ucap Ghea.


" Ya udah yuk."


Mereka pun menuju mobil mereka dengan tentengan belanja yang super duper banyak. Ghea dan Vheya seperti habis berlomba-lomba membeli baju dan semua kebutuhannya.

__ADS_1


Vheya hari ini merasa sangat senang. Namun dalam hatinya teringat kembali saat Jo tadi memohon-mohon untuk di maafkan. Vheya memang sudah memafkan, tapi hatinya masih merasakan sakit. Dia teringat kembali dengan buah hatinya yang tak sanggup ia jaga.


Meski dirinya sudah ikhlas, namun karena hal itu dirinya merasa telah mengecewakan Rey. Rey begitu sangat menginginkan kehadiran buah hatinya. Namun apalah daya, semua sudah diatur oleh yang kuasa. Kita nggak pernah tau kapan dan dimana milik kita akan diambilnya. Yang pasti Vheya bersyukur masih diberi umur panjang.


__ADS_2