
Matahari mulai menampakan sinarnya. Entah sudah berapa kali alarm berbunyi, tetapi diacuhkan oleh sang empunya. Dia masih asik bersembunyi dibalik selimut hangatnya, hingga suara teriakan mengagetkannya.
"Vheya jam berapa ini hah. Mau bangun jam berapa kamu? anak perawan kok kalah sama ayam bangunnya." tutur mamah Vheya sembari teriak-teriak di samping Vheya.
"Aduh mamah, kalo mau bangunin jangan kayak gini dong caranya, Vheya bisa jantungan mah." jawab Vheya sembari menutup telinganya. Namun belum sadar waktu sudah menunjukan jam setengah tujuh.
"Sekarang liat jam berapa? apa gunanya pasang alarm. Kalau ujung-ujungnya dimatiin terus." ucap mamah Vheya.
Seketika Vheya melirik alarm nya. Dia berteriak dan pergi berlari ke Kamar mandi.
"Kenapa mamah nggak bangunin dari tadi sihh, Vhey kan jadi telat." teriak Vheya dibalik kamar mandi, namun diacuhkan oleh mamahnya yg berlalu dari kamar Vheya menuju meja makan.
"Huhh nggak sempet sarapan dechh, dari pada ntar telat, ujung-ujungnya dihukum, suruh hormat bendera, kalo nggak lari keliling Lapangan. Huh apa kata dunia, Vheya si gadis cantik nan imut ini harus panas-panasan kaya gitu." batinnya dalam hati sembari berlari keluar kamar.
Sesampainya di ruang makan, mamahnya langsung menawari Vheya untuk sarapan. Namun Vheya menolaknya.
"Sayang sarapan dulu!" perintah mamah Vheya.
"Nggak akh mah, udah telat nih. Mamah sih nggak bangunin Vheya. Jahat banget sih mamah. Pengen ya anaknya dihukum gitu." ucap Vheya sembari memakai sepatunya.
"Allahu akbar Vheya. Dari tadi yang dipanggil-panggil nggak nyaut siapa hah. Alarm bunyi nggak denger-denger siapa. Pake nyalahin mamah segala. Dasar anak nakal." jawab mamah Vheya nyolot.
Begitulah mamah Vheya kalau ngomel nggak ada tandingannya. Tapi biar begitu, mamahnya begitu pengertian dan perhatian terhadap Vheya. Beliau selalu bisa berperan pada situasi dan kondisi yang tepat. Sebagai sahabat bila anaknya sedang curhat, sebagai kakak bahkan sebagai partner yang baik sekalipun.
"Iya-iya mamah sayang. Dahhh Vheya berangkat. Assalamualaikum." ucap Vheya sembari meraih tangan mamahnya.
"Waalaikumsalam. Hati-hati di Jalan." jawab mamah Vheya.
__ADS_1
Vheya pun bergegas keluar rumah dan langsung menaiki mobilnya. Hari ini Dia minta diantar supir. Selain nggak cape nyetir juga bisa istirahat dulu didalam mobil.
Vheya pun membuka kotak roti yang tadi mamahnya masukin ke dalam tasnya. Meskipun Vheya enggan sarapan, tapi mamahnya selalu membawakan bekal agar perut anaknya tidak keroncongan saat belajar di kelas.
###
Di Kelas sudah ramai anak-anak. Ada yang berkerumun ngerumpi, ada yang asik main hp, ada pula yang serius baca buku. Entah buku apa yang dibaca, bisa jadi bukan buku pelajaran tapi malah buku novel. Ada pula yang dipojokan entah sedang melakukan apa.
Vheya turun dari mobil, dan berlari tergesa-gesa. Untung pintu gerbang belum ditutup. Apa jadinya kalau sampe sudah ditutup, alamat balik lagi ke Rumah. Dan ketika berlari, walaupun sempat ada yang menyapa pun hanya disenyumin karena takut gurunya lebih dulu masuk kelas dari pada Vheya.
Vheya terus berlari-lari sambil ngos-ngosan menuju Kelasnya. Maklum kelas Vheya berada di paling ujung. Kira-kira bisa sampe setengah jam kalau jalan santai. (Wkwkwkwk). Ketika sampai di mejanya, Vheya langsung tepar. Dia tempelkan kepalanya diatas meja, membuat seisi ruangan melirik kearahnya.
"Kamu ngapain Vheya ngos-ngosan gitu. Lari maraton sayy." goda Ghea dengan muka penasaran.
"Ya ampun, untung pas banget waktunya. Coba aja kalo telat dikit aja, beneran aku disuruh lari maraton kali Ghe." jawab Vheya sembari mengatur nafasnya.
"Anak-anak, karena pada jam pelajaran ini mendadak ada rapat, jadi kalian ibu beri tugas untuk menyalin materi halaman 2. Pahami, renungi dan pelajari, karena itu materi untuk ulangan besok pagi." tutur guru pelajaran Biologi. Kemudian sang guru keluar dari ruangan kelas.
"Baik bu." jawab anak-anak dengan kompak.
Tiba-tiba Vheya memeluk Ghea yang sedang sibuk menyalin tugas yang diberikan oleh gurunya tersebut.
"Ghe, kamu tau enggak."
"Enggak tuhh. Dan nggak mau tau. Wleeee" jawab Ghea sembari menjulurkan lidahnya.
"Aikh aku serius Ghea," balas Vheya sembari ngotot dan melotot.
__ADS_1
"Iya-iya maaf, ada apa emangnya? gih cerita, aku dengerin sambil nyalin materi ini." jawab Ghea menenangkan emosi Vheya.
"Jo chat aku Ghe. Akhhhhhhhhhh berasa mimpi tau nggak." tutur Vheya sembari berteriak didekat telinga Ghea.
"Izhhh izhhhh Vheya, nggak kenceng-kenceng juga ngomongnya. Budeg nihh kuping aku. Dasar tukang halu." ucap Ghea sembari mengusap-usap telinganya karena merasa panas, akibat teriakan sahabatnya itu.
"Maaf-maaf sayangku, sahabatku yang cantikkkk? nichh chatnya. Liat nichh, aku serius nggak bohong Ghe. Dia tadi malem langsung chat aku, nanyain keadaan aku, so sweet banget kan?" cuit Vheya dengan menunjukan chatnya pada Ghea sembari senyum-senyum sendiri.
"Hmmzz happy dong. Gara-gara bola sialan, eh bola pembawa keberuntungan itu, kamu jadi bisa deket sama Jo. Walaupun sedikit benjol tuh kepala. Tapi terbayarkan sudah bukan?" ucap Ghea meledek.
Obrolan mereka berlalu begitu saja ketika bel istirahat berbunyi. Anak-anak berlarian ke luar kelas. Ada yang menuju Perpustakaan, ada pula yang menuju Taman, dan banyak pula yang menuju Kantin.
###
Di Kantin Jo sedang makan bersama teman-temanya. Vheya yang tadinya mau kekantin, tiba-tiba mengurungkan langkahnya. Vheya masih agak malu kalau harus bertemu langsung dengan Jo.
"Kenapa berhenti sih Vhey? ayo dong ke Kantin. Aku udah laper nichh," ucap Ghea sembari menarik tangan Vheya.
"Liat tuh ada si Jo. Aku malu akhh, ntar aja dechh. Ayo buruan pergi, sebelum Dia liat kita disini." jawab Vheya yang menutupi mukanya dan hendak pergi meninggalkan tempat itu.
Namun belum jadi melangkah pergi, tiba-tiba Jo datang menghampiri.
"Hay Vhey, mau kemana buru-buru amat. Sini dulu dong. Oh iya kepala kamu udah nggak sakit kan?" ucap Jo sembari mengusap kepala Vhey, dan sontak membuat Vhey kaget dan juga malu.
"Udah nggak papa kok Jo. Santai ajah. Ya udah aku sama Ghea balik ke Kelas dulu ya." jawab Vheya dengan raut muka malu dan senang pula karena perhatian dari Jo.
Akhirnya mereka nggak jadi makan, dan memutuskan pergi ke Taman buat duduk duduk santai.
__ADS_1