Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 20


__ADS_3

Malam semakin larut. Namun hujan tak kunjung reda. Mamah Vheya sudah berpamitan untuk ke kamarnya. Sebenernya bukan karena sudah ngantuk, tapi memberikan kesempatan untuk mereka agar lebih banyak ngobrol dan semakin dekat .


Rey yang duduk disebelah Vheya hanya terdiam. Seakan bingung topik apa yang akan dibicarakan.


" Mas kalo udah ngantuk mau istirahat ke kamar aja. Sebelahh kamar aku ada kamar kosong. Mas bisa istirahat disitu." kata Vhey memulai obrolan.


" Nanti dulu lahh. Kamu udah ngantuk." tanya Rey balik.


" Belum juga sich mas. Oh iya mas, makasih ya udah di beliin sepatu. Padahal tadi aku mau bayar sendiri."


" Nggak papa. Apa sih yang nggak buat kamu. Jangankan cuma sepatu, yang lain juga bakal aku kasihh buat kamu."


" Gombal."


" Serius Vhey. Mas sayang sama kamu. Apapun akan mas lakuin buat kamu. Ya walaupun kamu nggak bisa sayang sama mas."


" Kata siapa?" ucap Vheya keceplosan sambil menutup mulutnya.


" Emangnya kamu sayang sama mas?" tanya Rey penasaran.


" Emmzzz ituu ya,,emzzz...." ucap Vhey kebingungan.


" Jujur Vheya. Apa nggak ada sedikit rasa buat mas. Apa nggak ada harapan buat mas milikin kamu seutuhnya."


" Mas ngomong apa sihh."


Tiba-tiba Rey emosi karena merasa dipermainkan hatinya.


" Udahlah Vhey, mas cape kaya gini terus. Kalo emang kamu terbebani dengan status kita, besok aku bilang suruh akhiri semuanya."


" Mas nggak usah marah-marah kali mas."


" Mas kurang gimana lagi sih Vhey, biar kamu bisa nerima mas, buka hati buat mas, mas tuh sayang banget sama kamu Vhey."


Belum sempet Vheya menjawab, tiba-tiba Rey pergi dan melangkah menuju pintu depan. Rey berniat ingin pulang, karena hujan juga sudah mulai reda.


Saat hendak membuka pintu, tiba-tiba rey kaget. Vheya memeluknya dari belakang. Bahkan sangat erat,bseperti isyarat bahwa dirinya tidak ingin ditinggalkan oleh Rey.


" Jangan pergi mas." ucap Vheya lirih.


" Mas mau pulang. Udah berenti tuh ujannya. Besok harus ke kantor."


" Mas nggak boleh pergi."


Rey membalikan badannya. Ditatapnya mata sendu Vhey sudah berlinangan air mata. Rey tidak kuasa melihatnya. Diraihnya tubuh Vhey ke dalam pelukannya.


" Jangan nangis sayang." ucap Rey sembari mengelap air mata Vheya dengan jarinya.


" Mas jangan pergi. Jangan pulang mas."


" Iya sayang. Mas nggak pulang. Tapi udah jangan nangis lagi sayang."


" Mas,,"


" Apa sayang"


" Vhey sayang sama mas Rey."


Rey kaget dengan ucapan Vheya. Rey hampir tak percaya dengan apa yang baru saja Vheya ucapkan.

__ADS_1


" Kamu ngmong apa tadi Vhey, boleh mas denger sekali lagi." kata Rey memastikan.


" Vjey sayang sama mas." Vhey pun menuruti perintah Rey untuk mengulangi ucapannya.


Ditatapnya mata Vhey kemudian di kecupnya kening Vheya. Mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu, dengan keadaan Vheya masih di dalam pelukan Rey.


Rey begitu bahagia saat ini. Akhirnya usaha yang dilakukannya selama ini tidak sia-sia. Hampir satu tahun lebih Rey menunggu kata-kata itu muncul dari bibir Vheya.


" Mas nggak pulang kan?"


" Nggak sayang. Mas disini sama kamu."


" Vhey takut ditinggalin mas."


" Jangan ngomong gitu sayang. Mas nggak akan pernah ninggalin kamu."


" Janji mas."


" Iya mas janji. Vhey, apa ini artinya kamu mau nikah sama mas."


Vheya pun hanya menganggukan kepalanya, sembari tetap memeluk Rey. Ternyata dia begitu sangat nyaman berada di dalam pelukan Rey.


" Kamu serius kan Vhey." tanya Rey masih tak percaya.


" Iya mas, aku mau nikah sama mas."


" Ya udah besok kita bilang sama semuanya. Secepatnya kita menikah ya sayang."


" Iya mas."


Rey pun kembali mengecup kening Vheya. Tak henti-hentinya Rey mengucap syukur dengan apa yang terjadi hari ini. Semoga dilancarkan semuanya, sampai tiba waktunya nanti.


" Nggak mau. Pengen tidur sini sama mas ya. Dipeluk sama mas."


" Emang nggak papa."


" Nggak papa mas."


Tidak lama kemudian mereka sudah tertidur dengan posisi duduk dan Vheya berada dipelukan Rey. Karena memang mereka sudah sama-sama ngantuk dan Kelelahan.


###


Menjelang pagi Rey terbangun karena tangannya merasa kebas. Ternyata Vheya masih berada dipelukannya. Saat Rey mencoba menggeser posisinya, Vheya malah terbangun.


" Mas mau kemana."


" Ini tangan mas sakit."


" Gara-gara aku ya mas. Maaf ya mas."


" Enggak sayang. Ngomong apa sih kamu."


" Udah pagi ya mas."


" Iya sayang. Mas pulang ya. Kan mau ke kantor. Cari uang buat kamu." kata Rey meledek.


Mendengar ucapan Rey, Vhey jadi tersipu malu.


" Apaan sih mas."

__ADS_1


" Lho kan bener. Kan bentar lagi jadi istri mas. Uangnya mas uang kamu juga."


" Ya udah iya-iya. Mas hati-hati di jalan."


" Iya sayang."


Saat Rey sedang mengecup kening Vhey, tiba-tiba mamahnya sudah berada di tangga dan melihat keduanya. Rey yang melihat mamah Vheya langsung panik dan tegang. Takut mamahnya marah.


" Pagi mah." ucap Rey basa basi.


" Pagi juga. Hmzzzzz sepertinya tercium aroma kebahagiaan nichh. Kayanya bakal ada kabar baik nihhh." ucap mamah Vheya membuat Rey salah tingkah.


" Rey pamit dulu ya mah. Mau balik terus ke kantor. Takut kesiangan."


" Nggak sarapan dulu disini."


" Nggak usah mah lain kali aja."


" Yaudah dech. Hati-hati ya. Salam buat mamah papah,"


" Iya mah."


Rey kemudian berpamitan kepada Vheya yang masih terdiam di samping Rey.


" Sayang mas pulang ya."


" Iyaa mas hati-hati dijalan ya."


" Iya sayang."


" Jangan lupa kasih kabar kalo udah sampe."


" Iya sayang. Nggak sabar pengen cepet-cepet satu rumah."


" Ikhh apaan sih mas." ucap Vheya malu-malu.


" Dichhh kenapa malu-malu gitu. Ya udah mas pulang."


Diraihnya leher Vheya dan dikecupnya kening Vhey lama. Sesaat kemudian Rey memberanikan diri mengecup bibir Vheya meski hanya sekilas dan singkat.


" Mas pulang sayang."


Vheya masih terdiam tak percaya dengan apa yang Rey lakukan. Sampai tidak sadar mobil Rey sudah meninggalkan parkirannya dan melaju sangat kencang.


Vheya yang masih terdiam tiba-tiba di kagetkan oleh mamahnya.


" Doorrrr."


" Ya allah mamah. Ngagetin Vhey tau nggak."


" Ya abisnya kamu ngelamun aja sih nak. Jangan ngelamun dong, nanti juga ngalamin kok."


" Ishhh apa sih mamah tuh. Bercanda aja."


" Sepertinya bakal ada berita bagus nichh." ucap mamah Vheya.


" Udah akhh mah aku mau mandi, mau berangkat kuliah." ucap Vheya sembari meninggalkan mamahnya yang sedang meledek dirinya.


Pagi ini benar-benar pagi yang mengesankan dan juga membahagiakan. Vheya sudah memantapkan hatinya untuk Rey. Tinggal selangkah lagi untuk benar-benar menyatukan diri mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2