Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 11


__ADS_3

Hari yang ditunggu tiba. Hari berakhirnya Ujian Nasional. Anak-anak merasa lega bisa menjalani dengan baik. Begitu juga Vheya dan Ghea.


"Akhirnya Vhey kita bebas." ucap Ghea.


"Lho pikir kita tahanan." kata Vheya.


"Ya kan kita habis menghadapi perang besar."


"Lho pikir masa penjajahan."


"Iya otak gue seminggu ini berasa dijajah."


"Stres lho, kebanyakan baca buku."


"Biarin wleee. Eh kita nongkrong yuk."


"Boleh. Tapi ntar malam aja dech. Ortu gue nyuruh langsung balik. Ada yang penting katanya."


"Ok deh. Entar gue jemput ya."


"Ok. Ya udah bye-bye Ghea."


Vheya pun menuju mobilnya. Dia sudah dijemput sedari tadi. Di perjalanan Vheya begitu gembira karena merasa telah lega sudah berakhir masa-masa dimana harus menjadi kutu buku.


Sesampainya di rumah Vheya langsung disambut oleh orangtuanya.


"Gimana sayang, lancar semuanya." tanya mamah Vheya.


"Ya gitu dech mah. Tapi masih deg-degan nunggu hasilnya. Semoga nggak mengecewakan ya mah." ucap Vheya.


"Amin. Semoga hasilnya memuaskan." kata mamah Vheya.


Vheya menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah selesai Vheya turun menuju kolam renang. Disana ada orangtuanya yang sudah menunggunya.


"Mah nanti malem aku mau keluar sama Ghea ya mah." kata Vheya.


"Iya boleh sayang."


Tiba-tiba papahnya langsung menyela pembicaraan mereka.


"Ada yang mau papah omongin Vhey." ucap pak Alex.


"Ngomong apa pah. Serius banget. Mau ngasih aku hadiah ya?" ucap Vheya meledek.


"Iya hadiah yang sangat berharga."


"Masa sih. Iya gitu pah? apaan sihh jadi penasaran."


"Tapi kamu nggak boleh nolak loh ya."


"Ya nggak lah. Masa dikasih hadiah ditolak. Bodoh namanya."


"Kalo nolak papah marah loh."


"Ikhhh buruan napa pah. Penasaran nich."


"Nich hadiahnya." ucap pak Alex sembari menunjukan foto Rey.


Vheya pun tercengang.vDia belum mengerti maksud dari papahnya itu. Kenapa malah ngasih foto laki-laki, sedangkan yang dibahas tadi adalah hadiah.

__ADS_1


"Maksud papah apa?" tanya Vheya.


"Ini hadiah dari papah. Kan kamu janji nggak akan nolak." kata pak Alex.


"Ini apa sih maksudnya pah. Vhey nggak ngerti dech." ucap Vheya bingung.


"Vhey sebenernya mamah sama papah udah jodohin kamu sama anak temen papah."


"Apaaa???? pah ini bukan jaman Siti Nurbaya. Dan papah juga tau aku udah punya Jo."


"Vhey tolong kali ini nurut sama papah."


"Pah aku baru mau lulus. Papah udah main jodoh-jodohan segala."


"Vhey tolong, ini perintah dan kamu nggak boleh nolak."


"Pah ini nggak adil. Gimana dengan hubungan aku sama Jo. Kita saling cinta pah."


"Elaahh cinta monyet. Dia nggak baik buat kamu."


"Nggak baik dari mananya pah. Kita udah bareng 3 tahun pah."


"Pokoknya kamu nggak boleh nolak. Lusa kita akan mengadakan pertemuan. Ingat jangan menolak."


"Tapi pah?"


Belum sempat membela diri, papahnya Vheya sudah berlalu dari kolam renang menuju kamarnya dan di susul oleh mamah Vheya.


Vheya hanya terdiam tak percaya, bagaimana bisa orangtuanya menjodohkannya dengan laki-laki lain. Dilihatnya foto yang diberikan oleh papahnya.


"Ganteng sih, eh tapi kayak pernah liat. Dimana ya?" ucap Vheya dalam batinnya.


Vheya pun ingat, dia adalah laki-laki yang menabraknya saat di Minimarket waktu itu. Vheya jadi berpikir kalau itu sudah direncanakan atau memang hanya sebuah kebetulan.


Vheya dan Ghea berada di Kafe. Ghea sudah memesan makanan dan minuman. Ghea yang melihat Vheya dari tadi diam jadi penasaran.


"Kamu kenapa Vhey? ada masalah. Kok diem terus dari tadi." tanya Ghea.


"Nggak papa Ghe."


"Jangan bohong. Aku tau kamu pasti lagi ada masalah. Soalnya pas terakhir ketemu di Sekolah, kamu masih baik-baik aja kok."


"Aku nggak papa Ghea."


"Vheya kamu nggak percaya sama aku. Nggak mau cerita gitu sama aku. Kita sahabatan dari kapan sih."


"Bukan gitu Ghea. Cuma aku bingung mau cerita dari mana."


"Ya udah cerita gih. Siapa tahu aku bisa kasih solusi."


Akhirnya Vheya menceritakan kegalauan hatinya.


"Aku dijodohin Ghe."


"Whatttt??? nggak salah denger kan nih kuping." tanya Ghea kaget.


"Serius Ghe. Tadi pulang sekolah papah ngomongin ini."


"Jadi kamu disuruh langsung pulang tadi siang itu, buat ngebahas tentang perjodohan." kata Ghea.

__ADS_1


"Iya Ghea."


"Terus kamu gimana? jawab apa."


"Ya aku nolak lah Ghe. Tapi papah tetep keras kepala buat jodohin aku. Dan lebih parahnya lagi, aku nggak boleh nolak." ucap Vheya menjelaskan.


"Emang papah kamu nggak tau hubungan kamu sama Jo."


"Tau Ghe. Tapi kan emang papah dari dulu nggak setuju aku sama Jo."


"Tapi tante kan setuju. Tante nggak belain kamu."


"Ya mamah nggak bisa apa-apa kalau papah udah ada kemauan. Mamah kan nurut-nurut aja sama papah."


"Terus gimana dong?"


"Makanya aku bingung. Buruan cari solusi."


"Aduhh mendadak otak aku jadi lemot Vhey. Nggak bisa mikir apapun. Ehhh tapi calonnya ganteng nggak." tanya Ghea membuat Vheya melotot.


"Stress lho. Malah mikirin ganteng apa enggak. Pikirin gimana hubungan aku sama Jo."


"Apa sih yang bikin papah kamu benci sama Jo."


"Nggak tau jelasnya, yang pasti dia itu anak lawan bisnis papah. Terus juga katanya papah pernah liat Jo lagi balap liar gitu." ucap Vheya menjelaskan.


"Pantesan papah kamu nggak suka sama Jo. Ternyata udah garis keras. Udah jelas nggak bakal direstuin kalo sama Jo."


"Tapi aku sayang sama Jo Ghe. Aku nggak mau putus sama dia."


"Lebih baik kamu ngomong sama Jo langsung. Ini masalah serius jadi harus cepet cari solusi."


"Tapi aku belum siap ngomong ke Jo."


"Mau kapan lagi. Nunggu apalagi. Entar malah kalian yang sakit sendiri tau?"


"Iya dech nanti aku bilang sama dia."


"Lebih cepet lebih baik. Ehh ngomong-ngomong kaya gimana sih calon yang dijodohin sama kamu." tanya Ghea penasaran.


Vheya kemudian menunjukan foto yang papahnya kasih siang tadi. Ghea yang melihat ketampanan laki-laki di dalam foto tersebut langsung terpesona.


"Ya Allah Vhey, ini sihh sempurna banget. Sumpah ganteng banget."


"Apaan sihh Ghea."


"Hehehe maaf-maaf Vhey, tapi bener ini ganteng banget. Dia kuliah atau apa?" tanya Ghea makin penasaran.


"Tahun ini lulus. Dia kuliah di Luar Negri."


"Wawww amazing,,,,, kenapa nggak dijodohin sama aku aja sihh, nggak nolak bener dechh."


"Dasar lho genit."


"Biarinn wlee."


"Udah akhhh yuk balik. Gue mau cari cara ngomong sama Jo gimana."


"Tinggal langsung ngomong aja Vhey."

__ADS_1


"Tau akhh".


Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Vheya yang sedari tadi asik ngobrol sama Ghea, sampai dia lupa untuk mengecek hpnya. Ternyata banyak pesan dan panggilan dari Jo.


__ADS_2