Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 41


__ADS_3

Di Kampus Ghea sedang duduk dengan buku ditangannya. Akhir-akhir ini Ghea begitu semangat membaca buku. Entah sudah berapa banyak koleksi buku novelnya. Yang pasti Vheya akan meminjamnya setelah Ghea menyelesaikan bacaannya.


" Serius banget bebz." ucap Vheya yang langsung duduk disamping Ghea.


" Eh kamu Vhey, iya nih lagi seru ceritanya." jawab Ghea.


" kapan selesai bacanya." tanya Vheya.


" 2 hari lagi ya Vhey. Ntar aku anterin ke rumah deh." kata Ghea.


" Ok deh."


" Gimana sama Rey, udah aman kan?" tanya Ghea.


" Ya gitulah. Kemarin hampir aja berantem sama Jo."


" Kok bisa?" tanya Ghea penasaran.


" Kemarin aku sama Rey balikin kalung yang Jo kasih buat aku." jawab Vheya.


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengagetkan mereka. Vheya bahkan melotot melihat Jo sudah ada disampingnya.


" Kamu ngapain disini Jo." tanya Vheya.


" Ya kuliah lah. Masa nongkrong." jawab Jo santai.


" Maksudnya kamu kuliah disini, sejak kapan?" tanya Ghea penasaran.


" Sejak sekarang. Kenapa, kaget ya?" ledek Jo.


" Kenapa mesti di Kampus ini sih. Nggak cari kampus lain aja." ucap Ghea.


" Terserah aku lah. Nggak ada yang ngelarang juga. Iya nggak sayangku." ucap Jo yang langsung mengusap kepala Vheya.


" Jaga tanganmu Jo." ucap Vheya marah ketika Jo mengusap kepalanya.


" Kenapa sih sayang. Dulu nggak pernah nolak deh." kata Jo santai.


" Itu dulu Jo. Dan sekarang udah beda. Terus satu lagi, jangan panggil-panggil aku pake sebutan sayang. Nggak enak di denger orang." ucap Vheya emosi.


" Kamu kenapa sih Vhey, kamu berubah tau nggak." bentak Jo sembari meninggalkan Vheya dan Ghea.


" Emang aku keterlaluan ya Ghe." tanya Vheya yang heran dengan sikap Jo.

__ADS_1


" Nggak lah. Udah bener sikap kamu kaya gitu." jawab Ghea.


Ghea dan Vheya kemudian berjalan menuju kelasnya. Baru saja beberapa langkah mereka dikagetkan oleh kedatangan Jo yang sama-sama ikut masuk. Vheya hanya menatap Ghea pasrah. Ternyata Jo benar-benar belum bisa hilang dari dunianya. Meski sudah hilang dari hatinya.


###


Rey sedang berada di kantornya. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Apalagi ada bisnis yang sedikit bermasalah. Rey harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikannya. Namun ada hal yang membuat Rey tak bersemangat, Dirinya harus rela meninggalkan istrinya untuk ke luar Kota dalam beberapa hari.


Saat sedang memikirkan masalah kerjaan di luar Kota itu, tiba-tiba Vheya datang mengagetkannya.


" Siang mas, ada yang bisa dibantu." ucap Vheya meledek suaminya.


" Ya ampun sayang. Kamu ada-ada aja. Dari kapan udah ada disini." tanya Rey.


" Baru aja kok. Kangen sama mas, jadi aku kesini. Ganggu nggak mas." tanya Vheya sembari mendekat kearah Rey dan duduk di pangkuan Rey.


" Nggak kok sayang. Tumben istri mas lagi manja kayaknya. Kenapa, pengen apa tiba-tiba kaya gini." tanya Rey penasaran dengan tingkah istrinya.


" Apa sih mas. Orang cuma kangen doang. Ya udah aku pulang nih." ucap Vheya yang beranjak dari pangkuan Rey. Namun lebih cepat ditahan oleh Rey.


" Gitu aja ngambek. Ada sesuatu yang mau mas bicarain sama kamu." ucap Rey membuat Vheya penasaran.


" Apa mas. Kok aku jadi deg-degan." kata Vheya.


" Ada masalah sama bisnis mas. Dan mas harus keluar Kota buat beresin semuanya langsung. Nggak papa kan sayang." ucap Rey.


" Nggak bisa sayang. Harus mas sendiri yang menangani semuanya secara langsung." ucap Rey.


" Berapa lama?" tanya Vheya.


" Paling 3 sampai 4 hari sayang." jawab Rey.


" Kok lama banget. Pokoknya aku mau ikut. Mas tega ninggalin aku sendiri. Pokoknya aku ikut." kata Vheya memaksa ingin ikut suaminya.


" Kuliah kamu gimana sayang. Kan udah sering ijin." ucap Rey membuat Vheya ngambek dan berjalan ke arah sofa.


Setelah kejadian yang dilalui akhir-akhir ini, mamang sikap Vheya semakin manja. Bahkan dirinya enggan untuk ditinggal suaminya. Bahkan setelah kuliah pun Vheya langsung mendatangi Rey di kantornya.


" Sayang jangan ngambek dong." bujuk Rey mendekat kearah Vheya dan memeluknya.


" Mas tega ninggalin aku sendiri. Nanti kalo Jo deketin aku lagi gimana. Emang mas Rela gitu." ucap Vheya membuat Rey berpikir ulang untuk meninggalkan istrinya sendirian.


" Ya udah deh kamu ikut aja ya sayang. Dari pada mas nanti kepikiran kamu terus." ucap Rey berubah pikiran.

__ADS_1


Vheya yang mendengar keputusan Rey untuk mengajaknya langsung kegirangan dan memeluk Rey. Rey pun membalasnya dan langsung mengecup lembut bibir Vheya. Tiba-tiba salah satu karyawannya mengetuk pintu.


tok tok tok


" Masuk."


" Maaf pak mengganggu."


" Ada apa."


" Ini pak saya mau ngasih laporan keuangan bulan ini."


" Taruh saja di atas meja." ucap Rey.


" Baik pak. Kalau begitu saya permisi." ucap karyawan itu yang berlalu meninggalkan Ruangan.


Rey pun berjalan menuju meja kerjanya. Vheya pun mengekor dibelakang Rey dan malah duduk di pangkuan Rey kembali. Rey semakin penasaran dengan sikap manja berlebihan istrinya yang tidak seperti biasanya itu.


" Mas aku pulang ya." ucap Vheya.


" Kenapa nggak nungguin mas. Bentar lagi juga pulang." kata Rey.


" Aku mau mampir beli jajanan yang deket jalan itu mas. Kalau nunggu mas dulu, nanti keburu habis." kata Vheya menjelaskan.


" Ya udah kamu hati-hati dijalan. Inget kalo ada Jo langsung kabarin mas. Jauhin dia ngerti nggak." ucap Rey.


" Iya mas. Ya udah aku pulang dulu ya mas." ucap Vheya yang kemudian mengecup pipi Rey bergantian.


" Nih bawa. Mas nggak ada uang cash." kata Rey.


" Ngapain beli jajanan pake kartu itu segala. Mau di gesekin dimana mas. Di penggorengan. Ada-ada aja mas Rey." ucap Vheya yang seketika membuat Rey tertawa dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Hahahaha. Mas lupa sayang." ucap Rey masih sambil tertawa.


" Aku masih ada uang kok." ucap Vheya.


" Ya udah bawa aja sama kamu. Siapa tau kamu pengen belanja yang lain." ucap Rey penuh pengertian.


" Ya udah deh. Eh tapi mas nggak takut aku habisin uang mas." tanya Vheya berpura-pura akan menghabiskannya.


" Nggak masalah. Mas bisa cari lagi. Kan mas kerja juga buat kamu. Kenapa mas harus takut kehabisan uang. Yang penting istri mas bahagia, istri mas seneng." jawab Rey.


" Makasih ya sayangku. Emang mas suami yang paling the best. Vheya makin sayang dan cinta sama mas Rey. I love you my hubby." ucap Vheya membuat Rey tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Sama-sama istriku." jawab Rey yang kemudian melepas pelukannya.


Vheya pun bergegas keluar dari ruangan Rey.


__ADS_2