
Pagi-pagi sekali sebelum Rey berangkat ke lokasi, dia menyempatkan diri dulu mengajak istrinya untuk cek ke dokter. Vheya sebenarnya sudah menolak, karena belum merasakan gejala apapun. Namun Rey terus memaksanya.
Perjalanan ke Rumah Sakit tidak terlalu jauh. Letak Hotel yang strategis yang membuat Rey memilih untuk menginap di Hotel tersebut. Sesampainya disana, mereka langsung menuju ruangan dokter.
" Selamat pagi dokter."
" Selamat pagi. Silahkan duduk. Ada keluhan apa mba." tanya dokter.
" Sebenernya nggak ada keluhan apa-apa sih Dok. Cuma suami saya ini maksa banget buat cek. Suami saya mengira kalo saya lagi hamil Dok." kata Vheya.
Setelah Dokter melakukan USG ternyata benar, Vheya memang sedang hamil 4 minggu.
" Selamat ya pak, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah." ucap sang Dokter.
" Beneran Dok istri saya hamil." tanya Rey belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Iya pak. Istri bapak sedang hamil 4 minggu. Dijaga kandungannya ya, karena masih muda usia kandungannya jadi harus benar-benar ekstra hati-hati." ucap Dokter.
" Alhamdulillah ya allah. Terimakasih Dok." ucap Rey penuh rasa syukur atas kehamilan istrinya.
" Sama-sama pak. Ini saya kasih Resep vitamin buat istrinya. Bisa di tebus di apotek ya pak." ucap Dokter kemudian memberikan resepnya.
Rey begitu bahagia dengan apa yang baru saja dia dengar. Namun Vheya malah bersikap biasa saja. Seolah-olah seperti tidak senang dengan kehadiran sang buah hati di dalam perutnya.
###
Rey sudah mengantar Vheya menuju ke Hotel. Rey menyuruh istrinya untuk istirahat di kamar. Sebenarnya Rey tak tega meninggalkannya sendiri di Hotel, namun pekerjaannya juga penting.
" Sayang nggak papa mas tinggal sebentar." tanya Rey.
" Nggak papa mas." jawab Vheya datar.
" Mau nitip sesuatu, atau sayang pengen makan apa. Nanti mas beliin." tanya Rey lagi.
" Nggak mas. Aku mau tiduran aja. Tapi jangan lama-lama ya mas." ucap Vheya.
" Ya udah mas berangkat." kata Rey yang tak lupa mencium kening dan mengecup bibir Vheya.
Vheya pun merasa bosan sebenarnya hanya berada sendiri di dalam kamar. Namun jika tak mendengarkan ucapan Rey, pasti akan ribut lagi.
__ADS_1
Saat sedang asik membaca novel yang dia bawa, tiba-tiba ponselnya berdering. Vheya pun melihat siapa yang menelfonnya, ternyata itu Ghea.
📞📞📞📞📞
" Hallo Vhey," teriak Ghea.
" Ishh apa-apaan sih Ghe. Jangan teriak-teriak. Aku nggak budek tau." ucap Vheya.
" Gawat Vheya, gawat pokoknya." ucap Ghea membuat Vheya bingung.
" Gawat apa sihh, ada apa emangnya."
" Minggu depan kita ada tugas kelompok. Satu kelompok 3 orang." jelas Ghea.
" Aku sama kamu kan?" tanya Vheya.
" Iya tapi yang satunya lagi Jo." ucap Ghea.
" Apa Ghe. Aku nggak salah denger kan?" tanya Vheya masih tak percaya.
" Maaf Vhey, aku nggak bisa nyegah biar nggak satu kelompok sama dia. Aku udah nyoba usul tapi ditolak."
Sesaat kemudian sambungan telfonnya terputus. Vheya merasa mual dan langsung lari menuju kamar mandi.
####
" Hay Ghe lagi apa. Masih betah aja di Kampus." tanya Jo.
" Apa sih Jo. Minggir deh, mau ngapain sih. Ganggu aja tau nggak." ucap Ghea ketus.
" Kamu kalau lagi manyun gitu tambah cantik. Aku selama ini kayanya buta deh, baru liat kecantikan kamu." ucap Jo gombal sengaja merayu Ghea.
Jo memilik rencana untuk membuat Vheya cemburu terhadap sahabatnya dan mungkin sampai persahabatannya hancur. Sama seperti hancurnya perasaan Jo selama ini. Jo memang masih sangat mencintai Vheya, namun Vheya terus mengabaikannya.
Salah satu cara membalas sakit hatinya adalah dengan merusak persahabatannya. Sebenarnya dia malas harus melibatkan Ghea. Namun dengan pura-pura mendekati dan merayu Ghea, mungkin saja bisa membuat mereka salah paham. Jo juga sangat kesal karena Ghea selalu ikut campur selama ini.
" Ghe bagi nomor kamu dong. Masa satu kelompok nggak tau nomornya. Nanti gimana bisa janjian kalau mau ada yang di bahas." kata Jo memulai aksinya.
" Nih tulis aja nomor lho. Nanti gue hubungin kalau mau ngerjain tugas." ucap Ghea jutek sembari menyodorkan ponselnya.
__ADS_1
" Ok deh. Ya udah nih, gue balik ke dalam dulu ya." kata Jo berjalan menjauh dari Ghea.
###
Setelah selesai dari urusannya Rey segera balik menuju Hotel. Rey teringat istrinya sedang hamil muda dan sendirian menunggunya di Hotel. Saat di perjalanan Rey tak lupa membeli banyak jajanan kesukaan Vheya.
Sesampainya di Hotel ternyata istrinya sedang tidur dengan buku novel menutupi wajahnya. Rey segera merapikan buku-bukunya dan membangunkan istrinya.
" Sayang mas udah pulang nih." ucap Rey sembari membelai halus pipi Vheya.
Vheya sontak kaget dan langsung terbangun. Saat melihat ternyata suaminya yang datang, Vhey langsung memeluknya.
" Mas Rey. Kaget tau. Aku pikir lagi mimpi." ucap Vheya masih dengan mata ngantuknya.
" Maaf mas ganggu. Sayang mau makan ini nggak. Tadi beli di jalan buat kamu." ucap Rey menawari istrinya.
" Apa itu mas. Aku cuci muka dulu deh." kata Vheya yang berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Vheya langsung mendekati Rey dan duduk di pangkuannya. Kebiasaan yang Vheya lakukan terhadap suaminya memang begitu. Bermanja-manja yang bisa membuat hubungan semakin lekat dan harmonis.
" Apa ini mas. Banyak banget belinya." kata Vheya.
" Iya habis mas nggak tau kamu suka yang mana. Mas borong aja semuanya." ucap Rey.
" Makasih suamiku. Baik banget sihh. Tuh nak, papah kamu perhatian banget kan sama mamah." ucap Vheya sembari mengelus perut ratanya. Hal tersebut sontak membuat Rey terharu.
Rey begitu sangat bahagia dengan kehamilan istrinya. Sebisa mungkin Rey akan selalu menjaga istrinya dan calon buah hati mereka.
" Mau disuapin nggak makannya sayang." ucap Rey menawari Vheya.
" Nggak usah mas. Mas cape kan baru pulang. Gih istirahat dulu." perintah Vheya.
" Iya sayang. Sayang besok pagi kita balik kerumah. Urusan mas disini udah beres semua." kata Rey.
" Beneran mas. Tapi kan belum shoping disini mas. Pengen belanja mas." rengek Vheya.
" Ya udah nanti malem ya sayang. Apapun yang kamu mau pasti mas turutin. Mas istirahat dulu." ucap Rey membuat Vheya tersenyum bahagia.
" Makasih ya sayang. Mas beneran ini nggak mau. Boleh aku abisin semua nggak?" tanya Vheya.
__ADS_1
" Abisin aja sayang. Kan mas beli emang buat kamu. Makan yang banyak, kan nggak cuma buat kamu aja. Tapi buat calon anak kita juga." ucap Rey yang langsung memeluk istrinya dan mencium perut Vheya yang masih rata. Vheya yang diperlakukan seperti itu merasa sangat bahagia.