
Tanpa sengaja Ghea bertemu Jo di sebuah Minimarket. Saat itu Ghea sedang berbelanja kebutuhan dapur. Sebenernya bisa dibilang bukan kebutuhan dapur saja, sebab di keranjangnya isinya penuh dengan cemilan beraneka macam. Ghea memang hobi ngemil, pantas saja kalo badannya sedikit berisi.
Jo yang melihat Ghea hanya bersikap cuek. Ada niat ingin menyapa namun diurungkan kembali. Jo malah berjalan menjauh dari tempat Ghea berdiri. Ghea yang juga melihat Jo berusaha bersikap cuek. Padahal dalam hatinya, ia ingin disapa. Namun karena sama-sama gengsi, akhirnya mereka bersikap seperti tak saling kenal.
" Total 500 ribu ya mbak?" ucap kasir Minimarket.
" Iya mas." jawab Ghea sembari memberikan uang 100 ribuan 5 lembar.
Setelah selesai, Ghea langsung berjalan keluar. Jo hanya menatapnya saat sedang antri di depan kasir. Ghea buru-buru masuk kedalam mobilnya sambil terus menggerutu. Di perjalanan pulang pun Ghea masih saja mengumpat tindakan Jo. Kenapa harus bersikap cuek, padahal kemarin masih bersikap biasa saja.
Di lain tempat Jo sedang nongkrong bersama teman-temannya. Jo sekilas melihat Vheya sedang berdiri didekat mobilnya. Jo buru-buru berlari mendekati Vheya, ia ingin memastikan kalau Vheya baik-baik saja.
" Vheya?" panggilnya.
" Eh hay Jo." jawab Vheya.
" Ngapain disini sendirian. Bentar lagi mau ujan lho." kata Jo memperingati.
" Mobil aku mogok Jo. Bisa tolong liatin nggak. Aku nggak tau mesin soalnya." kata Vheya meminta bantuan.
Jo pun mulai mengecek mobil Vheya. Setelah beberapa menit, akhirnya mobilnya pun bisa dihidupkan kembali.
" Makasih ya Jo. Untung ada kamu." kata Vheya.
" Kaya sama siapa aja, santailah." ucap Jo.
" Aku harus balas budi pake apa nih." tanya Vheya.
" Nggak perlu lah Vhey, tapi kalo maksa boleh deh traktir makan tuh didepan." ucap Jo sambil menunjuk sebuah rumah makan lesehan.
" Oh itu. Boleh deh ayo. Kebetulan aku juga belum makan." kata-kata Vheya seketika langsung membuat Jo tertawa girang.
" Ya udah aku yang bawa mobilnya deh." ucap Jo meraih kunci yang diberikan oleh Vheya.
Hanya beberapa menit, mobil sudah berhenti tepat di parkiran rumah makan tersebut. Jo dan Vheya keluar dari mobil dan berjalan memasuki Rumah makan tersebut.
" Mau pesen apa Jo." tanya Vheya.
" Aku ngiler ayam geprek deh Vhey. Inget nggak dulu kita sering makan bareng satu porsi berdua." ucap Jo teringat akan masalalu.
" Tapi sekarang jangan satu porsi berdua ya. Inget ada hati yang perlu dijaga." jelas Vheya mengingatkan kembali hubungan mereka sekarang.
" Maaf Vhey,"
__ADS_1
" Ya udah sih, buruan pesen. Samain aja deh sama kamu. Minumnya juga samain aja." ucap Vheya yang diangguki oleh Jo.
Setelah pesanan datang, mereka berdua langsung menyantapnya dengan lahap. Tak butuh waktu lama, makanan yang ada di meja sudah ludes semua. Bukan hanya karena makanannya yang enak, tapi karena memang mereka sedang lapar.
" Kenyang Jo." tanya Vheya.
" Huh bener-bener mantep. Sambelnya nampol banget. Bikin sadar diri harus terima kenyataan." ucap Jo.
" Maksudnya sadar apa ini." tanya Vheya.
" Sadar kalo kamu udah jadi milik oranglain. hahahahaha." ucap Jo diiringi dengan tawa.
" Huhh dasar kamu Jo. Udah yuk balik." ajak Vheya.
" Nebeng sampe di Taman ya Vhey. Kamu lewat situ kan?" tanya Jo.
" Iya lewat situ."
" Bagus deh, mobil aku lagi di bengkel deket situ soalnya. Ya udah aku yang nyetir aja ya." pinta Jo.
" Boleh. Makasih ya." ucap Vheya.
" Akulah yang makasih udah ditraktir, boleh nebeng juga. Sekali lagi makasih ya Vhey." ucap Jo sembari masuk ke dalam mobil.
Di kantor Rey, ada pegawai baru yang hari ini baru mulai bekerja. Dari penampilannya saja sudah sangat menggoda. Berparas cantik dan berbadan seksi. Namun tidak dengan Rey. Menurutnya, hanya istrinyalah yang paling cantik dan seksi.
Tok tok tok
" Permisi pak Rey." ucap pegawai baru itu.
" Iya masuk." ucap Rey.
" Pak saya mau minta tanda tangan bapak." kata pegawai itu dengan langkah yang dibuat-buat.
" Oh baiklah." ucap Rey memeriksa berkas yang akan ditanda tangani. Setelah ditanda tangani langsung diberikan lagi kepada pegawai itu. Sebut saja namanya Mawar.
" Terimakasih pak. Kalo gitu saya permisi keruangan saya lagi pak." ucap Mawar.
" Ya sama-sama." jawab Rey dengan nada cuek tanpa melihat kearah Mawar.
Mawar yang diperlakukan seperti itu justru tertantang untuk lebih menggoda bosnya itu. Mawar seperti jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Rey. Bahkan berambisi ingin memilikinya.
Saat sedang berjalan menuju ruangannya, tak sengaja Mawar menabrak Vheya. Vheya pun terjatuh dan merasa kesakitan dibagian tangannya. Bukannya meminta maaf, Mawar malah menyalahkan Vheya.
__ADS_1
" Kalau jalan pake mata dong. Gimana sih, hampir aja bikin berantakan." ucap Mawar marah-marah terhadap Vheya.
" Lho bukannya mbak yang nabrak saya. Kenapa malah jadi marahin saya." tutur Vheya sambil mengaduh menahan sakit.
Salah satu asisten Rey datang menghampiri. Dia terkejut melihat istri bosnya terjatuh. Buru-buru asistennya langsung membantu Vheya berdiri.
" Ibu nggak papa? ada yang terluka nggak bu." tanya asisten itu.
" Nggak papa kok." ucap Vheya yang mencoba berdiri kembali.
" Ibu mau keruangan pak Rey. Mari saya antar bu." ucap asisten itu yang langsung mengantar ke ruangan Rey.
Rey yang melihat Vheya berantakan langsung bertanya.
" Lho kamu kenapa sayang?" tanya Rey.
" Di tabrak sama pegawai kamu. Pegawai baru kayaknya. Udah gitu malah aku yang di marahin." ucap Vheya kesal.
" Oh si Mawar itu. Biar mas kasih pelajaran ke dia." ucap Rey.
" Nggak usah mas. Mas aku pengen ke salon deh. Nggak papa ya kalo nanti sampai malem." ucap Vheya meminta ijin.
" Mas anterin ya. Mas temenin kamu.Tunggu bentar lagi kelar kok pekerjaan mas." ucap Rey.
Vheya hanya duduk di kursi Rey dan menunggunya sesuai permintaan Rey. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
Tok tok tok.
" Permisi pak. Boleh saya masuk."
" Silahkan. Ada apalagi." tanya Rey.
Belum sempat menjawab ucapan Rey, Mawar kaget melihat Vheya yang sedang duduk di kursi utama milik Rey.
" Lho kamu kok ada disini." tanya Mawar kaget.
" Emang kenapa? nggak boleh, kalau saya ada disini." kata Vheya santai.
" Dia istri saya. Memang kenapa?" ucap Rey tiba-tiba membuat Mawar hampir tak percaya.
Bagaimana mungkin dirinya, diawal bekerja sudah membuat masalah dengan istri bos pula. Mawar langsung buru-buru meminta maaf kepada Vheya.
" Saya minta maaf ya bu atas sikap saya tadi ke ibu." ucap Mawar.
__ADS_1
" Kenapa baru sekarang setelah tau kalau saya istri bos kamu. Kenapa tadi malah marah-marah, jelas-jelas anda yang menabrak saya." ucap Vheya.