
Sudah hampir tiga hari Ghea dirawat. Vheya pun masih setia bolak balik ke Rumah Sakit. Jo kadang juga menemani Vheya menunggu Ghea. Terkadang juga Rey ikut menemaninya.
Siang ini saat Vheya sendiri menemani Ghea, tiba-tiba Andri datang. Vheya hampir tak percaya, laki-laki yang ada di hadapannya adalah laki-laki yang dulu pernah dekat dengannya juga dengan Ghea. Laki-laki yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar berita. Entah sudah berapa tahun lamanya mereka tak pernah bertemu.
" Kak Andri."
"Hay Vheya. Apa kabar?" tanya Andri.
" Baik Kak. Kak Andri kok bisa kesini." tanya Vheya balik.
" Iya, sebenernya sebelum Ghea kecelakaan, dia abis ketemu sama aku." ucap Andri.
" Ketemu? Kakak kemana aja, setelah bertahun-tahun sekarang baru muncul. Pergi nggak ada pamitan sama sekali." tanya Vheya dengan muka yang masih syok.
" Aku nggak kemana-mana kok." jawabnya singkat.
" Terus tujuan kakak tiba-tiba hadir lagi disini untuk apa?" tanya Vheya.
" Memangnya ada yang melarang kalau aku balik lagi kesini. Ktp aku masih asli orang Indonesia lho Vhey. keberatan kamu kalau aku balik lagi kesini." jawabnya ketus.
" Ya nggak gitu kak. Kok kakak kaya sebel gitu ketemu aku. Emang aku ada salah apa sama kakak." tanya Vheya.
" Banyak salah kamu. Kamu aja yang nggak pernah nyadar, dan nggak pernah mau tau." ucapnya lagi masih dengan nada ketus.
Vheya masih bingung dengan sikap Andri yang seakan-akan begitu benci kepadanya. Padahal dulu dia selalu perduli dan perhatian. Kenapa setelah menghilang entah kemana, sikapnya menjadi berubah.
Vheya mengingat kembali adakah kesalahan yang pernah ia buat, sampai Andri begitu membencinya. Namun Vheya tak pernah merasa membuat masalah dengannya. Terakhir ketemu sebelum Andri menghilang, bahkan mereka masih saling perhatian dan bahkan mereka masih sempat pulang sekolah bersama.
" Kak kalau aku ada salah sama kakak, aku minta maaf kak. Tapi jelasin dimana letak kesalahan aku. Jangan bersikap kaya gini kak. Setelah bertahun-tahun menghilang, dan sekarang kembali, kenapa sikap kakak jadi kaya gini." tutur Vheya dengan nada serak hampir menangis.
Vheya memang perasa dan sensitif. Sedikit saja hatinya terluka, pasti airmatanya akan mudah keluar.
" Udahlah nggak usah dibahas Vhey. Udah berlalu ini." ucap Andri santai.
" Apa aku pernah ngelakuin kesalahan tanpa aku sadari sama kakak. Aku minta maaf kak kalau emang iya." ucapnya lagi.
__ADS_1
" Udahlah Vhey. Nggak usah dibahas lagi. Denger-denger kamu udah putus sama Jo dan udah nikah sama oranglain." tanya Andri mengalihkan pembicaraan.
" Iya kak." jawabnya singkat.
" Aku pikir bakal sama Jo terus sampai ke pelaminan. Ternyata dia cuma jagain jodoh orang. Kasian banget, padahal katanya dia cinta mati sama kamu." ucapnya seakan menusuk hati.
" Maksud lho apa hah." ucap Jo yang tiba-tiba ada dibelakang Andri.
Jo sengaja dari tadi diam mendengarkan obrolan Andri dan Vheya. Namun saat namanya disebut, Jo langsung tanpa pikir panjang masuk keruangan tanpa permisi.
" Ehh ada Jo juga disini." kata Andri gugup.
" Kenapa? ada masalah sama lho Ndri." ucap Jo seakan tak suka dengan kehadiran Andri.
" Santai bro. Nggak usah ngegas gitu kali. Masih sama aja lho kaya dulu nggak berubah." ucap Andri meledek.
" Nggak usah banyak omong deh. Tujuan lho apa dateng lagi kesini." tanya Jo sewot.
" Nggak ada tujuan. Kebetulan aja gue lagi pengen balik. Lusa juga gue berangkat lagi kok. Gue pikir Vheya bakal jadi milik lho, ternyata lho cuma jagain jodoh orang." ucap Andri seakan terus meledek Jo.
Vheya yang tidak tahu alur pembicaraan mereka berdua, hanya bisa terdiam. Namun masih ada ganjalan dalam hati, tentang sikap Andri yang jutek kepada dirinya.
Saat mereka terdiam, tiba-tiba Ghea sadar. Mereka spontan langsung berlari menghampiri Ghea. Ghea memandangi dan menatap satu persatu yang ada diruangan tersebut.
" Ghe kamu udah sadar. Aku seneng banget kamu udah sadar." ucap Vheya dengan raut wajah bahagia.
Namun Ghea malah tidak merespon ucapan Vheya. Justru malah membuang muka ke arah Jo dan Andri. Dua laki-laki yang Ghea cintai, namun mereka berdua terang-terangan malah memilih Vheya.
" Aww aku dimana." tanya Ghea.
" Kamu ada di Rumah sakit. Kamu kecelakaan pas abis pulang ketemu aku. Kamu kenapa sihh ceroboh banget bawa mobilnya Ghe." kata Andri.
" Gimana keadaan kamu Ghe. Ada yang sakit nggak. Mau dipanggilin Dokter nggak." tanya Jo.
Ghea merasa bahagia dua laki-laki yang ada dihadapannya begitu perhatian terhadap dirinya. Rasanya kecelakaan itu bukanlah musibah, tapi kebahagiaan buat Ghea.
__ADS_1
" Eh Kak Andri, Jo. Makasihh ya udah mau jengukin aku." ucapnya sambil terus memandang Jo dan Andri.
Vheya yang merasa aneh dengan sikap Ghea, akhirnya memutuskan untuk keluar. Selain karena memang sudah waktunya Rey menjemput, Vheya juga tak ingin menjadi orang asing yang seperti tak dianggap oleh Ghea.
Saat akan keluar Jo langsung menarik tangan Vheya.
" Mau kemana Vhey. Kan Ghea baru sadar. Kok udah mau pergi aja." tanya Jo.
" Kan udah ada kalian berdua. Lagian Rey bentar lagi jemput. Ya udah titip Ghea sampai keluarganya datang ya Jo." jawabnya.
" Ada apa sih Vhey. Nggak biasanya kaya gini. Ada apa ngomong sama aku." tanya Jo lagi masih penasaran dengan sikap Vheya.
Belum sempat menjawab tiba-tiba Ghea seperti mengerang kesakitan. Entah itu benar atau sengaja untuk mengalihkan perhatian Jo dan Andri kepadanya. Yang pasti hal itu berhasil membuat dua laki-laki yang ada dihadapannya panik.
" Awww Awww sakit banget." erangnya.
" Kamu kenapa Ghea." tanya Andri.
" Aku panggilin Dokter aja ya Ghe. Biar sekalian ngecek keadaan kamu." ucap Jo.
Namun belum sempat Jo memanggil, Dokter pun sudah datang. Vheya sengaja memanggil Dokter saat dirinya akan pulang tadi.
" Permisi boleh tunggu diluar. Pasien harus diperiksa dulu." ucap Dokter sembari berjalan kearah Ghea.
Jo dan Andri pun melangkah keluar beriringan. Ghea hanya bisa pasrah melihat keduanya pergi keluar meninggalkannya.
" Kepala saya kenapa sakit ya Dok." tanya Ghea yang mulai merasakan sakit di kepalanya.
" Nggak papa kok. Nanti juga sembuh. Jangan lupa obatnya diminum. Semuanya sudah normal dan stabil. Tinggal pemulihan luka-lukanya saja." ucapnya.
" Makasih Dok." kata Ghea.
" Ya sudah saya permisi dulu ya."
Dokter pun meninggalkan ruangan Ghea. Ghea berharap masih ada Andri dan Jo di luar. Namun setelah beberapa menit ditunggu-tunggu, ternyata mereka tidak muncul juga. Bahkan mereka tidak pamitan sama sekali kalau mereka akan pulang.
__ADS_1