
Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa Vheya sudah naik kekelas tiga atau kelas duabelas. Dimana sudah bukan waktunya untuk main-main lagi. Selain memikirkan tentang Ujian, dia juga harus mulai memilih Universitas mana yang akan menjadi tempat untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi.
Saat ini hubungannya dengan Jo juga terlihat makin lengket. Jo selalu menunjukan perhatiannya, meski kadang terlalu posesif. Hampir 3 tahun bersama sudah sedikit banyak mengetahui karakter masing-masing. Bahkan mereka sudah saling kenal dengan orang tua masing-masing.
Vheya begitu menyayangi Jo, sebaliknya Jo juga lebih menyayangi Vheya. Bahkan Vheya telah merubah Jo menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Menjadikan Jo lebih giat membantu pekerjaan papahnya, dan sedikit lebih dewasa. Meskipun jika bersama Vheya, sikap manjanya akan keluar.
Seperti ketika sedang asik di Taman belakang rumah Jo.
"Sayang aku pulang ya?" ucap Vheya pada Jo yang masih tiduran di pangkuan Vheya.
Hari ini Jo sedang tidak enak badan. Karena orangtuanya sedang di luar kota dan hanya ada pembantunya, akhirnya Vheya mau datang kerumah Jo.
"Nanti dulu sayang. Aku masih pengen ditemenin." rengek Jo mengiba.
"Ya udah tapi bentar aja ya. Nggak enak udah kelamaan disini." ucap Vheya sembari mengusap usap rambut Jo.
Jo terlalu menikmati moment tersebut, sehingga enggan jika harus mengakhirinya. Kalau bisa malah dia ingin terus terusan seperti saat ini. Nyaman, damai dan tenang. Itulah yang dirasakan Jo.
"Vhey,aku sayang bangett sama kamu. Jangan pergi ya. Jangan tinggalin aku. Terus disamping aku ya Vhey." ucap Jo yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Jo kamu nangis. Cengeng banget sihh. Jangan gitu akhh jelek." ucap Vhey meledek.
"Aku serius sayang. Cuma sama kamu aku bisa nangis gini. Nanti kita kuliah di Kampus yang sama ya Vhey." tutur Jo masih dengan isakannya.
"Iya Jo. Ya udah aku balik dulu ya. Besok kan ketemu lagi. Nanti vc dech. Biar kamu ada temennya. Aku nggak enak juga sama bibi." ucap Vheya memohon.
"Iya udah kamu hati-hati ya. Nanti kalo udah sampe kabarin. Jangan mampir-mampir ." jawab Jo posesif.
Ketika Vheya akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangannya ditarik kencang. Sontak Vheya kaget dan jatuh di pangkuan Jo. Jo kemudian mencium bibir Vheya . Vheya yang kaget berusaha melepaskannya.
__ADS_1
"Jo apa apaan sihh." ucap Vheya ketus.
Namun bukannya menjawab, Jo malah memeluk Vheya.
"Diem Vhey, biarin aku peluk kamu sebentar aja. Buat setok kangen aku sampe besok." ucap Jo membuat Vheya tetap terdiam.
Selang beberapa menit Vheya melepaskan pelukan Jo. Dia bergegas keluar menuju mobilnya. Ketika akan masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba Jo menarik Vheya dan mencium kening Vheya.
"Kamu hati-hati di jalan. Ya udah sana masuk mobil". ucap Jo dengan raut muka seperti belum rela ditinggal pulang oleh Vheya.
Vheya pun melajukan mobilnya. Jo masih berdiri dan melihatnya hingga ujung jalan. Sampe mobil Vhey sudah tidak terlihat lagi.
###
Di perjalanan Vheya merasa haus. Dia memutuskan untuk membeli minum dan berhenti di Minimarket terdekat.
Sesaat kemudian Vheya menghentikan mobilnya. Dia masuk ke dalam Minimarket dan mengambil beberapa minuman, juga cemilan. Setelah sampe di depan kasir, tidak sengaja bertemu Hendra. Ya Hendra sang vokalis band di Sekolahnya.
"Iya. maaf siapa ya?" jawab Vheya datar.
"Aku Hendra. Kita kan satu sekolah. Masa sihh nggak kenal." ucap Hendra penasaran.
Secara dia kan cakep, Vokalis pula. Cewe-cewe saja pada ngantri ingin jadi pacarnya.
"Oh ya? maaf aku nggak tau. Ya udah aku duluan ya." jawab Vheya berlalu meninggalkan kasir.
Belum sempat masuk ke mobil, Hendra memanggilnya kembali. Vheya pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa lagi Hendra. Aku buru-buru nich mau balik. Udah malem nich." ucap Vheya merasa tidak nyaman dekat dengan Hendra. Apalagi Vheya tau kalau dia sering mencuri pandang ke arah Vheya saat di Sekolah.
__ADS_1
"Buru-buru banget sih. Emang kamu dari mana? aku boleh ngomong sesuatu nggak. Sebentar aja please?" ucap Hendra memohon.
"Bukan urusan kamu Hen, Ya udah mau ngmong apa buruan." ucap Vheya sedikit kesal.
"Duduk dulu yuk disitu." ajak Hendra memegang tangan Vheya.
Seketika Vheya langsung menepis tangan Hendra, dan duduk sedikit menjauh dari Hendra.
"Buruan ya Hen, nggak enak kalo ada yang liat." jawab Vheya ketus.
"Vhey udah lama aku suka sama kamu, aku tau mungkin aku lancang ngomong kayak gini, tapi aku bener-bener kepikiran kamu terus." ucap Hendra mengutarakan perasaannya.
"Hendra, kamu kan tau aku udah punya Jo. Masa sih kamu nggak tau. Aku sama dia aja udah pacaran 3 thn." jawab Vheya.
"Aku tau Vhey, tapi aku nggak bisa bohongin perasaan aku. Aku sering sakit hati kalau liat kalian lagi bareng." ucap Hendra.
"Sebelumnya makasih Hen, kamu udah suka sama aku. Aku juga nggak bisa ngelarang orang lain buat suka sama aku. Karna itu hak setiap orang. Tapi maaf aku nggak bisa bales perasaan kamu." jawab Vheya sedikit ragu-ragu.
"Nggak papa kok Vhey kalo kamu nggak bisa terima cinta aku. Yang penting aku udah ngomong langsung sama kamu. Kita tetep bisa jadi temen kan?" tanya Hendra dengan sedikit kecewa.
"Iya dong. Ya udah aku balik ya. Udah malem nihh."
"Vhey aku boleh minta no wa kamu kan? kita kan temen. Pleasee bolehh ya?" pinta Hendra memohon. Padahal dalam hati itu adalah cara agar bisa jauh lebih leluasa dekat dengan Vheya.
"Ya udah nich." akhirnya Vheya menuruti permintaan Hendra. Agar bisa cepat-cepat pergi dari tempat itu.
Akhirnya Vheya berhasil pergi meninggalkan Hendra dan melajukan mobilnya dengan kencang. Dia merasa lega bisa lepas dari cowo seperti Hendra. Jangan sampai Jo tau, kalau sampe tau pasti Jo bakal ngamuk.
Namun pikiran Vheya salah, ternyata sejak dia bersama Hendra, ada yang memotretnya dan akan mengirimkannya kepada Jo. Ya dia adalah Jacki sahabat Jo. Jacki tidak sengaja lewat depan Minimarket itu. Saat dia melihat Vheya dan ingin menghampirinya, ternyata ada Hendra di samping Vheya.
__ADS_1
Jacki berhasil mengendap endap di belakang mobil dan berhasil memotret saat Vheya sedang bersama Hendra. Namun Jacki tidak bisa mendengarkan jelas apa yang mereka bicarakan. Alhasil hanya foto yang Jacki dapatkan.
Jo yang mendapat kiriman foto dari Jacki langsung marah dan emosi. Dia dengan cepat menelfon Vheya. Namun hp Vheya tidak aktif. Hal tersebut membuat Jo semakin geram.