
Di Sekolah anak-anak sedang menyiapkan acara kelulusan. Tak terkecuali Vheya dan Ghea. Mereka begitu antusias mempersiapkan segalanya.
Tiba-tiba Jo datang menghampiri Vheya.
"Vhey bisa ngomong bentar." kata Jo.
"Ohh iya Jo, boleh." kata Vheya.
"Aku kok ngrasa ada yang berubah akhir-akhir ini, kenapa hmm?" tanya Jo.
"Berubah gimana sih Jo. Biasa aja ah. Kamu aja kali yang pikirannya lagi kemana-mana."
"Kamu serius nggak ada yang ditutup-tutupin dari aku."
"Iya sayang. Nggak ada kok."
Tiba-tiba Jo menarik tengkuk Vheya dan mencium kening Vheya. Kemudian membawa Vheya ke dalam pelukannya. Vheya hanya terdiam dan merasa bersalah. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dirinya telah dijodohkan dengan pria lain. Pasti akan membuat Jo sangat terluka dan kecewa.
"Aku sayang banget sama kamu Vhey." ucap Jo menyadarkan lamunan Vheya.
"Aku juga Jo."
"Please jangan tinggalin aku ya Vhey. Janji sama aku, kita bakal sama-sama terus sampai nanti." ucap Jo sedikit melow.
"Iya Jo."
Vheya bingung harus bagaimana. Vheya dilema. Di satu sisi sangat mencintai Jo. Dan di sisi lain Vhey tidak ingin mengecewakan orang tuanya.
"Nanti pulang bareng ya sayang." ucap Jo.
"Aku nggak bisa sayang. Nanti mau ke butik cari kebaya sama Ghea." jawab Vheya.
"Ohhh gitu. Yaa udah nanti jangan lupa kabarin aku ya. Kalau gitu aku pulang duluan ya."
"Iya sayang. Kamu hati-hati ya."
"Iya sayang."
Jo berlalu meninggalkan Vheya. Namun Vhey masih diam mematung memikirkan bagaimana nasib cintanya dengan Jo. Apa yang harus dia katakan kepada Jo, kalau dirinya telah di jodohkan. Bahkan setelah acara kelulusan mereka harus bertunangan.
"Vhey yuk balik." ucap Ghea mengagetkan Vheya yang masih melamun.
"Ishhh Ghea ngagetin aja."
"Lagian kamu ngapain bengong sih, mikirin apa??"
"Aku nggak sanggup kehilangan Jo, Ghe."
Tiba-tiba Vheya menangis dan memeluk Ghea. Vheya begitu amat sangat mencintai Jo.
Ghea yang mengerti posisi Vheya hanya bisa menguatkan dan mendukung semua keputusan Vheya. Ghea selalu memberi saran agar secepatnya jujur tentang masalah itu kepada Jo.
"Sabar Vhey, kamu harus kuat. Dan aku saranin secepetnya cerita ke Jo. Biar kalian bisa cari solusi bareng-bareng." ucap Ghea menenangkan Vheya.
__ADS_1
"Iya Ghe. Tapi aku bingung gimana caranya. Aku takut nyakitin perasaan Jo." kata Vheya masih sesegukan menahan tangisnya.
"Ya udah kita ke Butik aja dulu. Keburu sore."
"Iya Ghe."
Merekapun meninggalkan Sekolah dan menuju ke Butik. Di perjalanan Vheya makin banyak bengong. Ghea yang melihat jadi tidak tega. Tapi Ghea sendiri juga bingung harus melakukan apa untuk membantu sahabatnya itu.
###
Malam hari Vheya ijin pergi ke luar. Dia diam-diam menemui Jo tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dia beralasan ada barang yang akan di belinya untuk acara besok pagi.
Vhey menuju ke Taman dekat rumah Jo. Jo sudah menunggunya sejak tadi. Dia bergegas pergi setelah mendapat pesan dari Vheya.
"Sayang udah lama." tanya Vheya.
"Baru aja sayang."
Vheya duduk merapat ke sebelah Jo. Jo melingkarkan tangannya ke pundak Vheya.
"Tumben ngajak ketemu disini. Kenapa nggak dirumah aja sayang." tanya Jo.
"Malu dirumah kan ada mamah sama papah kamu."
"Kenapa malu. Kan bakal jadi mamah sama papah kamu juga."
"Apaan sihh Jo. Serius tau."
"Aku juga serius sayang. Emang kamu nggak pengen nanti kita nikah. Terus hidup bahagia selamanya." ucap Jo penuh harapan.
"Maksud kamu apa sayang."
"Jo sebenernya ada yang pengen aku omongin."
"Apa sih sayang. Kok aku jadi deg-degan sihh." kata Jo.
"Sebenernya aku udah dijodohin Jo ."
"Jangan bercanda sayang. Kamu lagi nge prank aku hah."
"Aku serius Jo."
"Kamu bercanda Vhey. Udah akhh nggak lucu."
"Jo aku nggak bercanda. Aku serius. Aku di jodohin sama anak temen papah."
"Terus kamu terima gitu aja."
"Aku udah nolak Jo. Bahkan aku udah mohon-mohon tapi mereka tetep maksa."
"Apa kamu akan nyerah sampe disini."
"Aku bingung Jo. Aku nggak tau. Aku pusing mikirin ini semua."
__ADS_1
"Sekarang aku tanya. Kamu sayang sama aku? Kamu cinta sama aku?"
"Jo apa kamu masih ragu sama perasaan aku selama ini. Aku bener-bener sayang sama kamu. Tapi aku juga nggak mau jadi anak durhaka. Aku harus gimana Jo." kata Vheya dengan tatapan sendu.
Jo yang melihat Vheya hampir menangis langsung memeluknya. Di tatap mata Vhey dalam-dalam. Di kecupnya bibir Vhey, Vhey pun membalasnya. Singkat namun membuat mereka berdua kembali dalam gejolak hati masing-masing.
"Aku nggak mau pisah sama kamu Vhey."
"Aku juga Jo. Tapi gimana caranya."
"Besok aku bakal temuin papah kamu. Memohon sama papah kamu biar ngebatalin perjodohan itu."
"Nggak mungkin Jo. Pertunangannya akan diadakan besok malem."
"Nggak ada yang nggak mungkin sayang."
"Aku sayang banget sama kamu Jo."
"Aku lebih lebih sayang sama kamu Vhey."
Mereka berpelukan kembali. Hingga tak terasa waktu hampir larut malam.
"Ya udah aku pulang dulu Jo. Sampe ketemu besok."
"Aku anterin ya."
"Aku bawa mobil Jo. Udah nggak usah dianterin. Kamu istirahat aja. Kan besok juga ketemu lagi."
"Ya udah kamu hati-hati di jalan. Jangan ngebut."
"Iya."
Vheya pergi meninggalkan Jo yang masih duduk terdiam di bangku Taman itu. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, yang penting Vheya sudah mengatakan semuanya.
Andai memang jodoh, pasti akan ada cara untuk tetap bersama. Namun jika memang bukan jodohnya, berarti harus sama-sama merelakan dan mengikhlaskan.
###
Di kamarnya Vheya langsung membuka hpnya. Dia terkejut melihat banyak panggilan tak terjawab. Ternyata bukan Jo, melainkan itu Rey. Rey juga mengirim pesan untuk Vheya.
📩Saya pikir kamu menemuinya untuk mengakhiri hubungan kalian.
📩Ternyata saya salah.
📩Apa saya yang harus mengakhiri hubungan kalian.
^^^📨Kok maksa sih.^^^
...📨Tidak semudah itu untuk mengakhirinya....
^^^📨Lebih baik batalkan saja acaranya.^^^
Vhey yang geram membaca chat dari Rey, membuat Vhey makin yakin kalau Rey itu pria yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
Di sisi lain Rey juga sangat geram membaca balasan chat dari Vheya. Semudah itu Vheya mengatakan agar membatalkan acaranya. Bagaimanapun juga saat pertemuan kemarin Vheya sudah setuju. Kenapa tidak bisa komitmen sama ucapannya sendiri.
Rey pun tidak bisa tidur. Di sisi lain Rey juga ingin menolak perjodohan itu, namun orangtuanya sudah terlalu berharap. Ya walaupun Rey akui, sejak pertama melihat fotonya langsung jatuh cinta pada Vheya. Tapi kalau ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, itu justru akan lebih membuat sakit hati. Bukan hanya dirinya, melainkan juga orangtuanya.