Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 27


__ADS_3

Siang ini cuaca begitu cerah. Terik matahari terasa menembus kulit. Vheya merindukan sahabatnya. Sudah beberapa hari dirinya tidak bertemu sahabatnya. Vheya berencana ingin menemui Ghea.


" Mas aku kerumah Ghea ya mas?" tanya Vheya pada suaminya yang sedang menikmati secangkir teh.


" Mau ngapain sayang."


" Lama aku nggak ketemu dia. Biasanya tiap hari pasti ketemu. Terakhir kan pas kita nikah. Ini udah mau seminggu nggak ketemu." jawab Vheya yang sangat merindukan Ghea.


" Mas ikut ya." kata Rey.


" Ikhh mas ngapain ikut. Nggak usah mas. Cuma bentar aja mas, boleh ya?" rengek Vheya.


" Pokoknya mas ikut. Kalau nggak boleh ya udah kamu nggak usah pergi." kata Rey posesif.


" Ishhh mas emang nyebelin."


" Boleh nggak mas ikut."


" Ya udah iya. Aku mau ambil tas dulu. Mas sana ke mobil dulu." kata Vheya sedikit kesal karena Rey tetap ingin ikut.


" Ambil dompet mas di laci sayang."


" Hmzzz." jawab Vheya yang berjalan menuju kamar.


Di perjalanan Vheya hanya diam dan menatap ke luar kaca mobilnya. Rey yang melihatnya langsung menggenggam tangan Vheya.


" Sayang marah?" tanya Rey.


" Marah kenapa?"


" Itu dari tadi liat ke luar terus. Kan disini ada mas."


" Tau akhh. Lagian mas ikut juga ngapain sih? nanti kalo aku ngobrol terus sama Ghea, nyangkanya di cuekin." kata Vheya.


" Jadi intinya mas nggak boleh ikut gitu."


" Ya boleh. Tapi jangan protes kalau disana dicuekin."


" Ya kamu emang tega suami sendiri dicuekin."


Vheya hanya terdiam melihat tingkah Rey. Baru mau ketemu sahabatnya saja sudah posesif seperti itu. Sungguh sangat keterlaluan sikap suaminya itu. Sesampainya dirumah Ghea Vheya langsung turun dari mobilnya. Ghea yang sudah menunggu dari tadi langsung berlari memeluk Vheya.


" Kangen banget sama kamu Ghea."


" Aku juga Vhey. Kamu jahat banget, mentang- mentang udah nikah, aku dilupain gitu aja." ucap Ghea masih memeluk Vheya.


" Maaf Ghea. Kamu juga kenapa nggak dateng kerumah aja sih."

__ADS_1


" Udah yuk masuk." ajak Ghea pada Vheya dan Rey.


Namun tiba-tiba Rey mendapat pesan dari asistennya kalau ada meeting mendadak. Dan Rey harus datang. Akhirnya Rey memutuskan kembali kerumah untuk berganti pakaian.


" Sayang kamu nggak papa mas tinggal. Mas harus ke kantor." kata Rey.


" Nggak papa mas. Ya udah mas hati-hati."


" Iya sayang. Nanti pulangnya nunggu mas jemput. Awas aja kalo pulang sendiri." ancam Rey.


" Ikhhh ngancem. Ya udah sana. Lagian tadi disuruh jangan ikut malah ngeyel."


Belum selesai bicara Rey langsung memeluk Vheya di hadapan Ghea. Kemudian mencium kening dan mengecup singkat bibir Vheya. Ghea yang melihat langsung tutup mata. Namun Rey tidak memperdulikannya dan langsung pergi menuju mobilnya.


Setelah kepergian Rey, Ghea langsung menatap tajam sahabatnya itu. Beraninya melakukan adegan seperti itu di hadapannya. Sengaja memancing atau bagaimana maksudnya.


" Cerita dong Vhey malam pertama ngapain aja." tanya Ghea.


" Stres lho nanyain kaya gitu."


" Ikhh tinggal dijawab aja Vhey, aku penasaran tau."


" Makanya nikah buru. Biar ngrasain sendiri, nggak usah kepo." ledek Vheya.


" Gimana mau nikah, calonnya aja nggak ada."


Ghea yang diledek Vheya langsung ngambek. Dan Vheya yang melihat muka ngambek Ghea, malah semakin tertawa.


" Nggak lucu Vhey, bawa-bawa kata jomblo. Mentang-mentang udah nikah, sombong banget."


" Biarin wlee."


" Aku serius nanya malam pertama ngapain aja." Ghea masih penasaran karena sahabatnya belum mau jujur.


" Ya selayaknya pengantin baru lah." ucap Vheya.


" Berarti udah berhasil di bobol dong kamu Vhey?" tanya Ghea semakin penasaran.


" Udah akhh jangan bahas itu. Aku kesini karena kangen kamu, bukan mau curhat tentang malam pertama. Dasar sahabat nggak tau diri." ucap Vhey yang langsung memeluk sahabatnya itu.


Mereka berpelukan kembali. Rasanya seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu. padahal baru seminggu saja mereka seperti kahilangan barang berharga. Karena bagi mereka, persahabatannya tidak bisa diukur dengan apapun atau di ganti dengan apapun juga.


" Kamu tau nggak Ghe, ternyata mas Rey posesif banget. Masa tadi aku mau kesini aja dia ngotot pengen ikut."


" Serius kamu Vhey. Kayanya orangnya dingin gitu nggak sih Vhey." tanya Ghea.


" Ya kalo di depan orang lain emang gitu. Tapi kalo udah sama aku, hmzzzz manjanya luar biasa." jelas Vheya.

__ADS_1


" Tapi kamu nggak nyesel kan buru-buru nikah sama dia."


" Nggak lah. Malah semakin kesini aku semakin sayang sama dia. Semoga aja dia nggak akan ninggalin aku ya Ghe." ucap Vheya yang teringat kembali, karena pernah ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya.


" Amin. Oh iya kamu mau nyobain kue bikinan aku nggak. Tadi iseng bikin kue."


" Mana Ghe, penasaran aku sama kue bikinan kamu. Kok nggak yakin sama rasanya ya Ghe." ledek Vheya.


" Dijamin endull pokoknya Vhey. Nih cobain." Ghea menyodorkan toples berisi kuenya dan langsung diambil oleh Vheya.


Vheya mulai mengunyah perlahan, dan Ghea menatapnya tajam. Menunggu komentar dari sahabatnya itu. Namun Vheya malah memakannya dengan sangat lahap.


" Ya elah disuruh komentar malah sibuk makan terus." protes Ghea.


" Ini beneran enak banget Ghe. Aku nggak pernah nyangka kamu punya bakat masak juga. Kapan-kapan ajarin aku dong." pinta Vheya.


" Siap asal kamu bantuin aku cari cowo."


" Buat apa ?" tanya Vheya bingung.


" buat beres-beres rumah. Ya buat dijadiin pacar lah. Biar aku nggak jomblo terus."


" Ya ampun Ghea."


Setelah beberapa jam di rumah Ghea, terdengar suara klakson. Dan ternyata itu mobil Rey. Vheya dan Ghea bergegas keluar rumah.


" Makasih ya Ghe buat kuenya. Sampai ketemu di kampus." pamit Vheya.


" Kamu hati-hati ya. Sampai ketemu besok. Jangan kangen dulu."


" Dichhhh kepedean sekali anda ini."


" Hahahaha. Biarin wle. Udah sana pulang."


" Ngusir nichh. Ya udah byee." Vheya pergi menuju mobilnya.


Saat masuk mobil, Vheya kaget karena langsung mendapat kecupan dipipinya. Rey tersenyum manis menampilkan giginya yang rapi. Vheya hanya bisa membalas senyuman Rey.


" Langsung kerumah sayang."


" Iya mas. Udah gerah pengen mandi."


" Mandi bareng ya sayang." pinta Rey.


" Iya mas." jawab Vheya setuju dengan permintaan suaminya itu. Dari pada langsung menolak, pasti akan banyak drama yang akan di lakukan oleh suaminya itu.


Rey sengaja menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selain karena senang diajak mandi bareng, Rey juga sudah ingin bermanja-manja lagi dengan istrinya. Baru ditinggal beberapa jam saja, rasanya seperti berhari -hari tidak bertemu. Apalagi jika dirinya ada tugas diluar kota, Rey tidak sanggup untuk melakukannya. Rey ternyata sudah bucin akut. Tidak bisa hidup tanpa Vheya.

__ADS_1


__ADS_2