
Pagi ini Vheya dan suaminya pindah kerumah baru mereka. Barang-barangnya pun sudah dibawa dari hari kemarin. Bahkan sudah tertata rapi isi di dalam rumahnya.
" Mas kayanya terlalu gede deh rumah ini kalo cuma kita berdua yang nempatin." kata Vheya.
" Kata siapa cuma kita berdua."
" Lha emang siapa lagi." tanya Vheya penasaran.
" Ada si bibi besok dateng sama suaminya juga. Katanya baru berangkat tadi pagi dari kampungnya. Paling sampainya besok." jelas Rey.
" Owhh gitu. Syukur deh, jadi aku nggak cape beresin sendiri rumah segede ini." katanya.
" Ngapain kamu yang beresin. Nggak usah sayang. Aku nggak mau kamu kecapean. Pokoknya kamu fokus aja kuliah, sama ngurusin mas." ucap Rey yang takut kalau nanti istrinya kenapa-kenapa.
" Hmzzz baik banget suami aku, perhatian banget sihh suami aku." ledek Vheya.
Rey yang dipuji hanya cengar cengir kemudian memeluk istrinya. Dikecupnya pipi istrinya kanan kiri seperti orang sedang gemas pada mainannya. Vheya yang diperlakukan seperti itu hanya pasrah. Tingkah laku suaminya itu memang kadang diluar nalarnya.
" Sayang haus. Ambilin minum dong?" perintah Rey yang sedang tiduran di sofa.
" Mau minum apa mas?" tanya Vheya sembari berjalan menuju dapur.
" Apa aja yang dingin-dingin pokoknya."
Beberapa menit kemudian Vheya sudah membawa nampan berisi jus mangga. Rey yang melihat langsung menyambar gelasnya.
" Ikhh mas apaan sihh. Kaya orang nggak pernah minum jus aja."
" Gerah sayang. kering tenggorokannya dari tadi." ucap Rey yang kemudian melepas kemejanya.
" Itu ngapain buka baju." Vheya kaget melihat suaminya tiba-tiba melepas bajunya.
" Gerah sayangku. Padahal AC full, tapi tetep aja masih gerah."
" Berendem aja sana. Kalau enggak berenang aja sana mas." perintah Vheya pada suaminya yang lagi kegerahan. Padahal Vheya saja merasa sejuk.
Rey kemudian berjalan menuju kolam renang. Dilepasnya celana panjangnya dan langsung menceburkan dirinya ke dalam air. Vheya yang melihat hanya tersenyum heran.
Vheya berjalan ke arah kolam renang membawa jus yang belum habis diminum oleh suaminya. Dirinya hanya duduk ditepian kolam menemani suaminya berenang. Rey kemudian mendekat kearah istrinya yang sedang duduk.
" Sayang sini turun. Seger lho airnya."
" Nggak mau akhh. Mas aja. Vheya nunggu disini aja."
__ADS_1
" Ya udah mas berendam dulu ya." kata Rey kemudian meluncur kesana kemari seperti putri duyung. ( Hahahahahaha masa cowo kaya putri duyung. )
Hampir satu jam Rey berada di dalam air. Kemudian Vheya mengambilkan handuk untuk suaminya. Rey mendekat ke arah istrinya dan langsung mengecup bibir Vheya. Sampai Vheya kaget dengan ulah suaminya.
" Mas ikhh kaget tau."
" Tapi enak kan." ledek suaminya itu.
Rey duduk di kursi dekat kolam renang. Kemudian menarik paksa Vheya untuk duduk dipangkuannya.
" Mas ikhh basah celana kamu."
" Biarin pengen peluk kamu sayang."
" Ganti baju dulu yuk. Kita ke kamar ambil baju." ajak Vheya pada suaminya.
" Mau ke kamar tapi nggak mau pake baju."
" Kamu apaan sih mas. Ayo nanti kedinginan. Terlalu lama kamu tadi di dalam airnya. Ayo sayang."
" Kalo mas dingin kan kamu biasanya yang ngangetin badan mas." ledek Rey membuat Vheya hampir marah.
" Mas ikhh jangan ngeyel." Ucap Vheya yang mulai kesal dengan tingkah suaminya itu.
Akhirnya mereka berdua menuju kamar. Bukannya mengambil baju, Rey malah rebahan ditempat tidurnya. Vheya hanya menatap kesal pada suaminya itu. Namun Vheya tetap berusaha sabar menghadapi tingkah manja suaminya.
" Sayang?" panggil Rey.
" Apa mas. Yuk pake bajunya. Kan katanya mau cari makan siang." bujuk Vheya.
" Nanti dulu sayang, pengen kaya gini dulu. Manja-manja sama kamu."
" Emang manja terus."
" Kamu nggak suka kalo mas manja terus ke kamu." ucap Rey sedikit meninggi.
" Ya suka mas,"
" Terus kenapa mukanya kaya gitu. Emang kamu mau mas manja ke orang lain."
" Berani kamu mas." kata Vheya ketus.
" Nggak berani sayang." jawab Rey ketakutan kalo istrinya akan marah karena ucapannya yang salah tadi.
__ADS_1
Rey langsung memeluk istrinya. Rey merasa bersalah karena ucapan yang tak sengaja itu. Mana berani Rey bersikap manja pada orang lain. Untuk meladeni wanita-wanita yang terobsesi pada dirinya saja tidak pernah sedikitpun. Rey termasuk lelaki yang sangat setia, meski banyaknya godaan dari kaum wanita.
" Maafin ucapan mas tadi ya sayang."
" Iya mas, Ya udah pake baju yuk. Laper nihh cari makan yukz."
" Sayang banget samu kamu Vhey. Kamu nggak akan pernah ninggalin mas kan?"
" Nggak lah mas. Jangan ngomong kaya gitu terus ikh. Gih pake baju buruan." perintah Vheya yang mulai kesal karena suaminya seperti mengulur-ulur waktunya.
###
Disebuah tempat makan pinggir jalan, Vheya dan Rey sedang menikmati semangkok bakso dan sop buah. Makanan pinggir jalan memang tak kalah enak dengan makanan direstoran atau tempat-tempat makan mahal lainnya. Selain enak, harganya juga ekonomis. Bukan berarti mereka makan ditempat itu karena tidak mampu makan ditempat mahal, tapi karena mereka memang suka kuliner dimanapun tempatnya.
" Mas sekalian mampir ke minimarket depan ya. Buat stok bahan makanan biar nggak keluar-keluar terus kalau mau makan." kata Vheya.
" Ok sayang."
" Besok udah mulai ngantor dong mas." tanyanya.
" Iya sayang, kenapa? kamu masih pengen berduaan terus sama mas." ucap Rey.
" Ikhh mas kepedean banget. Aku kan cuma nanya mas. Biar besok bisa bangun lebih awal. Kan biasanya bangun siang terus." jelas Vheya.
" Kirain masih pengen berduaan terus. Kalo kamu mau juga mas pengen ajak kamu ke kantor. Biar mas semangat kerjanya."
" Halaghhhh mas lebay banget. Kan bisa makan siang bareng. Nanti aku nyamperin mas deh." kata Vheya.
" Janji ya sayang. I lovo You istriku."
" Love you too suamiku yang manja." ledek Vheya.
Setelah selesai makan, mereka lanjut untuk belanja keperluan dapur, banyak bahan makanan yang dibeli, tak ketinggalan cemilan dan juga minuman dingin. Setelah hampir penuh isi bagasi mobilnya, mereka bergegas pulang menuju ke rumah.
Di persimpangan jalan, Rey melihat ada penjual martabak. Rey begitu ingin memakan martabak. Akhirnya Rey menepikan mobilnya.
" Kok berhenti mas?" tanya Vheya keheranan.
" Pengen martabak sayang." jawabnya.
" Kirain kenapa. Ya udah gihh keburu sore nih."
" Ya udah, sayang tunggu sini dulu ya. Mas cuma bentar kok."
__ADS_1
" Ok sayang."
Setelah membeli martabak, mereka lanjut pulang menuju ke rumah. Rasanya kuliner hari ini benar-benar bikin perut terasa kenyang. Sesampainya dirumah, Rey menurunkan belanjaannya dan Vheya langsung membereskan belanjaannya. Setelah semua beres, mereka menuju kamar untuk istirahat.