
Siang itu Vheya sudah janjian dengan Ghea untuk mendatangi rumah Jo. Sesampainya dirumah Jo, mereka berdua saling dorong.
" Kamu aja Ghe yang ngomong."
" Yang pacarnya kan kamu. Aneh banget sihh."
" Iya juga sihh. Aku bingung mau ngomong dari mana dulu."
" Ya langsung intinya aja. Nggak usah basa basi."
" Ya udah dech."
Tok tok tok
Vheya memberanikan diri mengetuk pintu rumah Jo. Selang beberapa detik, pintu langsung terbuka. Ternyata mamahnya Jo.
" Siang tante." ucap Vheya.
" Siang juga sayang. Tumben mampir, biasanya tante nyuruh main nggak pernah mau. Jarang banget kalo nggak di paksa dulu." kata mamah Jo.
" Hehehe iya tante maaf. Abisnya malu masa cewe nyamperin cowo duluan."
" Nggak papa dong. Ayo masuk sini." kata mamah Jo mempersilahkan Vheya dan Ghea untuk masuk.
" Duduk sini . Mau minum apa nihh, tante ambilin dulu ya."
" Nggak usah tante. Beneran kita cuma bentar kok. Lain waktu aja Vheya pasti main lama."
" Beneran ya. Awas lho kalo bohong tante marah."
" Iya tante. Tan sebenernya ada yang mau Vhey tanyain sama tante."
" Apa itu sayang."
" Jo udah ngasih kabar belum sama tante. Soalnya dari waktu berangkat, Jo nggak ada kabar sama sekali. Nomornya juga nggak aktif tan."
" Masa sih. Tante pikir dia hubungin kamu. Soalnya nggak hubungin tante dari berangkat." jelas mamah Jo.
" Soalnya hp tante kemaren ketinggalan di Hotel. Baru diambil tadi sama papahnya Jo." ucap mamah Jo lagi.
" Aneh deh tan, biasanya selalu ngabarin Vhey. Kenapa ya tan??"
" Coba tante hubungin om Herman dulu."
Mamah Jo berusaha menelfon adiknya itu. Beberapa kali panggilan tapi tidak diangkat juga.
"gimana tan??"
"nggak diangkat sama omm nya Jo. Mungkin lagi sibuk banget.Makanya mohon-mohon biar Jo mau bantuin kesana."
" Oh gitu ya tan."
" Emang bener Jo nggak hubungin kamu sama sekali. Biar nanti tante tegur dia, udah bikin kamu khawatir."
" Iya tan. Makanya aku kesini pengen nanya langsung sama tante."
__ADS_1
" Ya udah nanti kalau om Herman telfon, nanti tante kabarin kamu Vhey."
" Makasih ya tante. Ya udah Vhey sama Ghea pulang dulu ya tante. Masih ada urusan lain."
" Kok cepet banget sihh. Ya udahh hati-hati. Nanti tante kabarin.Sering-sering main kesini dong."
" Iya tante pasti."
" Janji lho. Tante tungguin."
" Iyaa tante. Ya udah kita pamit ya tante."
Vheya dan Ghea pun meninggalkan rumah jo dan langsung menuju rumah Vhey.
Di Perjalanan Vheya terlihat sedih. Tatapannya kosong. Ghea yang melihatnya berusaha menghibur. Namun suasana hati Vheya sedang tidak bersahabat.
####
Sudah seminggu lebih Jo tanpa kabar. Mamah Jo juga semakin cemas. Dan ternyata om Herman juga kaget dengan pertanyaan orangtua Jo. Karena tepatnya Jo belum menemuinya sama sekali. Om Herman pikir jo tidak jadi menemuinya.
Om Herman berusaha mencari tau keberadaan Jo, namun hasilnya nihil. Menurut info terakhir yang di dapat. Pesawat yang di tumpangi Jo mendarat dengan sempurna satu minggu yang lalu. Nama Jo pun terdaftar disana.
Om Herman seperti kehilangan jejak Jo. kalau memang sudah sampe seminggu yang lalu, terus Jo pergi kemana. Apa dia tersesat. Seharusnya dia sudah hafal tempat tinggal omm nya. Karena memang sering bolak balik mengunjunginya.
Om Herman mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Jo. Memang sulit karena nomornya Jo jelas tidak aktif. Dan ditempat ini, Jo tidak mempunyai sodara yang lain.
Anak buah om Herman menelusuri semua hotel yang ada, namun hasilnya nihil. Lalu menelusuri semua Rumah Sakit, takutnya terjadi apa-apa dengan Jo, juga hasilnya nihil.
####
Berbagai cara sudah dilakukan namun hasilnya zonk. Jo menghilang seperti ditelan bumi. Bahkan keluarganya juga tidak kalah stres memikirkannya. Jo adalah anak semata wayangnya. Om nya pun terus mencari dan mencari, namun belum membuahkan hasil.
Bahkan sudah meminta bantuan polisi juga detektif, namun sungguh sangat sulit melacak dimana keberadaan Jo.
Vhey menjadi murung, malas makan dan juga selalu banyak diam.
" Vhey kamu mau sampe kapan seperti ini." tanya mamah Vheya yang melihat Vheya melamun di pinggir kolam.
" Sampe Jo ngasih kabar."
" Vhey buka mata kamu, itu tandanya Jo nggak baik buat kamu. Dia ninggalin kamu gitu aja tanpa kabar."
" Ini semua juga karena kalian. Semua orang nggak ada yang sayang Vhey."
" Vhey kita kaya gini karena sayang sama kamu. Pengen yang terbaik buat masa depan kamu."
" Masa depan apa mahh. Nikah sama Rey, iya itu maksud mamah."
" Vhey buka mata kamu. Percaya sama mamah. Buka hati kamu buat Rey nak. Pelan-pelan nak."
" Nggak semudah itu mah,"
" Makanya usaha donk. Ayo bangkit. Mamah selalu disamping kamu nak."
" Udahlah Vhey mau ke kamar aja."
__ADS_1
" Vhey mamah belum selese bicara nak."
Vheya pergi meninggalkan mamahnya yang masih berbicara. Vheya menuju ke kamarnya. Ditutupnya keras pintu kamarnya, sampai terdengar oleh mamahnya.
" Vhey kenapa mah." ucap papahnya bingung saat pulang dari kantor.
" Biasa lagi uring-uringan. Kita harus lakuin sesuatu dech pah."
" Lakuin apa mah"
" Vhey nggak boleh kaya gini terus. Nggak baik buat dia."
" Pasti gara-gara Jo sialan itu kan??"
" Iya pah"
" Untung aja udah pergi dari hidup Vhey, semoga jangan kembali lagi lah."
" Tapi gimana dengan keadaan Vhey sekarang pahh,"
" Biarin aja dulu, pelan-pelan aja mah. Lagian bentar lagi Rey juga pulang."
" Apa langsung nikahin aja ya pahh."
" Tuhh mamah pinter."
" Ya udah sana papah istirahat dulu. Mamah mau nyiapin makanan dulu."
Papah Vheya pun pergi menuju kamar. Diambil hpnya dari tasnya. Mencoba menghubungi Rey.
📞📞📞📞
Tutt tuttt tuttt
" Hallo Rey"
" Hallo pah, tumben papah telfon."
" Iyaa, bagaimana kuliahmu Rey?"
" Baik pahh. Insyaallah kalo semua udah beres bulan depan Rey pulang pah."
" Semoga ya Rey. Papah tunggu secepatnya Rey."
" Iya pah. Gimana kabar Vhey pah."
" Ya begitulahh Rey, cobalahh semakin dekati Vhey, ini waktu yang tepat Rey, agar Vhey yakin sama kamu."
" Iya pahh, Rey juga sering hubungin Vhey pah."
" Ya udah papah tutup dulu telfonnya."
" Iya pah. Salam buat keluarga pah."
Setelah papah Vheya telfon, Rey jadi semakin bersemangat untuk terus meluluhkan hati Vheya. Meskipun sangat begitu sulit, namun Rey akan terus berusaha sampai Vheya bisa menerima dirinya. Bukan hanya menerima karena perjodohan, namun karena memang hatinya sudah mau menerima Rey.
__ADS_1
Kesempatan ini memang yang ditunggu Rey, Vhey sudah agak melunak hatinya. Tidak seperti saat awal-awal dan masih dengan Jo. Semoga ini awal yang baik untuk dirinya.