Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 55


__ADS_3

Saat selesai rapat, Rey masih berdiam diri di kursinya. Bayu sudah pergi duluan karena ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan. Sebuah kesempatan langka untuk Mawar. Dirinya langsung mendekati bosnya. Tak lupa Mawar memperbaiki dulu penampilannya.


" Maaf pak, apa ada tugas lain yang bisa saya kerjakan buat bapak." tanya Mawar.


" Nggak ada lebih baik kamu keluar." ucapnya.


" Tapi bapak kelihatannya lagi pusing. Boleh saya bantu buat mijitin kepala bapak." ucap Mawar sembari berjalan mendekat kearah kursi Rey.


" Stop Mawar. Saya mohon tinggalkan ruangan ini sekarang juga." perintah Rey.


" Tapi pak, saya nggak tega liat bapak kaya gini. Apa salah sebagai karyawan bapak, saya bersikap perhatian terhadap atasan saya. Saya cuma nggak mau bapak kenapa-kenapa." jelasnya.


" Mawar saya mohon kamu keluar. Saya baik-baik saja. Dan akan lebih baik lagi kalo kamu cepat-cepat keluar sekarang juga dari tempat ini." perintahnya.


" Ya udah kalo itu mau bapak. Tapi kalo ada apa-apa jangan sungkan panggil saya ya pak. Saya akan melakukan apapun buat bapak." ucap Mawar sembari keluar dari ruangan.


Entah mengapa hari ini Rey sedikit tidak baik-baik saja. Rasanya kepalanya sedikit pusing. Rey memutuskan untuk kembali ke ruangannya. Saat akan masuk ke dalam ruangannya, ternyata Vheya sudah ada di dalam ruangan tersebut.


Rey langsung berlari dan memeluk Vheya. Vheya yang sedang duduk di sofa dengan majalah ditangannya, dibuat heran dengan sikap Rey.


" Mas kenapa?" tanya Vheya.


" Pusing sayang." jawabnya.


" Mas Rey sakit." ucapnya.


" Nggak tau. Habis rapat, kepala mas sakit. Pijitin sini sayang." pinta Rey dengan suara manja. Kemudian meletakan kepalanya di pangkuan Vheya.


Vheya langsung memijat kepala Rey. Sesekali mencium kening Rey. Rey yang diperlakukan seperti itu malah terbawa suasana. Dirinya melingkarkan tangannya diperut Vheya. Vheya pun semakin gemas dengan tingkah Rey. Diusap-usapnya rambut Suaminya itu. Saking nyamannya sampe Rey tertidur masih dalam pangkuan Vheya.


Waktu sudah menunjukan jam istirahat. Namun Mawar tak kunjung melihat bosnya keluar dari ruangannya. Mawar memberanikan diri untuk mengajak Rey makan siang.


Tokk tokk tokk


Belum ada jawaban dari bosnya, tapi Mawar memaksa diri untuk masuk. Betapa kagetnya saat pintu terbuka, dia harus melihat pemandangan bahwa bosnya yang sedang tertidur di pangkuan istrinya.


Vheya pura-pura tidak tahu saat Mawar membuka pintu. Namun seketika itu, buru-buru di tutupnya kembali pintu tersebut. Ia mengurungkan niatnya untuk pergi makan. Rasanya sungguh sakit hati melihat pemandangan seperti itu.


Setelah hampir setengah jam tertidur di pangkuan istrinya, Rey terbangun dengan kondisi lebih baik. Pusing yang dirasakan juga sudah hilang. Mungkin karena pijitan sang istri.

__ADS_1


" Udah bangun mas." ucap Vheya.


" Ehmzzzzzz mas ketiduran ya sayang." jawabnya.


" Iya mas. Gimana masih sakit nggak kepalanya. Masih pusing nggak?" tanyanya lagi.


" Udah nggak sayang. Makasih ya sayang. Kamu pasti pegel ya dari tadi." ucap Rey.


" Udah waktunya makan siang. Mas makan dulu ya. Terus minum vitaminnya." kata Vheya sembari memeluk suaminya itu.


" Makan disini aja ya sayang. Pengen disuapin kamu. Boleh nggak?" tanya Rey.


" Boleh. Ya udah sana suruh Bayu beliin di kantin. Lama pengen ngrasain lagi masakan di Kantin." ucap Vheya.


" Iya sayang." jawabnya.


####


Di toko buku Ghea tak menyangka akan bertemu dengan Jo. Awalnya Ghea mencoba menghindar, namun diurungkan niatnya itu. Ghea memberanikan diri untuk mendekati Jo.


" Hay Jo. Disini juga, cari buku apa?" tanya Ghea.


" Emzzz aku minta maaf ya Jo kalo ada salah sama kamu." ucap Ghea.


" Kenapa harus minta maaf. Nggak ada yang perlu dimaafkan. Orang nggak pernah ada apa-apa kok minta maaf." jelas Jo.


" Terus kenapa akhir-akhir ini cuek banget sama aku." tanya Ghea.


" Perasaan kamu aja kali. Aku mah baik-baik aja nggak pernah gimana-gimana ke oranglain." jawabnya lagi.


" Oughhh jadi aku yang terlalu mikir negatif."


" Mungkin. Ya udah aku cabut duluan ya." ucap Jo sembari pergi menuju kasir.


Ghea yang saat itu berdiri di dekat rak buku hanya bisa membuang nafas dengan kasar dan mencoba tetap sabar. Mungkin Jo sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun.


Seketika hujan turun dengan derasnya. Jo meneduh di sebuah halte bus. Jo tak mungkin meneruskan perjalanannya. Kalau saja ketika tadi berangkat, dia menggunakan mobil, sudah pasti tak akan kehujanan.


####

__ADS_1


Di sebuah kafe, tanpa sengaja Mawar bertemu dengan Rey. Mawar yang melihat Rey duduk sendirian, tanpa pikir panjang langsung mendekati Rey.


" Pak Rey lagi apa disini?" tanya Mawar.


" Kamu nggak lihat saya lagi duduk." jawabnya.


" Ya tau pak, kalo bapak lagi duduk. Maksud saya bapak ada acara apa disini, sedang bertemu client, atau yang lainnya." ucap Mawar mencoba tetap sabar dan tenang.


" Saya lagi sama Bayu." jawabnya.


" Boleh saya ikut gabung pak. Kebetulan saya sendirian kok pak." ucapnya lagi.


" Maaf ini urusan laki-laki." ucap Rey seakan merasa terganggu.


Tiba-tiba Bayu datang dan langsung menegur Mawar.


" Ngapain kamu duduk disini. Nggak sopan banget sama atasan. Ini khusus laki-laki, kamu ada urusan apa." kata Bayu tegas.


" Ikhh pak Bayu. Kata pak Rey boleh kok. Iya kan pak Rey." ucap Mawar meminta pembelaan.


" Kata siapa. Kamu yang tiba-tiba dateng kesini dan minta duduk disini. Emang saya nyuruh, enggak kan." jawabnya santai.


" Udah deh bu Mawar yang terhormat, tolong ibu tinggalkan meja ini. Kita lagi ada rapat penting. Ibu bisa kan nggak ganggu." ucap Bayu terus terang.


" Ikhh sebel. Ya udah deh saya pergi." ucap Mawar sembari pergi meninggalkan Kafe tersebut dengan wajah penuh amarah.


Bayu dan Rey saling tatap kemudian mereka tertawa ngakak. Dari dulu Bayu memang tidak suka wanita yang agresif seperti Mawar. Apalagi Bayu tau niat Mawar mendekati Rey. Karena tanpa sengaja, Bayu pernah mendengar ucapan Mawar saat berbicara kepada temannya.


Sejak saat itu Bayu berjanji akan menjauhkan Mawar dari bosnya sekaligus sahabatnya. Bayu tak ingin memberikan kesempatan walau sedikit untuk Mawar bisa mengganggu Rey.


" Untung saja kamu cepet dateng Bay." ucap Rey.


" Heran bos, kenapa dimana-mana selalu ada dia ya. Apa dia ngikutin kemanapun bos pergi ya." ucapnya.


" Mana saya tahu. Lama-lama saya risih Bay dengan sikap dan tingkahnya." kata Rey lagi.


" Apa perlu kita pecat aja bos." ucapnya.


" Jangan memutus rejeki oranglain. Masih ada cara lain kan, yang lebih baik dan tidak menyakitkan hati." ucap Rey begitu bijaksana.

__ADS_1


__ADS_2