Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 46


__ADS_3

Menjelang sore, Rey pamit kepada Ghea untuk pulang kerumah. Sejak pagi dirinya belum mandi dan makan. Ghea sudah dari pagi datang ke Rumah sakit ikut menunggu Vheya.


" Ghe saya pulang dulu ya. Tolong jagain Vheya. Mungkin sebentar lagi mamah saya sampai." kata Rey.


" Iya mas. Saya pasti jagain Vheya kok." ucap Ghea.


Rey keluar dari ruangan dengan muka kusut dan rambut yang acak-acakan. Rey menuju ke tempat parkir mobilnya. Disana supirnya sudah menunggu untuk mengantarnya pulang.


sesaat setelah Rey pulang, orangtua Rey datang. Mereka masuk dan langsung menangis di samping Vheya. Ghea yang ada di tempat itu langsung menenangkannya.


" Sabar ya tante. Vheya pasti kuat kok." ucap Ghea.


" Kenapa bisa seperti ini Ghea. Apa yang sebenernya terjadi sama Vheya." tanya mamah Rey.


" Ceritanya panjang tante. Tiba-tiba aja mobil dari belakang nabrak Vheya." ucap Ghea menjelaskan.


Tiba-tiba Vheya sadar. Dia memanggil dan menyebut nama suaminya. Mamahnya Rey langsung memeluk Vheya. Ghea pun langsung memanggil dokter.


" Sayang mamah seneng banget kamu udah sadar." ucap mamahnya Rey.


" Mamah, mas Rey mana mah?" tanya Vheya tak melihat suaminya di sampingnya.


" Mas Rey baru aja pulang Vhey. Dari semalem belum mandi, belum makan juga. Dia khawatir banget sama kamu." ucap Ghea.


" Ghe gimana sama anak aku?" tanya Vheya lagi.

__ADS_1


" Kamu yang sabar ya Vhey. Mungkin belum rezeki kamu. Pokoknya kamu harus kuat." ucap Ghea menyemangati sahabatnya itu.


Vheya tak kuasa menahan tangisnya. Mertuanya sudah mencoba menyuapi makanan, tapi Vheya enggan untuk makan. Padahal sudah waktunya untuk minum obat. Namun Vheya tetap bersikeras menolaknya. Ghea dan mertuanya hanya bisa pasrah menuruti kemauan Vheya.


Setengah jam kemudian Rey datang. Rey langsung memeluk istrinya saat dirinya melihat sang istri sudah sadar. Dikecupnya kening sang istri dan didekapnya erat tubuh istrinya itu.


" Sayang mas seneng banget kamu udah sadar. Mas khawatir banget sama kamu sayang." ucap Rey masih memeluk Vheya.


" Mas anak kita mas." tangis Vheya pecah saat teringat dengan calon anaknya.


" Udah sayang. Ikhlasin ya sayang, jangan dipikirin terus. Mungkin belum rezeki kita." ucap Rey menenangkan istrinya.


Orangtua Rey dan Ghea pamit pulang. Ghea sudah dari pagi menemani Vheya, dirinya butuh mandi dan istirahat. Begitu juga dengan orangtua Rey yang perlu istirahat. Karena saat sampai di Bandara, mereka langsung menuju Rumah Sakit.


" Aku benci sama dia mas?" ucap Vheya.


" Udah sayang. Sekarang fokus sama kesehatan kamu aja. Nggak usah mikir yang macem-macem. Biar semua itu jadi urusan mas." ucap Rey.


###


Di sebuah kafe, Ghea sengaja menemui Jo. Ghea ingin mendengar alasan Jo kenapa bisa sampai bersikap seperti itu terhadap Vheya. Bahkan Vheya kecelakaan karena ulahnya saja, dia malah tak datang menjenguknya.


" Aku heran sama sikap kamu akhir-akhir ini." ucap Ghea.


" Maksud kamu apa?" tanya Jo balik.

__ADS_1


" Vheya kecelakaan itu gara-gara kamu. Dia bahkan sampai harus kehilangan calon anaknya. Udah mirip kayak pembunuh kamu tuh Jo." ucap Ghea menjelaskan.


" Bukan salah aku. Kenapa aku harus peduli, kaya dia peduli aja selama ini sama hidup aku." ucap Jo santai.


" Nggak nyangka ternyata kamu itu nggak punya hati ya Jo."


" Iya emang aku nggak punya hati, aku bukan orang baik. Terus mau apalagi." ucap Jo makin kacau.


" Cuma karena Vheya lebih milih sama Rey, kamu bisa sejahat itu Jo. Buka mata kamu Jo, sadar diri, semua yang terjadi itu nggak bener. Vheya bukan pelampiasan untuk amarah kamu Jo." ucap Ghea mengingatkan.


" Terserah."


" Nggak semua yang kamu mau bisa kamu miliki Jo. Ikhlasin Vheya biar bahagia sama pilihan hatinya. Dia bisa bertahan sampai saat ini nggak mudah. Dia berjuang saat hidup tanpa kamu. Dia kaya orang sakit saat kamu pergi meninggalkan dia tanpa kabar. Aku yang nemenin dia nyari keberadaan kamu Jo. Dan disaat Rey bisa menyembuhkan luka hatinya, kenapa kamu usik lagi Jo." kata Ghea menjelaskan.


" Aku menghilang juga karena alasan. Siapa yang mau kecelakaan terus amnesia. Aku juga nggak mau Ghe. Dan disaat aku inget semuanya, aku harus terima kenyataan milikku menjadi milik orang lain. Nggak semudah itu hati ini menerima Ghe." kata-kata Jo membuat Ghea merasa kasian dengan kisah percintaannya.


" Vheya juga nggak mudah buat nglewatin semua ini Jo. Aku yang tiap saat bersamanya. Buat menerima Rey saja, awalnya dia menolak Jo. Dia mati-matian nyariin kamu. Hampir gila dia dulu kehilangan kamu. Dan betapa sabarnya Rey terus menunggu dan menunggu. Sampai akhirnya dia membuka kembali hatinya yang masih terluka karena ulahmu sendiri." jelas Ghea.


" Tapi kenapa semudah itu menerima Rey. Kenapa dia nggak yakin kalau aku pasti kembali. Kita pernah berjanji buat hidup bersama selamanya. Kita udah janji nggak akan pernah berpisah. Kenapa dia mengkhianati aku. Ini nggak adil buat aku Ghe. Aku belum bisa terima." ucap Jo frustasi.


" Kamu bilang semudah itu? hampir satu setengah tahun dia nyariin kamu kaya orang gila, berharap keajaiban datang membawa kamu kembali bersamanya. Tapi apa Jo, kenyataannya nihil. Bahkan orangtuamu saja sudah mengikhlaskan jika memang kamu pergi untuk selamanya." ucap Ghea makin gemas dengan pemikiran Jo.


" Kenapa dia harus memutuskan langsung menikah. Semudah itu memberikan hidupnya untuk laki-laki lain, sakit Ghe hati aku. Dia yang dulu slalu di samping aku, nyemangatin aku, ngerubah hidup aku jadi lebih baik. Dan kini aku harus terima kenyataan kalau dirinya bukan miliku lagi. Nggak semudah itu Ghe. Bahkan aku masih inget tatapan sayangnya dia, sentuhan lembut tangannya, pelukan mesra tubuhnya, dan kecupan mesranya. Aku masih bisa merasakan semua itu Ghe. Ini nggak adil, aku nggak bisa terima." kata-kata Jo semakin tak terarah.


" Tapi faktanya, kini dia sudah jadi milik orang lain, sudah jadi istri sahnya Rey. Kamu harus belajar menerima kenyataan. Bahwa tidak semua yang kamu mau bisa kamu miliki. Aku nggak ngebela Vheya, tapi memang ini nyatanya. Dia pernah tulus mencintai kamu dan keadaan yang memaksa merubah cintanya itu. Biarkan dia bahagia, bukannya cinta itu tak harus memiliki. Bukankah jika kita mencintai seseorang, kita akan rela melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun bukan bersama kita. Percayalah Jo, yang di atas akan menggantikan dengan seseorang yang juga akan tulus mencintai kamu." ucap Ghea menasehati Jo.

__ADS_1


__ADS_2