Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 57


__ADS_3

Hay semua,,, maaf ya baru hadir lagi. Masih di moment Idul Fitri nih. Author mau ngucapin Minal aidzin wal faidzin ya teman-teman semua. Mohon maaf lahir dan bathin. Setelah hampir dua minggu absen, otak dipenuhi sama liburan dan kue lebaran, waktunya melanjutkan bab yang tertunda. Semoga nggak lupa sama alur dan jalan ceritanya ya.


Teman-teman udah pada liburan kemana aja nih. Author baru jalan-jalan ke tempat wisata di deket rumah, yaitu Pantai. Meskipun harus bermacet-macetan, tapi seperti sudah menjadi rutinitas atau kebiasaan jika liburan tiba. Ok deh. Langsung aja kita ke bab selanjutnya ya.


#####


Ghea sedang berada di sebuah tempat perbelanjaan yang tak jauh dari Rumahnya. Dia sengaja ingin bertemu seseorang. Seseorang yang telah lama ia kagumi, namun hanya sebatas rasa kagum tanpa berani mempunyai rasa lebih. Rasanya seperti tak mungkin bisa memilikinya.


" Kak Andri apa kabar? Kapan pulang ke Indo." tanya Ghea.


" Kabar baik, kamu apa kabar? Baru kemarin sore sampe sini." ucapnya.


" Kak Andri dalam rangka apa nih balik ke Indo. Setelah bertahun-tahun tanpa kabar, sekarang tiba-tiba muncul." tutur Ghea.


" Maaf ya dulu nggak pamit waktu pergi." ucapnya lagi.


" Dulu bilang sayang. Nggak akan ninggalin, tapi nyatanya pergi diem-diem tanpa kabar. Kakak nggak tau sihh perasaan aku waktu itu." ucap Ghea dengan suara sedikit serak.


" Maaf Ghea. Tapi waktu itu emang aku nggak tau kalo kamu ada perasaan sama aku. Yang aku tau, Vheya lebih milih berhubungan dengan Jo. Dan itu sakit banget buat aku." jelasnya.


" Apa??? jadi kakak dulu pergi tiba-tiba itu karena Vheya. Jadi kakak dari dulu deket sama aku, karena pengen deketin Vheya. Perhatian kakak, semuanya semata-mata karena cuma pengen deket sama Vheya." ucap Ghea tak percaya.


" Ya aku nggak tau kalo kamu ada rasa sama aku. Aku nggak ada cara lain buat bisa deket sama Vheya. Maaf kalo aku nyakitin perasaan kamu, atau mengabaikan perasaan kamu. Aku bener-bener nggak tau." jelasnya lagi.

__ADS_1


" Kenapa sihh semua tentang Vheya. Apa sih hebatnya dia. Sehingga semua laki-laki menyukainya. Nggak kakak, Jo juga Rey lebih milih dia dan begitu tergila-gila sama dia." tiba-tiba terbesit rasa benci kepada sahabatnya itu.


Ghea terlalu lelah dengan semua keadaan dan kondisi dimana semua yang ia suka, justru malah terang-terangan mencintai sahabatnya itu. Bahkan Jo yang sudah ditinggal menikah saja, masih begitu mencintai Vheya. Dan sekarang, orang yang dulu di kagumi dan berfikir mencintainya, justru ternyata malah mencintai Vheya.


Bahkan Dia rela pergi jauh hanya karena Vheya lebih memilih laki-laki lain. Kenapa semua laki-laki hanya memandang Vheya. Kenapa nggak ada satupun laki-laki yang bisa melihat ketulusan hatinya. Rasanya seperti tak adil. Tapi apa iya harus membenci sahabat yang bertahun-tahun telah bersama.


Ghea frustasi. Dia lebih memilih pergi dari tempat itu dengan perasaan hancur. Harapan yang ia nantikan, ternyata dalam sekejap menghancurkannya. Ada sedikit rasa ingin meluapkan emosinya. Namun untuk apa lagi, semuanya sudah percuma.


" Ghea maaf ya." ucapnya.


" Nggak ada yang perlu dimaafin. Aku aja yang salah menaruh rasa. Aku aja yang terlalu percaya diri. Aku ada acara lain, aku pamit kak." ucap Ghea berlalu meninggalkan Andri yang masih duduk termenung.


####


Saat berada di dalam mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Diliriknya siapa yang menghubunginya. Ternyata Vheya yang menelfonnya. Rasanya saat ini, dirinya enggan untuk sekedar berhubungan dengan Vheya. Masih terlalu sakit kenyataan yang baru saja ia terima.


Andri adalah kakak kelasnya semasa SMA. Dia ketua Osis yang sangat tampan. Banyak yang mengidolakannya. Begitu juga dengan Vheya dan Ghea. Entah karena kejadian apa, mereka bertiga bisa berteman akrab.


Andri sering mengajak Ghea dan Vheya jalan-jalan. Ghea fikir selama ini, Andri menyukainya, karena jelas-jelas lebih sering dekat dengan dirinya. Tapi ternyata semuanya salah. Justru dia malah mencintai Vheya. Namun saat itu Vheya malah lebih memilih Jo.


Andri merasa kecewa dengan Vheya. Dan tanpa pikir panjang, Andri memutuskan untuk pindah sekolah. Yang lebih menyakitkan lagi adalah, Andri pergi tanpa pamit, seperti hilang ditelan bumi. Tanpa kabar atau sedikit saja penjelasan. Seperti menggantungkan rasa yang Ghea miliki.


Kalau saja saat pergi, Andri lebih dulu menjelaskan, mungkin keadaannya tidak akan serumit ini. Tapi ini, dia harus terima kenyataan bahwa Andri sama sekali tidak pernah mempunyai perasaan apapun terhadapnya. Melainkan hanya menganggap teman biasa.

__ADS_1


Ghea melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga saat berada di belokan, dia tidak bisa mengontrol kemudinya dan menabrak pembatas jalan. Sesaat semua menjadi gelap, darahnya mengalir di pelipisnya sampai akhirnya dia tak sadarkan diri.


Ghea dibawa ke Rumah Sakit terdekat dan segera mendapat penanganan dari Dokter. Pihak Rumah Sakit menghubungi keluarganya. Namun orangtuanya sedang berada di luar Kota. Akhirnya asisten rumah tangganya menghubungi Vheya.


tuttt tut tuttt


" Halo Ghe. Darimana aja sih lho. Gue hubungin dari tadi juga." ucapnya.


" Non maaf ini Bibi. Bukan Non Ghea." ucap si Bibi.


" Eh si Bibi. Kok Bibi yang telfon, Ghea kemana?" tanyanya lagi.


" Non Ghea kecelakaan Non. Bisa kesini nggak Non. Soalnya orangtua Non Ghea lagi di luar Kota. Paling nanti malam baru sampai." jelasnya.


" Apa Bi. Ghea kecelakaan. Ya udah aku kesana Bi. Kirim alamatnya ya Bi. Aku langsung kesana." ucap Vheya sembari menutup telfonnya.


Vheya begitu panik dan langsung menyambar tas dan kunci mobilnya. Vheya bahkan lupa tak memberi kabar kepada Rey karena saking paniknya. Yang ada di fikirannya adalah semoga tidak terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.


Butuh waktu setengah jam untuk sampai Ke Rumah Sakit. Sesampainya disana, Vheya langsung berlari masuk dan menemui asisten rumah tangga sahabatnya itu.


" Bi gimana keadaan Ghea." tanya Vheya dengan nafas tak beraturan.


" Belum tau Non. Masih di dalem. Aduh Bibi takut Non Ghea kenapa-kenapa." ucapnya.

__ADS_1


" Kita berdoa aja ya Bi. Semoga semuanya baik-baik aja. Dan Ghea cepet sembuh." ucapnya menghibur.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Ghea dipindahkan ke ruang rawat. Vheya tak henti-hentinya menangis melihat keadaan Ghea. Kepala Ghea di perban, hampir seperti memakai kopiah. Sepertinya benturannya sangat keras, sehingga wajahnya penuh luka dan lebam.


__ADS_2