Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 56


__ADS_3

Sudah genap 1 tahun Vheya dan Rey menjalani kehidupan sebagai sepasang suami istri. Suka duka dilalui bersama, meskipun terkadang mereka lebih mementingkan ego masing-masing. Namun semakin berjalannya waktu, justru cinta di antara mereka semakin kuat.


Rey semakin memahami karakter sang istri. Yang manja dan selalu ingin dimengerti. Begitupun Vheya yang perlahan bisa mengimbangi Rey. Rey yang terkadang terlihat bersikap dingin, namun kenyataannya, dia adalah orang yang begitu perhatian dan penyayang. Sikap dewasa dan tanggungjawabnya sebagai laki-laki dan kepala keluarga, membuat Vheya dengan mudah menyerahkan hatinya sepenuhnya, hanya untuk Rey.


" Mas nggak ngantor." tanya Vheya.


" Nanti agak siangan sayang. Mau survei lokasi pembangunan Hotel baru." jawabnya.


" Jadi tempat itu dijadiin Hotel mas." tanyanya lagi.


" Jadilah. Kan udah deal semua. Tempatnya juga strategis."


" Semoga sukses ya mas. Dan dilancarkan semuanya. Banyak yang terbantu buat warga di sekitar pembangunan." ucap Vheya menyemangati suaminya.


" Amin sayang. Kamu hari ini ada rencana mau ngapain, atau mau kemana." tanya Rey.


" Mungkin nanti siang mau ke Salon. Nggak papa kan mas." ucap Vheya.


" Ya nggak papa dong sayang. Nanti mas anterin ya. Pulangnya mas jemput lagi." kata Rey.


" Ngrepotin mas Rey nanti. Udah aku sendiri aja. Boleh kan bawa mobil sendiri." tanya Vheya meminta ijin.


" Ya udah boleh sayang. Tapi hati-hati ya. Selalu kabarin mas." ucap Rey posesif.


" Siap boz." ucap Vheya sembari memberi hormat.


###


Di kantor, Mawar sedang merapikan meja kerjanya. Tiba-tiba saja Bayu menghampirinya.


" Tumben datang lebih awal." ucap Bayu.


" Nanti kalau telat lagi, di marahin lagi sama pak Bayu. Dikira inilah itulah, kaya seolah-olah saya sering terlambat." jelasnya.


" Bagus deh kalo sadar diri." ucap Bayu.

__ADS_1


" Pak Bayu kenapa sih sensi banget kalau sama saya. Emang saya pernah bikin salah apa sama pak Bayu. Kok kelihatan banget kalo pak Bayu kaya nggak suka banget sama saya." tanya Mawar penasaran.


" Kamu emang nggak pernah bikin salah sama saya. Tapi kesalahan kamu adalah berani mendekati pak Rey. Saya tau niat dan tujuan kamu sebenernya apa." kata pak Bayu terus terang.


" Maksud pak Bayu apa sih. Saya nggak ngerti deh?" kata Mawar pura-pura kaget.


" Kamu punya rencana mendekati pak Rey demi uangnya kan? inget itu nggak akan pernah terjadi." ucap Bayu tegas.


" Bapak kok seolah-olah menuduh tapi tanpa bukti. Jaga ucapan bapak ya. Meskipun bapak adalah asisten pribadi pak Rey. Saya nggak takut sama bapak." ucapnya.


" Lancang sekali bicara kamu, kalo bukan karena rekomendasi dari saya, kamu nggak akan bisa kerja disini." ucap Bayu mulai emosi.


" Saya bisa kerja disini karena kemampuan saya pak. Kalopun saya disini karena rekomendasi dari bapak, tapi kemampuan saya nggak ada, pak Rey juga nggak mungkin akan terima saya kerja disini. Jadi jangan ngerasa paling berjasa disini." tutur Mawar seakan menantang Bayu.


" Saya jamin kamu nggak akan betah lama-lama disini." ancam Bayu.


" Dan saya pastikan bapak nggak akan berani lagi bicara tidak sopan sama saya. Permisi pak, masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan." ucap Mawar sembari melangkah keluar.


Bayu hanya bisa menahan emosinya. Awalnya bayu sangat mengagumi Mawar. Tapi semenjak tanpa sengaja, Bayu mendengar saat Mawar berbicara di telfon, Bayu jadi hilang rasa terhadap Mawar.


Saat Bayu sedang berjalan melewati toilet wanita, tanpa sengaja Bayu mendengar ada seseorang yang sedang berbicara. Dan ternyata itu Mawar yang sedang menelfon seseorang.


" Gue udah berhasil masuk di perusahaan milik Rey. Dan gue bakal ngelakuin apapun buat dapetin Rey. Meskipun dia udah punya istri, itu nggak jadi masalah. Yang penting duitnya banyak. lho liat aja nanti." ucap Mawar sembari menutup telfonnya.


Bayu segera bergegas pergi dari tempat itu, sebelum Mawar melihatnya. Semenjak saat itu, Bayu sangat membenci Mawar. Bayu berjanji pada dirinya sendiri, untuk menjauhkan Mawar dari Rey.


###


Vheya sedang melakukan perawatan di Salon langganannya. Dia bersama Ghea yang tanpa sengaja bertemu di Salon tersebut.


" Kok nggak ngasih tau mau kesini Ghe." tanya Vheya.


" Ini juga tadi nggak sengaja lewat. Ya udah mampir aja. Kan udah lama kita nggak perawatan kaya gini." jawab Ghea.


" Aku sih udah rencana dari kemarin-kemarin. Tapi baru ada waktu sekarang." kata Vheya.

__ADS_1


" Kok nggak ngasih tau."


" Kan dari kemarin-kemarin kamu galau mulu, banyak bengong. Takutnya pas aku ajak, kamu malah nolak." jelas Vheya.


" Selesai dari sini nongkrong tempat biasa yuk." ajak Ghea.


" Boleh, tapi nggak sampai malem juga ya. Nanti suamiku nyariin lagi." ucap Vheya.


" Ok.siap."


Setelah beberapa jam kemudian, mereka keluar dari Salon. Vheya dan Ghea menuju ke tempat dimana biasa mereka datangi. Tempat itu adalah tempat bersejarah bagi mereka.


" Akhirnya sampai juga. Lama kita nggak kesini." ucap Vheya.


" Iya Vhey. Kangen banget deh. Udah banyak yang berubah ternyata ya." ucap Ghea sembari duduk di bangku sebelah.


" Liat deh tulisan kita di pohon itu. Masih jelas banget tau nggak." ucap Vheya menghampiri pohon yang ada disebelah bangku yang diduduki oleh Ghea.


" Masa sih Vhey. Aku pikir bakal ilang gitu aja. Itu kan udah dari kita pertama sekolah SMA. Masih jelas gitu ya." ucap Ghea tak percaya.


Tiba-tiba Vheya berjalan ke arah pedagang kaki lima. Ghea hanya menunggunya sambil sesekali mengambil gambar pemandangan ditempat itu. Setelah cukup lama, Vheya kembali dengan membawa 2 bungkus somay dan 2 gelas es teh manis.


" Kamu masih inget ini Ghe." tanya Vheya sembari menunjukan apa yang ia bawa ditangannya.


" Hahahahaha ini makanan kita waktu itu. Sampai Genk Mira si manja ngatain kita anak miskin. Padahal ini rasanya enak banget. Kita pernah di olok-olok gara-gara makan kaya gini. Dikira kita nggak mampu beli makanan mahal." jelas Ghea teringat akan masa lalu.


" Nih cobain lagi. Seenak dulu atau nggak." kata Vheya.


" Masih sama kok Vhey. Bumbunya pas, pedesnya juga pas. Pokoknya nggak ada tandingannya deh." ucap Ghea memuji.


" Tempat ini juga menjadi sejarah antara aku sama Jo. Terkadang pengen kesini, tapi tempat ini terlalu banyak kenangan bersama dia." ucap Vheya.


" Jadi itu alasan kenapa kamu jarang kesini." tanya Ghea.


" Iya. Rey aja nggak tau tempat ini. Pernah suatu ketika aku kesini, dan ternyata Jo juga ada disini. Tapi saat itu aku lagi bener-bener kecewa sama dia. Aku langsung aja pergi dari sini. Dan sekarang ini aku baru kesini lagi, setelah kejadian waktu itu." ucap Vheya seketika membuat Ghea merasa cemburu.

__ADS_1


__ADS_2