Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 34


__ADS_3

Hari semakin sore, entah mengapa Vheya berat hati meninggalkan Jo yang masih berlutut dihadapannya. Mengungkapkan segala isi hati yang terpendam selama setahun lebih. Jo terus mengucapkan kata maaf, entah sudah berapa kali. Meski begitu Vheya enggan untuk menanggapinya. Meski dirinya tak beranjak pergi dari tempat itu.


" Vhey aku kangen sama kamu. Aku datang kerumah kamu tapi kata satpam rumah nggak ada orang. Aku baru sampai tadi malem Vhey." kata Jo menjelaskan.


" Aku udah nggak tinggal disana lagi." jawab Vheya datar.


" Maksudnya gimana Vhey, kamu pindah rumah atau gimana maksudnya." tanya Jo penasaran.


" Aku sekarang tinggal sama Rey. Aku udah nikah sama Rey." kata Vheya menjelaskan.


" Jangan bercanda Vhey, kamu nggak setega itu ngekhianatin hubungan kita kan?" ucap Jo tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" Aku serius Jo. Baru 2 bulan aku nikah sama Rey." ucapnya.


" Apa Rey itu laki-laki yang dijodohkan waktu itu." tanya Jo lagi.


" Iya. Dia yang selalu ngasih semangat buat aku, selalu ada buat aku, nguatin aku saat aku hampir gila gara-gara orang yang tak tau diri." ucap Vheya hampir menangis.


" Tapi kenapa semudah itu kamu berpaling Vhey, aku masih setia sama kamu, aku kembali buat kamu. Kenapa Vhey semudah itu kamu buka hati buat laki-laki lain." ucap Jo merasa tak terima cintanya di khianati.


" Bisa kamu Jo bilang aku mengkhianati kamu. Selama hampir satu tahun lebih aku nunggu kamu, aku hampir gila mikirin kamu yang pergi entah kemana tanpa kabar sedikitpun. Apa kamu tahu rapuhnya aku kala itu, apa kamu tahu hancurnya hati aku kala itu, dan apa kamu juga tahu aku seperti orang yang tak waras mencarimu kemana-mana." ucap Vheya tak mampu membendung lagi amarahnya yang pernah terpendam. Kini ia luapkan di depan orangnya langsung.


" Tapi bukan dengan menikah sama laki-laki itu Vhey. Aku terima kamu marah, kamu benci sama aku, tapi kenapa kamu harus menikah dengan oranglain Vhey." Jo menangis dihadapan Vheya. Berlutut dengan wajah frustasi.

__ADS_1


" Maaf Jo. Maaf jika keputusanku menikah dengan Rey melukai hatimu. Tapi lebih terluka lagi jika aku menyia-nyiakan laki-laki sebaik Rey. Aku mencintai dia Jo. Mencintai caranya memperlakukan aku. Mencintai caranya meluluhkan hatiku kala aku depresi gara-gara cinta. Cinta yang meninggalkanku entah kemana. Cinta yang membiarkan aku tersiksa melewati hari-hari yang terus memaksaku untuk bertahan. Aku menyerah Jo, aku kalah memperjuangkan cinta itu untukmu. Maaf Jo." Vheya bergegas berdiri dan meninggalkan Jo yang masih berlutut.


Sesakit apapun saat ini, Jo tak mampu memutar waktu kembali untuk tetap memiliki Vheya. Vheya telah dimiliki laki-laki lain yang mungkin lebih baik darinya. Namun hati Jo masih enggan untuk menerima kalau ternyata Vheya bukan jodohnya. PACARKU BUKANLAH JODOHKU. Tidaakkkkkkkkk . Hati Jo belum mampu menerima semuanya. Dia masih berambisi memiliki Vheya kembali bahkan merebutnya kembali.


Jo berlari mengejar Vheya, meraih tangan Vheya. Dipeluk erat tubuh Vheya dari belakang. Orang- orang yang lewat hanya memandangnya, entah mencela atau memaklumi dan beranggapan mereka sepasang kekasih yang tengah bertengkar, atau entahlah.


Tiba-tiba hujan turun. Meski tak sederas airmata yang keluar, namun dalam sekejap mereka basah kuyup. Vheya masih mematung di dalam dekapan Jo. Entah mengapa Vheya seperti terhipnotis untuk tetap berada dalam dekapan Jo. Jo mengajaknya berteduh. Namun tak ada tempat yang memungkinkan untuk berteduh. Jo kemudian mengajak Vheya menuju mobilnya. Karena mobil Jo posisinya lebih dekat dari pada mobil Vheya yang berada di ujung.


" Jo ini nggak bener. Biarin aku pergi Jo. Kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Semoga kamu ikhlas menerima semua ini Jo." kata Vheya.


" Aku nggak rela dan nggak akan ikhlas melepasmu Vhey. Kamu milikku dan sampai kapanpun akan tetap jadi milikku." kata Jo percaya diri.


" Jo aku harus pulang, suamiku pasti nungguin aku Jo. Buka pintunya, aku mohon Jo." Vheya menatap Jo dengan tangan memohon.


" Tapi jo, sekarang semuanya udah berbeda. Aku sudah menikah. Aku bahagia dengan suamiku. Dia memperlakukan aku dengan baik. Seharusnya jika memang kamu mencintaiku, kamu akan bahagia juga atas kebahagiaanku." ucap Vheya yang mendapat tatapan tajam dari Jo.


" Jangan memaksaku merelekanmu bersama laki-laki lain. Aku akan melakukan segala cara untuk menjadikanmu milikku seutuhnya. Percayalah Vhey, hanya aku yang tulus mencintaimu." ucap Jo egois.


###


Disisi lain Rey sedang frustasi mencari keberadaan istrinya. Ponselnya aktif tapi tak dijawab sama sekali panggilan darinya. Bahkan Rey menghubungi teman-teman Vheya juga keluarganya, namun hasilnya nihil.


" Sebenernya kamu dimana Vhey, mas khawatir Vhey." ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Rey mendatangi tempat dimana biasa istrinya datangi, namun hasilnya tetap nihil. Rey terus mencari dan mencari sampai dirinya melihat mobil Vheya sedang terparkir di dekat Minimarket. Rey turun dan mengambil payung. Karena saat ini hujan masih turun dengan derasnya. Rey mengintip ke dalam mobil, namun tak ada istrinya di dalam mobil itu, bahkan hanya ponselnya yang terlihat tergeletak. Sepertinya Vheya lupa membawa ponselnya.


Rey mencoba bertanya pada salah satu karyawan Minimarket. Apa ada yang melihat istrinya datang berbelanja atau tidak.


" Maaf mba mau tanya." kata Rey mendekati salah satu karyawan yang sedang berdiri dekat pintu.


" Iya pak, ada yang bisa di bantu." jawabnya.


" Apa tadi ada wanita ini belanja disini." ucap Rey sembari menunjukan foto istrinya.


Karyawan itu melihat foto Vheya dan mengingatnya kembali. Cukup lama mengingat namun membuat Rey tampak lega.


" Oh iya pak tadi mba ini belanja disini. Tapi udah dari sore sih pak." kata karyawan itu.


" Terus mba liat perginya kemana nggak mba." tanyanya lagi.


" Maaf pak saya nggak ada waktu buat memperhatikan satu persatu pembeli yang datang. Tapi seingat saya, dia bersama laki-laki. Mungkin pacarnya pak. Soalnya terlihat seperti pasangan kekasih." ucap karyawan itu membuat Rey hampir emosi.


" Maksud mba gimana yah? saya nggak paham." ucap Rey meminta penjelasan lebih.


" Ya sepertinya mereka sedang bertengkar. Saya sempet lihat laki-lakinya sampai berlutut di hadapan mba ini." ucap karyawan itu sembari menunjuk foto Vheya.


" Oh gitu ya mba. Ya udah terimakasih informasinya." kata Rey berlalu menuju mobilnya.

__ADS_1


Hatinya masih diliputi rasa emosi. Siapa laki-laki yang di maksud bersama istrinya. Keterlaluan sekali istrinya sampai tega membiarkan Rey mencarinya.


__ADS_2