
Pagi-pagi sekali Vheya sudah siap untuk berangkat ke Sekolah. Dia tidak lupa mengambil hp di laci kamarnya. Dia berniat ingin menelfon Jo, karena dia merasa bersalah tidak memberi kabar saat pulang tadi malem.
Apalagi dengan kejadian bertemu Hendra di Minimarket. Vheya ingin jujur dan menceritakan hal tersebut. Namun beberapa kali panggilan tak di jawab oleh Jo. Vheya semakin khawatir.
"Aduh Jo, kok nggak diangkat sihh?" batin Vheya.
Akhirnya Vheya memutuskan berangkat sekolah dan menemui Jo langsung untuk menceritakan hal tersebut.
"Kamu nggak makan dulu sayang?" tanya mamah Vheya.
"Vheya buru-buru mah. nanti aja di kantin." jawab Vheya.
Kemudian Vheya menarik tangan mamahnya dan menciumnya.
"Berangkat ya mah. Assalamualaikum." ucap Vheya yang langsung berlari menuju mobil. Dan sang supir sudah siap mengantarnya.
"Waalaikumsalam," jawab mamah Vheya heran melihat tingkah anaknya.
###
Di Sekolah Vheya mencari keberadaan Jo. Namun Vheya tidak melihat keberadaan Jo di manapun. Vheya panik dan memutuskan untuk masuk ke kelasnya.
"Vhey kenapa lhuuu, dateng-dateng mukanya ditekuk gitu." tanya Ghea yang heran melihat ekspresi Vheya.
"Nggak papa Ghe." jawab Vheya datar menghampiri tempat duduknya.
"Jangan bohong Vhey, ada apa coba cerita. Gue tau lho lagi nggak baik-baik aja." ucap Ghea.
Ghea tau betul bagaimana sifat Vheya. Akhirnya Vheya menceritakan apa yang menjadi sebab dia datang dengan muka yang di tekuk, tidak seperti biasanya selalu ceria.
"Ghea aku harus gimana yach?" ucap Vheya.
"Gimana apanya. Makanya cerita biar aku bisa kasih solusi." jawab Ghea meyakinkan.
"Kayanya Jo lagi marah dech sama aku. Aku hubungin nggak nyambung. Terus aku cari di kelasnya tadi nggak ada." ucap vheya.
"Kok marah. Emang kalian berantem? tumben." jawab Ghea penasaran.
"Tadi malem aku lupa ngasih kabar waktu abis pulang dari rumah dia." ucap Vheya.
"Whatttt, cuma masalah sepele kayak gitu, terus dia marah. Omegoottt lebay banget sihh." jawab Ghea kaget.
"Ishhh bukan gitu aja. Masalahnya aku tadi malem ketemu Hendra di Minimarket. Terus kita sempet ngobrol lama. Aku takut ada yang liat terus ngadu sama Jo." ucap Vheya menjelaskan.
"Terus kenapa kamu nggak bilang ke Jo langsung. Kan kamu tau pacarmu itu cemburuan bin posesif." ucap Ghea.
__ADS_1
"Masalahnya hp aku tuh mati. Baru tadi pagi bisa kebuka. Kayanya eror dech Ghe." ucap Vheya menjelaskan.
"Ya udah tinggal ganti yang baru."
"Isshh aku nggak bahas hp. Sekarang yang lebih penting itu ketemu Jo."
###
Di Kantin anak-anak asik bercanda sambil makan. Vheya mencari keberadaan Jo, tapi anak itu tidak terlihat sama sekali. Apa mungkin masih ijin atau kemana, entahlah.
Tiba-tiba suara mengagetkan dari belakang.
Cie yang tadi malem janjian di Minimarket. Asik tuh ngobrol sampe pegang-pegang tangan." sindir Jacki.
"Maksud kamu lagi ngmongin aku Jack." tanya Vheya.
"Siapa lagi? lho kan yang tadi malem di Minimarket sama tuh vokalis abal-abal." jawab Jacki ketus.
"Kamu tuh salah paham. Aku sama dia nggak sengaja ketemu. Terus dia pengen ngmong sesuatu, awalnya aku nolak, tapi dia maksa. Ya udah aku dengerin aja. Orang dia mohon-mohon gitu." ucap Vheya menjelaskan.
"Masa?" jawab Jacki meledek.
"Jangan-jangan lho ngadu ke Jo ya Jack?" ucap Ghea curiga. Membuat Jacki dan Vheya melotot bersamaan.
"Hmmmm iya sih. Gue nggak mau sahabat gue diselingkuhin." ucap Jacki santai.
"Ya maaf." ucap Jacki datar.
"Terus Jo sekarang dimana Jack. Kok hpnya nggak aktif. Dari tadi aku nggak lihat dia." tanya Vheya.
"Dia nggak berangkat."
Akhirnya Vheya dan Ghea kembali ke kelasnya.
###
Sepulang sekolah Vheya dan Ghea berniat kerumah Jo. Vheya ingin meluruskan masalah yang sebenarnya bukan dibuat olehnya. Tapi gara-gara Jacki si mulut ember.
Sesampainya di rumah Jo, Vheya dan Ghea melihat ada mobil yang tidak asing bagi mereka terparkir di halaman rumah Jo.
"Kayak kenal mobil ini Vhey." ucap Ghea.
"Mobilnya Sarah kan? temen sekelas Jo." jawab Vheya.
"Ohh iya si centil yang suka sama Jo kan. Yang pernah nyatain cinta ke Jo, waktu acara perpisahan kakak kelas kemaren." ucap Ghea menjelaskan.
__ADS_1
Akhirnya Vheya dan Ghea melanjutkan langkahnya. Sesampainya di pintu, ternyata pintunya terbuka. Nampaklah Sarah yang sedang memeluk Jo. Atau mungkin tidak seperti itu kejadiannya. Namun hal tersebut membuat Vheya cemburu dan marah.
"Yuk Ghe balik" ajak Vheya sambil menahan air matanya.
"Tapi Vhey," ucap Ghea tiba-tiba terhenti karena Jo menyadari ada seseorang di balik pintu.
"Vheya " panggil Jo.
Namun Vheya malah berlari menuju mobilnya. Ghea yang panik langsung mengejarnya. Jo pun langsung keluar meninggalkan Sarah.
"Vhey tunggu. Ini nggak seperti apa yang kamu lihat." ucap Jo sembari menarik lengan Vheya yang hampir masuk ke dalam mobil.
"Lepas Jo. Aku mau pulang. Ayo Ghe masuk mobil cepet." ucap Vheya emosi.
Jo pun menahan tangan Vheya dan menariknya keluar sedikit kasar. Membuat Vhey kesakitan.
"Sakit Jo lepasin." ucap Vheya merintih menahan sakit ditangannya.
"Aku nggak akan lepasin sebelum kamu dengerin aku ngmong." ucap Jo meyakinkan Vheya.
Ghea yang melihat kejadian itu berniat pulang. Berharap Jo dan Vheya bisa menyelesaikan masalahnya.
"Vheya lebih baik kalian ngobrol dulu. Jangan bikin masalah tambah runyam." pinta Ghea.
"Tapi Ghe," jawab Vheya masih kekeh ingin pergi.
"Udah dengerin kata-kata aku Vhey. Ehh nenek sihir, balik lho cepet." ucap Ghea menunjuk Sarah .
Sarah yang masih ingin bersama Jo menolaknya. Namun Jo menyuruh Sarah balik.
"Lebih baik lhu balik Sar, gue mau ngmong sama pacar gue. Oh iya makasih udah jenguk gue." ucap Jo membuat Sarah kecewa.
Akhirnya Sarah dan Ghea pergi dari rumah Jo. Kemudian Jo langsung menarik Vhey menuju ke dalam rumahnya. Dan menuju ke kolam renang. Disana suasananya lebih sejuk.
Jo tiba-tiba memeluk Vheya. Membuat Vheya kaget dan ingin memberontak. Namun Jo memeluknya erat.
"Maaf sayang. Itu nggak seperti yang kamu lihat. Jangan marah ya. Dia cuma jenguk aku kok." ucap Jo meyakinkan Vheya.
"Sambil peluk pelukan gitu." jawab Vheya ketus.
"Tadi dia mau berdiri terus kakinya kena meja hampir jatoh, terus dia pegangan aku. Kesannya kaya pelukan. Tapi percaya sama aku, aku nggak mungkin berani kaya gitu sama oranglain yank?" ucap Jo menjelaskan.
"Hmzz" jawab Vheya meragukan.
"Kamu nggak percaya sama aku?"
__ADS_1
"Aku coba percaya."
Akhirnya mereka berdua berbaikan. Jo juga tidak marah dengan Vheya masalah foto bersama Hendra. Jacki yang mengetahui hal sebenarnya langsung dari mulut Vheya, langsung menghubungi Jo dan menjelaskannya.