
Malam yang di nanti akhirnya datang juga. Rey bersama keluarganya sudah datang kerumah Vheya.
" Selamat datang calon besan. Ayo silahkan masuk." ucap pak Alex.
" Akhh bisa aja kamu Lex. Aku jadi grogi nihh ketemu calon besan." kata pak Bram.
" Hahahaha bisa saja kamu Bram. Ayo-ayo masuk."
Pak Alex mempersilahkan keluarga pak Bram untuk masuk menuju tempat acara. Di sana sudah ada beberapa kerabat Vheya.
" Lho mana Rey, kok nggak kelihatan." tanya mamah Vheya.
" Ada di belakang Jenk. Tadi dia maunya naik mobil sendiri."vjawab bu Ana.
" Ohh begitu, ayo jenk silahkan duduk."
" Terimakasih jenk. Vheya kok belum kelihatan juga jenk."
" Dia masih diatas jenk, lagi siap-siap."
Di luar Rey baru saja memarkirkan mobilnya. Saat akan melangkah masuk, tiba-tiba dicegah oleh seseorang.
" Tunggu. Lho yang namanya Rey." tanya Jo.
Dia adalah Jo. Jo yang sedari tadi sudah menunggu Rey dibalik mobil, akhirnya langsung menemui Rey.
" Iya saya Rey. Anda siapa dan ada perlu apa?" kata Rey.
" Gue Jo pacarnya Vheya. Perlu lho tau kalau Vhey itu nggak mau dijodohin sama lho."
" Terus tujuan anda kesini apa??"
" Seharusnya lho sama keluarga lho itu tau diri. Udah nggak jaman main jodoh-jodohan. Dan intinya gue nggak rela lho ngambil Vhey gitu aja dari gue." kata Jo emosi.
" Bukan urusan anda. Memang apa masalahnya kalau saya tetap akan melanjutkan acara pertunangan ini."
" Songong banget lho. Gue udah ngomong baik-baik. Percuma kalo lho maksain. Vheya nggak cinta sama lho."
" Mungkin sekarang belum, tapi suatu saat nanti saya jamin dia yang akan memohon untuk tetap bersama saya."
" Cihhh. Percaya diri sekali anda ini."
" Ada masalahh dengan anda."
" Udahlah intinya batalin perjodohan ini. Masih banyak wanita yang singgle. Jangan rebut milik orang lain."
" Saya tidak merebut. Karena status kalian hanya pacaran. Dan setelah hari ini justru anda yang akan menjadi perebut, karena sebentar lagi Vheya akan menjadi tunangan saya, calon istri saya, dan ibu dari anak-anak saya. Anda paham. Selamat malam."
Rey berlalu meninggalkan Jo yang masihh tersulut emosi karena ucapan Rey. Rey masuk dan disambut oleh calon mertuanya.
" Rey kamu lama banget nyampenya." ucap pak Alex.
" Iya om maaf. Tadi mampir bentar ke Toko bunga."
__ADS_1
" Ya udah ayo duduk. Bentar lagi Vheya turun."
" Iya om."
Tidak lama kemudian Vheya turun menuju tempat acara. Vheya begitu sangat cantik menggunakan kebaya modern merah maroon.
Rey hampir tak berkedip saat menatap Vheya. Orangtuanya yang melihat langsung menyenggol sikunya.
" Jaga tuh mata Rey. Jangan sampe lepas. Ucap pak Bram.
" Apa sih papah."
" Calon mantu cantik banget pah," ucap bu Ana.
Vheya duduk di tengah-tengah orangtuanya. Rey masih saja memandang Vhey takjub. Namun Vheya yang merasa sedang diperhatikan oleh Rey, justru merasa risih. Vhey ingin sekali kabur dari acara itu. Namun apa daya, Vhey tidak ingin membuat orangtuanya kecewa.
" Bisa di mulai dong ini acara." ucap salah satu kerabat Vhey yang menjadi pembawa acara.
" Bisa dong." ucap pak Bram dan pak Alex bersamaan.
" Rey udah siap." tanya sang pembawa acara.
" Udah kok."
" Vhey udah siap juga" tanya pembawa acara lagi.
" Iya."
Vheya hampir menitikan air matanya namun dia tahan. Entahlah ini perasaan bahagia atau sedih. Yang pasti Vhey begitu terluka namun pura-pura bahagia.
Jo yang tadi ada di luar ternyata sudah diusir oleh salah satu orangnya Rey. Andaikan dia masih berada di tempat itu, pasti dia akan sangat sakit hati.
Acarapun telah berakhir. Keluarga Rey ijin pamit. Mereka pulang dengan membawa kebahagiaan.
" Lex kita akan jadi besan. Akhirnya impian kita terwujud." ucap pak Bram.
" Iya Bram akhirnya terlaksana juga." jawab pak Alex.
" Ya udah kami pamit pulang dulu. Besok siang Rey akan terbang lagi ke Luar Negri untuk menyelesaikan kuliahnya. "
" Iya Bram, hati-hati di jalan. Besok kami akan ke sana mengantar Rey."
Setelah keluarga Rey pamit pulang, Vheya hanya diam termenung. Vheya memandangi terus jarinya, memandang cincin yang melingkar di jari tangannya.
Vhey tak kuasa menahan tangisnya. Dia lalu berlari menuju kamarnya. Menangislah Vheya sejadi-jadinya.
Orangtua Vhey membiarkan Vhey sendiri dulu. Ini mungkin berat awalnya buat vhey, tapi suatu saat nanti Vhey akan berterimakasih karena sudah dijodohkan dengan Rey.
Saat tangis Vhey mulai reda, tiba-tiba ada chat masuk.
📩 Maaf Vhey membuatmu terluka.
📩 Saya harap setelah saya kembali nanti, kamu sudah bisa menerima saya.
__ADS_1
📩 Dan secepatnya menuju ke jenjang yang lebih serius.
Vhey hanya membacanya tanpa membalasnya. Kemudian Vheya membaca chat dari Jo.
📩 Sayang aku udah coba bujuk Rey.
📩 Ternyata dia memang tidak mau melepaskan kamu.
📩aku malah di paksa keluar oleh orangnya Rey."
📩 Licik dan brengsek sekali dia.
📩 Aku harap kita bisa Nemu jalan keluar lain.
Vheya pun hanya membaca chat dari Jo. Pikirannya sedang kacau. Vhey sedang tidak ingin melakukan apapun, apalagi membalas chat dari mereka berdua.
###
Rey sedang berada di dalam kamarnya. Dia sedang sibuk membereskan baju-bajunya. Membereskan semua perlengkapannya. Tiba-tiba mamahnya masuk ke kamar dan mengagetkan Rey.
" Rey lagi apa"
" Ikkhh mamah ngagetin aja. Aku lagi beresin ini mah, kalau besok takut nggak ada waktu." jawab Rey.
" Rey mamah mau ngomong."
" Ngomong aja lagi mah. Kenapa, ada apa mah?"
" Mamah ngerasa Vheya belum sepenuhnya terima kamu ya Rey."
" Ya namanya juga dijodohin mendadak. Apalagi dia punya pacar."
" Kok kamu santai sih Rey nyikapin semua ini."
" Ya harus apa mah, harus gimana?"
" Apa mau di batalin aja gitu."
" Ishh mamah kalo ngomong suka gitu dech. Biarin berjalan kaya gini dulu mah. Setelah Rey selesai ngurus semuanya, baru Rey akan bertindak."
" Mamah percaya kamu bisa menyelesaikan semuanya. Mamah cuma khawatir nanti kamu yang terluka. Mamah nggak mau anak mamah satu-satunya nanti jadi patah hati lagi." kata bu Ana khawatir.
Bu Ana khawatir kalau Rey akan patah hati untuk kedua kalinya seperti dulu. Dulu kekasih Rey meninggal karena kecelakaan. Hingga sampe saat ini Rey belum membuka hatinya kembali. Namun saat dijodohkan dan melihat Vhey langsung, sepertinya Rey mulai kembali lagi bisa merasakan jatuh cinta lagi.
" Percaya sama Rey mah. Udah mamah tidur sana udah malem banget."
" Iya Rey, kamu juga langsung tidur."
" Ok mah."
Mamah Rey pergi meninggalkan Rey yang masih membereskan bajunya. Sebenarnya mamahnya ingin agar Rey tinggal lebih lama lagi, tapi demi pendidikannya dan masa depannya, akhirnya mamahnya bisa menerima.
Pada akhirnya nanti juga Rey akan balik lagi dan terus bersamanya. Jadi menahan sedikit rasa egois itu bukan perkara sulit. Semoga akan indah pada akhirnya. Itulah doa setiap orangtua untuk anak-anaknya, agar bahagia selalu.
__ADS_1