Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 26


__ADS_3

Pagi ini cuaca begitu cerah. Rey masih santai dengan selimutnya. Vheya yang bangun lebih awal memilih untuk mandi terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian akhirnya Vheya menyelesaikan ritual mandinya. Namun dilihatnya Rey masih tidur nyenyak.


Vheya mendekati suaminya, mengusap lembut wajah suaminya. Dilihatnya lebih dalam wajah laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu. Semoga kebahagiaan ini bukan hanya sementara. Tapi bisa kekal sampai akhir hayat nanti.


Rey yang merasakan sentuhan di wajahnya, perlahan membuka matanya. Saat melihat istrinya yang sudah terlihat rapi dan segar, Rey malah menggeser kepalanya pindah ke pangkuan istrinya. Vheya hanya tersenyum melihat tingkah manja suaminya itu.


" Sayang udah mandi?" tanya Rey.


" Udah dong. Bangun yuk mandi dulu. terus cari sarapan." ajak Vheya pada suaminya itu.


" Nanti dulu sayang. Kok kamu nggak nungguin mas sih?"


" Nunggu apa mas?" tanya Vheya bingung.


" Mas pengen mandi bareng kamu. Kamu malah udah mandi duluan." jelasnya.


" Ya mas dari tadi dibangunin nggak bangun-bangun, ya udah aku mandi duluan." katanya.


" Kapan bangunin mas? bohong kamu."


" Yey ngeyel banget sih. Udah gih sana mandi." perintahnya.


" Sebentar lagi sayang. Pijitin dulu kepala mas kok sedikit pusing." ucap Rey seketika membuat Vheya panik dan khawatir. Takut suaminya sakit.


" Mas sakit. Kita ke dokter yuk. Udah sana mandi dulu, cari sarapan terus ke dokter."


" Mas nggak sakit sayang. Cuma sedikit pusing. Ntar juga sembuh sendiri kalo udah dipijitin kamu." ucapnya sembari menarik tangan Vheya agar memijit kepalanya.


Vheya menuruti saja kemauan suaminya itu. Dipijitnya pelan-pelan kepala Rey. Rey begitu menikmati pijitan istrinya. Rey mengeratkan pelukannya di pinggang Vheya.


" Makasih sayang." ucap Rey sembari mencium pipi Vheya.


" Ya udah mandi gih. Kan nanti mau nginep dirumah Mamah Ana. Kita kan belum beres-beresin baju dan lainnya." ucap Vheya.


" Iya sayang. Sayang tapi nanti sarapan bubur ya. Mas pengen makan bubur yang?" ucap Rey dengan berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Vheya hanya menganggukan kepalanya. Vheya membereskan dan merapikan kembali tempat tidurnya. Setelah semua beres, Vheya memulai memoles tipis wajahnya. Vheya tidak suka make-up yang menor. Apalagi cuma untuk aktivitas biasa. Karena memang dirinya sudah sangat terlihat cantik dari sananya. Cantik natural yang membuat banyak pria mengaguminya. Suaminya saja bisa langsung jatuh cinta hanya sekali melihat foto dirinya.


Rey keluar dari kamar mandi. Rambut basahnya membuat wajahnya terlihat lebih tampan. Vheya mendekat membantu mengeringkan rambut suaminya itu.


" Makasih sayangku." ucap Rey yang duduk menikmati sentuhan istrinya di rambutnya dan memulai memijitnya perlahan. Mungkin istrinya masih khawatir dengan keluhan sakit kepalanya.


" Masih pusing nggak sayang?" tanyanya.


" Udah enggak kok. Kan udah dipijitin sama dokternya. Nih dokter cinta aku." ucap Rey menunjuk Vheya, dan berhasil membuat Vheya salah tingkah.


" Mas ikhh bercanda aja. Aku serius mas. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa." ucapnya.


" Mas nggak papa sayang." Rey langsung menarik Vheya yang sedang menyisir rambutnya kepangkuannya.


" Yuk katanya mas mau sarapan bubur. Nanti keburu siang udah habis lho." ucap Vheya sembari mengecup pipi Rey.


Saat hendak berdiri dari pangkuan Rey, justru Rey malah menariknya kembali. Rey enggan melepas istrinya dari pangkuannya.


" Sayang makasih ya." ucapan Rey membuat Vheya bingung.


" Karena kamu udah mau terima mas sebagai suami kamu. Udah mau perhatian sama mas. Udah mau nurutin semua yang mas mau. Sekali lagi makasih ya sayang."


" Iya mas. Aku juga makasih kamu udah jadi suami yang baik, yang selalu perhatian, selalu nurutin mau aku. Aku harap nggak cuma sekarang-sekarang aja, tapi sampai nanti selamanya." ucap Vheya sembari mengalungkan tangannya dileher suaminya.


" Jangan pernah tinggalin mas ya sayang. Apapun dan bagaimanapun nanti keadaan mas, mas harap kamu tetep disamping mas. Selalu setia sama mas." kata- kata Rey membuat Vheya terharu.


" Iya mas. Kita sama-sama harus terus belajar saling memahami ya mas. Dan satu lagi, jangan pernah ada yang disembunyikan apapun itu harus jujur dan terbuka."


" Janji sayang. Tegur mas kalau nanti sikap mas keterlaluan ya sayang."


" Ya udah yuk keburu siang." ucap Vheya yang mulai merapikan tasnya.


Saat diperjalanan Rey melihat ada tukang bubur, Rey menghentikan mobilnya. Mereka keluar dari mobil dan memesan bubur. Setelah selesai menyantapnya mereka kembali ke mobil untuk pulang kerumah orangtua Vheya. Karena rencananya malam ini akan tidur dirumah orangtua Rey.


###

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 19.00 . Vheya dan Rey sudah sampai dirumah orangtua Rey. Mereka di sambut baik oleh orangtuanya.


" Kok baru sampe sih?" ucap mamahnya sembari memeluk menantunya itu.


" Iya mah. Tadi mas Rey kelamaan tidur sorenya." ucap Vheya membuat Rey manyun.


" Mentang-mentang pengantin baru, maunya tidur mulu kamu Rey. Tidur apa tidur tuh?" ledek mamahnya.


" Bukan tidur mah, tapi lagi usaha buatin mamah cucu." ucapan Rey membuat Vheya malu dan memukul lengan Rey.


" Mas ikhh apaan sih. Masa ngomong kaya gitu di depan mamah." ucapnya.


" Nggak papa sayang. Biar mamah seneng." jawab Rey sembari tertawa.


" Ya udah sana kalian istirahat dulu ke atas. Terus makan bareng sambil nungguin papah pulang." ucap mamahnya.


" Kita udah makan mah. Kita istirahat dulu aja ya mah. Ngumpulin tenaga buat lembur bikin cucu buat mamah." Bisik Rey ditelinga mamahnya, membuat mamahnya tertawa. Tapi memang mamahnya sering bilang sudah ingin menimang cucu.


Vheya pun cuma heran dan bengong. Akhirnya Rey mengajak Vheya menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Rey, Vheya heran karena melihat banyak foto dirinya tertata rapi di dinding kamar Rey.


" Mas kok banyak foto aku. Kapan kamu ngambil fotonya." kata Vheya penasaran.


" Ada deh. Pokoknya dari lama dari sebelum kita rencana buat nikah." jawab Rey santai.


" Ikhh mas ternyata diem-diem suka nyuri kesempatan buat Foto aku. Untung aku itu mau difoto atau nyata emang aslinya cantik." ucap Vheya membanggakan dirinya sendiri.


" Iyalah cantik. Makanya mas langsung jatuh cinta." kata- kata Rey membuat Vheya manyun.


" Jadi nanti kalau aku udah nggak cantik lagi kamu nggak cinta lagi sama aku mas. iya gitu mas?" ucap Vheya sedikit emosi.


" Ya enggak sayang. Mas udah janji sama diri mas sendiri. Mas udah cukup pokoknya mas cuma mau kamu aja. Nggak ada yang lain." jawab Rey.


" Gombal."


" Pegang janji mas sayang. Apapun yang terjadi nanti, mas harap kita bisa ngelewatin bareng berdua selamanya. Kamu mau kan sayang?" tanya Rey.

__ADS_1


Vheya yang mendengar ucapan suaminya itu hanya menganggukan kepalanya. Vheya merasa beruntung menjadi istri Rey. Semoga ini cuma bukan di awal pernikahan saja, tapi selamanya sampai maut memisahkan mereka.


__ADS_2