
Di Kamar Vheya sedang serius belajar. Karena besok pagi dia akan mengikuti Ujian. Dia juga ingin masuk Universitas yang di harapkannya. Vheya membuka kembali buku-buku lama yang tertata rapi di meja belajarnya.
Ketika sedang sibuk membuka buku-bukunya, dia tidak sengaja melihat sebuah buku kecil. Diambilnya dan di bukanya buku tersebut. Namun tiba-tiba lembaran seperti kertas terjatuh. Vheya kaget dan mengambilnya.
Setelah melihat kertas apa yang terjatuh, Vhey kaget. Ternyata itu adalah foto gadis kecil dan anak laki-laki yang sedang foto di dekat ayunan. Ya gadis kecil itu sudah pasti Vheya. Tapi kalau anak laki-laki itu siapa?Vhey bertanya-tanya dalam hati.
Vheya akan mencari tahu sosok anak laki-laki yang ada di dalam foto itu nanti sehabis dia menyelesaikan belajarnya.
Setelah selesai belajar, Vheya turun dari kamarnya menuju ke ruang tengah.
"Mah pah lagi apa." tanya Vheya.
"Owh ini lagi nonton sinetron." kata mamah.
"Sini nak duduk deket papah." kata papah Vheya.
Vheya pun menuruti dan duduk ditengah tengah orang tuanya.
"Anak papah udah gede aja. Udah mau lulus aja." kata papah.
"Iya donk. Papah sihh sibuk di Kantor terus. Jadi nggak tau kalo punya anak gadis yang cantik nan imut." jawab Vhey membuat kedua orang tuanya tertawa.
"Vhey nanti setelah vhey ujian, kita jalan-jalan bareng yuk." ajak mamah Vheya.
"Tumben. Biasanya aja selalu sibuk." kata Vheya.
"Kamu jangan gitu dong sama mamah. Meskipun mamah sibuk, tapi kan mamah selalu ada buat kamu." ucap mamah Vheya.
"Iya-iya maaf mah. Mah besok aku di jemput Jo ya mah." kata Vheya.
"Ngapain sih kamu masih berhubungan sama itu anak." ucap papah Vhey, sontak membuat Vhey ngambek.
"Papah apa apaan sihh, lagian dari dulu aku sama Jo baik-baik aja kok. Mamah juga setuju kan mah?" kata Vheya.
"Udah-udah sana ke kamar. Besok kan harus bangun pagi." kata mamah Vheya.
Vheya pun berlari menuju kamarnya. Ada sedikit perasaan kecewa kepada papahnya. Kenapa sulit bagi papahnya menerima Jo. Padahal Jo anak yang baik. Lagian mereka juga sudah berpacaran selama 3 tahun.
Masih di depan televisi mamah dan papah Vheya kembali membahas tentang perjodohan Vheya dan Rey.
"Papah jangan terlalu keras." ucap mamah Vheya.
"Mah kita kan udah ada rencana tentang perjodohan itu, jadi lebih baik kan Vheya menjauh dari anak itu."
__ADS_1
"Iya pah, tapi harus pelan-pelan. Mereka udah bareng 3 tahun lho."
"Papah tetep nggak suka sama anak itu. Apalagi papah tau dia anak siapa."
"Jangan gitu pah. Jangan bawa-bawa masalah anak ke dalam bisnis."
"Pokoknya papah akan bertindak tegas kalau Vheya masih berhubungan dengan Jo."
"Iya-iya pah."
Papah Vheya begitu tidak menyukai Jo. Selain karena Jo adalah anak dari lawan bisnisnya, papah Vheya juga pernah memergoki Jo sedang ikut balap liar.
Begitulah papah Vheya. Sulit untuk ditaklukan hatinya. Apalagi kalau sudah menyangkut dengan anaknya.
###
Pagi-pagi sekali Vheya sudah berdiri di dekat gerbang Sekolah. Dia sedang menunggu Ghea.
"Akhirnya muncul juga." kata Vheya.
"Lho pikir gue demit. Pake acara muncul segala." kata Ghea.
"Iya demit cantik." kata Vheya sembari menjulurkan lidahnya.
Mereka berdua bersama-sama menuju kelas. Mereka mengikuti ujian pertama dengan sukses.
Setelah selesai ujian Ghea dan Vheya memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Mereka tidak ingin kluyuran untuk beberapa hari ini, sampai ujian sekolah selesai.
####
Di sebuah Minimarket Vheya sedang memilih minuman dan cemilan untuk teman belajarnya nanti malam. Tiba-tiba ketika sedang asik berjalan , tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang laki-laki.
"Maaf ya saya nggak sengaja. Mari saya bantu." kata laki-laki itu.
" Nggak papa kok. Santai aja. Makasih." kata Vheya sembari menerima uluran tangan laki-laki tersebut.
"Sekali lagi maaf ya. Oh iya saya Rey," kata laki-laki itu memperkenalkan diri.
"Aku Vheya. Ya udah aku duluan ya." kata Vheya sembari meninggalkan laki-laki yang mengaku bernama Rey.
Rey tidak berhenti memandangi Vheya. Ya dia sengaja pura-pura bertabrakan dengan Vheya agar bisa berkenalan langsung.
Rey hanya ingin memastikan wanita seperti apa yang di jodohkan dengan dirinya oleh orang tua mereka. Ya Rey mengetahui setelah kepulangan Rey dari Luar Negri kemarin. Orang tuanya langsung memberitahukannya.
__ADS_1
Flashback
Rey mamah seneng kamu udah balik dan mau tinggal disini sama kita." ucap bu Ana.
"Iya mah, lagian aku juga mau bantuin papah ngurus bisnisnya." jawab Rey.
"Kuliah kamu gimana Rey?" tanya pak Bram.
"Nggak lama lagi selesai pah. Alhamdulilah nggak nyampe setengah tahun lagi juga selesai." kata Rey.
"Jadi kamu balik cuma berapa hari Rey" tanya pak Bram.
"Paling seminggu dua minggu terus balik lagi kesana. Setelah selesai dan beres semua, baru Rey bener-bener tinggal disini sama mamah sama papah." kata Rey menjelaskan.
Setelah berbincang-bincang lama akhirnya orangtua Rey mengungkapkan rencananya.
Rey sebenernya ada yang mau papah sama mamah omongin." kata pak Bram.
"Ngomong aja pah, kayanya serius banget." kata Rey.
"Sebenernya mamah sama papah udah jodohin kamu sama anak temen papah." ucap pak Bram hati-hati.
"What ???? dijodohin. Papah bercanda aja, kaya Rey nggak laku aja main dijodohin segala." ucap Rey kaget.
"Bukan gitu Rey, tolong ya nak jangan menolak." ucap pak Bram.
"Tapi pah, bukan berarti Rey nggak punya pacar, terus papah bisa jodohin seenak hati papah." kata Rey membela.
"Nak percayalah, ini yang terbaik. Papah juga nggak sembarangan cari calon buat kamu Rey." ucap pak Bram meyakinkan Rey.
"Jadi ini alasan papah nyuruh aku balik."
"Bukan gitu Rey. Lihat nih fotonya Vheya. Cantik kan? dia sekarang masih kelas 3 SMA." ucap pak Bam sembari menunjukan foto Vheya.
"Apa,,,,, masih bocah SMA." Rey kaget namun tidak menampik kalo Vheya memang terlihat sangat cantik.
"Iya kan bentar lagi juga lulus. Papah mohon kali ini jangan nolak ya Rey."
"Ya udah deh pah. Papah atur aja. Kalau emang yang terbaik buat Rey, Rey bisa apa. Mau nolak juga bakal nyakitin hati kalian kan?" ucap Rey sedikit belum ikhlas menerima.
"Nah gitu dong . Ini baru anak papa." ucap pak Bram bahagia.
Begitulah singkat ceritanya. Sejak percakapan itu Rey jadi penasaran dengan Vheya. Dan beruntungnya ketika di Minimarket malah bertemu langsung dengan Vheya. Sambil menyelam minum air. Pura-pura nabrak agar bisa kenalan.
__ADS_1