Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 37


__ADS_3

Rey pergi ke suatu tempat. Menemui para anak buahnya. Rey merencanakan sesuatu. Rey ingin segera menyelesaikan semua masalah yang ada sebelum semakin berlarut-larut.


" Tumben bos dateng kesini. Ada kerjaan bos." tanya salah satu anak buahnya.


" Cari orang ini, dan bawa kesini." kata Rey sambil menunjukan Foto Jo.


" Baik bos. Nanti kalo sudah disini saya kabarin bos."


" Ya udah saya balik dulu." ucap Rey meninggalkan tempat itu.


Diperjalanan Rey merasa gelisah. Hatinya masih merasakan sakit yang tak berdarah. Namun Rey enggan untuk pulang kerumah. Dirinya belum siap jika harus mendapat perlakuan dingin dari istrinya. Meskipun sebenarnya dirinya sangat merindukan istrinya itu.


Rey berhenti di salah satu tempat makan. Dia mencoba mengisi perutnya yang masih kosong. Dan juga memikirkan cara bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil. Rey begitu sensitif bila berkaitan dengan istrinya.


###


Di kamar Vheya sedang beristirahat. Ghea mendekatinya dan menawarinya cemilan yang dia bawa dari dapur. Vheya menolak namun Ghea malah menyuapinya.


" Aku nggak mau Ghea."


" Kenapa? biasanya kamu paling doyan sama cemilan ini." kata Ghea.


" Lagi males Ghe." jawabnya.


" Kenapa lagi. Kepikiran Rey atau malah kepikiran Jo." kata Ghea membuat Vheya salah tingkah.


" Aku udah janji Ghe buat nemuin Jo di taman deket rumahnya." kata Vheya.


" Astaga Vheya. Buka mata kamu Vhey, buat apa lagi kamu nemuin dia, setelah dia bawa kabur kamu tadi malem. Mikir coba Vhey." kata Ghea seketika emosi.

__ADS_1


" Tapi aku udah janji Ghe. Dia mau nganterin balik aku tadi, karena aku udah janji bakal nemuin dia nanti malam. Aku harus nepatin janji aku kan Ghe." kata-kata Vheya membuat Ghea benar-benar sangat marah.


" Kamu dikasih makan apa sih Vhey sama Jo tadi malem. Jadi nggak beres kaya gini. Mikir coba Vhey dari tadi kamu nyuekin suami kamu. Eh sekarang malah mau nemuin Jo." kata Ghea heran dengan tingkah laku Vheya.


" Apa sih Ghe. Kamu tuh nggak tau perasaan aku Ghe. Coba kamu diposisiku. Kamu juga pasti serba salah Ghe. Aku tuh ngerasa bersalah karena udah mengkhianati Jo. Aku yang salah terburu-buru memutuskan menikah dengan Rey. Padahal Jo disana lagi sakit dan nggak inget apa-apa." ucap Vheya semakin tak terarah.


" Terus yang kemarin bilang udah cinta sama Rey itu siapa? kembaranmu atau arwahmu. Gila kamu tuh Vhey." ucap Ghea membuat Vheya menatapnya tajam.


" Udahlah Ghe. Pusing aku tuh."


" Vhey dengerin aku coba. Setelah itu terserah kamu mau apa, mau ngelakuin apa. Terserah kamu." kata Ghea.


" Dengerin apa sih Ghe." tanya Vheya.


" Kamu udah nikah. Rey itu adalah suami kamu Vhey. Hargai dia coba, dia nyariin kamu sampe frustasi. Dia takut kehilangan kamu Vhey, dia takut terjadi apa-apa sama kamu." kata Ghea menjelaskan.


" Terus,"


" Aku nggak mempermainkan pernikahan Ghe. Aku juga nggak tau kenapa setelah Jo kembali, hati aku rasanya masih tetap jadi milik dia. Aku juga nggak tau Ghe, apalagi saat aku tau yang terjadi sebenarnya. Aku ngerasa salah mengkhianati Jo." kata- kata Vheya semakin membuat Ghea tak sabar menghadapinya.


" Terus dulu kenapa saat aku tanya, kamu mutusin buat nikah karena cinta atau pelampiasan, kamu jawab karena cinta. Itu apa maksudnya. Kamu harus bertanggung jawab dengan keputusan yang udah kamu ambil Vhey. Kamu nggak bisa mempermainkan perasaan Rey begitu aja." kata Ghea.


" Entahlah Ghe. Aku bingung." kata Vheya.


" Kamu cinta sama Rey."


" Iya aku cinta sama Rey, tapi aku juga nggak bisa mengabaikan Jo." ucap Vheya.


" Maruk banget kamu. Kamu pengen milikin dua-duanya gitu. Sekarang kalo kamu harus milih, kamu akan lebih milih siapa?" tanya Ghea lagi.

__ADS_1


" Nggak tau akhh Ghe. Udahlah nanti kita bahas itu lagi. Sekarang aku harus nepatin janji buat ketemu Jo." ucap Vheya sembari berlari meninggalkan Ghea yang masih terdiam tak percaya dengan perubahan sikap sahabatnya itu.


Ghea pergi belari mengejar Vheya. Namun taksi Vheya sudah jauh bahkan hampir tak terlihat. Ghea buru-buru masuk ke mobil dan mengejarnya. Untung saja Ghea tau tempat yang akan Vheya datangi. Tak lupa Ghea juga memberitahu Rey.


Sesampainya di Taman dekat rumah Jo, Vheya menghentikan taksinya. Dia berjalan dan duduk dibangku yang biasa untuk duduk-duduk saat bertemu dengan Jo. Tak butuh waktu lama Jo pun muncul dan langsung memeluk Vheya dari belakang.


" Kamu datang sayang. Aku seneng banget kamu nepatin janji kamu. Kamu inget kan tempat ini begitu banyak kenangan saat kita dulu masih SMA. Andai aku nggak pergi, mungkin sampai saat ini, tempat ini masih sama seperti dulu." kata Jo yang masih memeluk Vheya.


" Lepasin Jo. Nggak pantes tau nggak peluk-peluk istri orang." ucap Vheya sembari melepaskan pelukan Jo.


" Jangan ngomong kaya gitu sayang. Kamu itu cuma akan jadi istriku. Secepatnya pasti semua itu bakal terjadi. Kamu cuma milikku, bukan yang lain." ucap Jo penuh keyakinan.


" Kamu nyuruh aku kesini mau apa. Aku harus segera balik. Ini udah hampir sore. Aku takut diculik kamu lagi." ucap Vheya menyindir Jo.


" Emang kenapa kalau aku nyulik kamu lagi, kan kamu juga seneng. Bisa kangen-kangenan sama aku. Bisa aku peluk pas kamu tidur. Kita bebas berduaan, iya kan sayang." kata Jo mengingatkan kejadian semalam.


" Apa sih Jo. Itu mah mau kamu aja. Aku sih sama sekali nggak pernah berharap seperti itu. Udah deh cepet mau ngomong apa. Aku nggak ada waktu lagi nih." Vheya merasa sedikit takut jika Jo akan membawanya pergi lagi.


" Sabar sayang. Kamu inget nggak ini tgl berapa? ini hari jadi hubungan kita Vhey." kata Jo memberikan bungkusan kecil kepada Vheya.


" Apa ini Jo." tanya Vheya penasaran.


" Buka coba sayang. Kamu pasti suka." ucap Jo tersenyum menggoda.


Vheya membuka bungkusan yang diberikan oleh Jo. Dan ternyata isinya kalung yang dulu pernah Vhey minta pada Jo saat hari jadinya yg ke-3.


" Ini yang aku pengen dulu kan Jo. Kok kamu masih inget sih." tanya Vheya pada Jo yang begitu bahagia mendapatkan hadiah itu.


" Iya sayang. Pas dulu aku belum bisa beliin ini buat kamu. Dan sekarang di hari jadi yang ke-4 aku kasih ini buat kamu." kata Jo.

__ADS_1


Vheya tersenyum bahagia mendapatkan hadiah itu. Bahkan saking bahagianya, dia sampai lupa hampir memeluk Jo. Untung saja Ghea segera datang dan mengacaukan semuanya.


__ADS_2