Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 45


__ADS_3

Di Kafe Ghea dan Jo sedang menikmati segela jus avocado. Mereka sudah hampir setengah jam menunggu kedatangan Vheya. Namun Vheya belum muncul juga.


" Maaf aku telat. Aku lupa kalau kita janjian disini. Maaf ya." ucap Vheya.


" Nggak papa Vhey. Kamu kesini dianter siapa?" tanya Ghea.


" Sama supir didepan." jawab Vheya.


" Emang Rey kemana?" tanya Ghea lagi.


" Suamiku masih lembur. Jadi nggak bisa nganterin aku." jawabnya.


" Banyak alasan." tiba-tiba Jo bersuara.


" Nggak ada urusan sama kamu Jo." ucap Vheya.


" Jelas adalah, kita kan satu kelompok. Hadehh pinter tapi otaknya nggak dipake." ucap Jo ketus.


" Lho ada masalah apa sih Jo sama gue hah. kayanya sensitif banget. Dikit-dikit dibikin masalah. Muak gue lama-lama deket sama lho." ucap Vheya pergi keluar meninggalkan Ghea dan Jo.


Ghea yang melihat Vheya pergi, langsung mengejarnya. Jo awalnya menahan Ghea, namun Ghea tetap mengejar Vheya dan meninggalkan Jo sendiri. Sebenarnya Jo juga merasa sakit melihat Vheya yang pergi dengan keadaan menangis, namun Jo juga masih merasakan sakit hati karena Vheya mengabaikan cintanya.


Akhirnya Jo ikut keluar mengejar Vheya. Di sebrang jalan Vheya dan Ghea sedang berdiri sambil berpelukan, Jo pun mendekatinya.


" Nggak usah melow gitu deh. Lebay banget jadi orang. Mau sampai kapan nunda tugas terus kaya gini." ucap Jo.


" Jo apaan sih. Besok kan libur, lanjut besok aja ya. Udah dong jangan marah-marah terus, kasian Vheya Jo." ucap Ghea masih memeluk Vheya.


" Enak banget dibatalin lagi, dibatalin terus. Terus aja terusin mau sampai kapan? emang dasar lho Vhey biang keroknya." kata Jo dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Gue keluar dari kelompok lho Jo. Sekarang terserah kamu Ghe, mau tetep milih satu kelompok sama dia atau sama aku. Yang pasti aku nggak sudi bareng sama dia." ucap Vheya tak mau kalah.


" Siapa lho nentuin semuanya. Ngerasa berkuasa lho, sama-sama mahasiswa banyak gaya. Oh iya emang beda sih, lho kan mahasiswa tapi statusnya udah bersuami." kata Jo makin bertingkah.


" Kenapa emang kalo gue udah bersuami, ada larangan. Ada aturan kalau mahasiswa nggak boleh nikah. Cari-cari alasan terus. Laki-laki mulutnya lemes banget. Nyesel gue pernah kenal sama lho. Apalagi pernah ada hubungan sama laki-laki brengsek kaya lho." ucap Vheya benar-benar emosi.


" Lancang banget tuh mulut. Untung cewe, kalo Cowo udah gue hajar lho Vhey." kata Jo lagi.


Saat Vheya akan melangkah pergi, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Jo. Vheya terus memberontak dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jo, namun saat terlepas tiba-tiba ada mobil dari arah belakang. Vheya tertabrak dan terpental cukup jauh. Ghea yang melihat sangat syok dan langsung berlari ke arah Vheya.


Begitupun dengan Jo. Jo merasa bersalah dan mengutuk dirinya sendiri. Andaikan tadi dirinya tidak menahan Vheya, kejadian ini tidak akan mungkin terjadi. Mobil yang menabrak Vheya langsung kabur, namun Ghea sempat melihat nomor plat mobil pelaku.


Vheya langsung dibawa ke Rumah sakit oleh supirnya. Ghea menemaninya dan terus menangis melihat keadaan Vheya. Darah dari kepalanya terus keluar. Tangan dan kakinya penuh luka. Sesampainya di Rumah Sakit Vheya langsung di tangani dokter.


Ghea menghubungi Rey. Rey yang mendengar istrinya kecelakaan langsung panik. Rey langsung tancap gas menuju Rumah Sakit tersebut. Diperjalanan tak henti-hentinya Rey berdoa agar istrinya dan calon anaknya baik-baik saja.


Sesampainya Rey disana, Ghea langsung mendekati Rey dan menenangkannya.


" Gimana kondisi istri saya Ghe. Dia baik-baik aja kan? terus gimana sama kondisi calon bayi saya. Semuanya baik-baik aja kan Ghe." ucap Rey masih dengan muka panik dan terlihat air mata mulai menetes membasahi pipinya.


" Belum tau mas. Kita tunggu sampai dokter keluar. Tadi mas bilang calon bayi, apa maksud mas itu Vheya lagi hamil mas." tanya Ghea penasaran, karena Vheya tidak pernah bercerita tentang kehamilannya.


" Iya Vheya lagi hamil jalan 4 minggu. Kenapa bisa kaya gini sih Ghe. Emang kalian tadi kemana. Kalau tau bakal kaya gini, tadi saya nggak akan kasih ijin dia pergi." ucap Rey.


" Ceritanya panjang mas." kata Ghea.


Ghea menceritakan dari awal sampai akhir kenapa Vheya bisa sampai tertabrak seperti itu. Rey yang mendengarnya seketika langsung emosi dan benar-benar dendam terhadap Jo.


" Brengsek lho Jo. Tunggu apa yang akan terjadi sama hidup lho. " ucap Rey penuh amarah.

__ADS_1


Ghea yang pertama kali melihat Rey ketika marah, langsung ketakutan. Ghea hanya terdiam duduk disamping pintu.


Dokter keluar dari ruangan dan langsung menanyakan keluarga pasien.


" Gimana keadaan istri saya dok." kata Rey.


" Anda suaminya." tanya Dokter.


" Iya Dok, saya suaminya." jawab Rey.


" Keadaan pasien sudah melewati masa kritisnya. Namun maaf sekali pak, janin yang ada didalam kandungannya tidak berhasil diselamatkan. Selain karena usianya yang masih sangat muda, benturan yang dialaminya membuat janinnya tidak bisa diselamatkan. Sekali lagi saya minta maaf pak." ucap Dokter menjelaskan kondisi Vheya.


" Saya bisa masuk sekarang Dok." tanya Rey.


" Oh silahkan. Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dokter yang pergi meninggalkan mereka.


Rey masuk kedalam dan langsung memeluk Vheya yang belum sadarkan diri. Rey menangis sejadi-jadinya. Raut wajahnya terlihat marah dan menyimpan dendam yang begitu dalam.


Ghea yang melihat Rey terus memeluk Vheya, akhirnya memutuskan untuk pulang. Selain karena memang sudah sangat larut, Ghea juga harus mengambil mobilnya di kafe.


" Mas aku balik dulu ya. Besok pagi-pagi aku langsung kesini." kata Ghea.


" Makasih ya Ghe. Kamu hati-hati di jalan. Ini udah malam banget. Kamu minta antar sama supir saya aja. Dia masih didepan kok." ucap Rey.


" Iya mas makasih. Aku sekalian mau ambil mobil di kafe. Mas yang sabar ya. Pasti Vheya cepet sembuh." kata Ghea yang kemudian keluar dari ruangan.


Rey masih terus memeluk Vheya, menggenggam erat jemari tangannya dan mengecup lembut kening istrinya. Dirinya begitu sangat takut kehilangan istrinya. Rey berjanji akan membuat perhitungan terhadap Jo.


Mentari pagi pun mulai menampakan sinarnya. Rey masih terjaga di samping Vheya. Vheya belum sadarkan diri juga. Orangtua Rey dan Juga Vheya pun sudah dihubungi, namun karena di Luar Negri, mereka baru bisa sampai sore hari.

__ADS_1


Rey terus menatap lekat kewajah Vheya. Ada sedikit rasa kecewa karena kehilangan calon buah hatinya. Namun Rey tetap bersyukur karena kondisi Vheya tidak terlalu parah. Rey menganggap, mungkin semua ini karena yang diatas belum mempercayai dia untuk menjadi seorang ayah.


__ADS_2