Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 33


__ADS_3

Vheya buru-buru meninggalkan parkiran dan berjalan menuju kelasnya. Ternyata Ghea sudah menunggunya. Ghea begitu antusias menyambut kedatangan sahabatnya itu. Vheya merasa bingung karena tiba-tiba Ghea langsung memeluknya cukup lama.


" Are you ok Ghea." tanya Vheya.


" Sepertinya kamu yang tidak akan baik-baik saja." jawab Ghea membuat sahabat didepannya bingung.


" Maksud kamu apa sih, terus chat kamu semalem itu maksudnya apa." tanya Vheya.


" Semalem aku lihat cowo persis banget kaya Jo. Awalnya aku ragu Vhey, tapi entah mengapa firasat aku mengatakan kalo cowo itu bener-bener Jo Vhey," kata Ghea.


" Bercanda aja kamu. Udahlah jangan bahas dia lagi." kata Vheya ragu.


" Serius Vhey, gimana kalo kita cari tahu."


" Gimana caranya Ghea." tanya Vheya bingung.


" Kita kerumah Jo. Pasti dia kan balik ke rumah orangtuanya. Kita pastiin aja dulu." kata Ghea membuat Vheya semakin ragu.


" Aku nggak bisa. Selesai kelas langsung ke kantornya Rey. Tadi udah keburu janji sama dia." ucap Vheya.


" Ya udah biar aku aja yang cari tau." kata Ghea meyakinkan Vheya.


Vheya sebenarnya bisa saja membatalkan niatnya untuk ke kantor Rey. Namun mendengar nama Jo membuat hatinya sakit harus mengingat kembali kenangan bersamanya.


Tidak mudah untuk menghapus nama Jo dihatinya. Butuh waktu berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun lebih. Kalau bukan karena kegigihan suaminya menyembuhkan luka hatinya, mungkin sampai saat ini dirinya masih terpuruk, masih terperangkap dari bayang-bayang Jo.

__ADS_1


Satu setengah tahun yang lalu Jo meninggalkan dirinya tanpa sebab. Tanpa kabar dan tanpa jejak. Jika sekarang benar dia kembali, pantaskah untuk dipertahankan kembali. Rasanya sudah tak mungkin lagi. Kini hatinya sudah menetap pada satu laki-laki yang selalu setia mendampinginya. Pada laki-laki yang telah mengucap janji suci sehidup semati.


Vheya sejenak tersadar dari lamunannya. Untuk apa memperdulikan lagi sosok laki-laki brengsek seperti Jo. Mau dia datang lagi, atau pun kembali untuk selamanya, itu semua tidak berpengaruh sama sekali. Pintu hatinya sudah tertutup untuk Jo. Jangankan membuka hati kembali, untuk sekedar memaafkan saja begitu terasa sakit.


###


Saat sedang berjalan di sebuah minimarket, Vheya tak sengaja bertabrakan dengan seseorang hingga dirinya jatuh tersungkur. Vheya mencoba bangkit dan meraih uluran tangan orang yang menabraknya.


" Maaf ya aku nggak sengaja," katanya.


" Nggak papa kok." ucap Vheya. Dan betapa terkejutnya saat Vheya menatap ke arah orang itu, ternyata dia adalah Jo.


Wajah gantengnya masih sama persis ketika pertama kali melihat saat SMA dulu. Senyum manisnya mampu meluluhkan hati setiap wanita yang memandangnya. Vheya mencoba memastikan penglihatannya, benar dia Jo atau hanya bayangannya saja.


" Vheya,,,,," kata Jo kaget melihat orang yang ditabraknya ternyata Vheya. Kekasih yang dirindukannya kini ada di depan matanya.


" Sayang aku seneng banget sayang, bisa ketemu kamu lagi. Aku kangen banget sama kamu." ucap Jo sembari memeluk Vheya sangat erat. Seperti takut akan kehilangan kembali wanita yang dicintainya itu.


Namun Vheya langsung melepaskan pelukan Jo. Vheya langsung berlari, pergi meninggalkan Jo sendiri. Namun tangan Jo lebih cepat meraih pergelangan tangan Vheya. Jo tak ingin melepaskannya lagi.


" Vhey dengerin dulu penjelasan aku." kata Jo.


" Nggak perlu ada yang dijelasin atau dibahas lagi. Sekarang biarin aku pergi. Lepasin tangan aku." ucap Vheya tegas.


" Setelah sekian lama aku berusaha mati-matian buat bisa ketemu kamu lagi, setelah sekarang ada didepan mata aku, aku nggak akan pernah lepasin kamu lagi." kata Jo.

__ADS_1


" Terserah, aku nggak perduli. Sekarang lepasin tangan aku, sakit tau nggak. Kenapa sih kamu selalu nyakitin aku. Belum puas kamu nyakitin aku. Masih kurang sampe sekarang mau nyakitin aku lagi hahh." kata Vheya tak sadar airmatanya ikut keluar.


" Vheya sayang maafin aku. Aku akan jelasin semuanya. Aku mohon jangan pergi Vhey. Kasih aku kesempatan satu kali lagi Vhey. Aku janji nggak akan pernah nyakitin kamu lagi vhey." kata Jo memelas.


Vheya kemudian duduk di bangku kosong di depan minimarket. Jo berlutut di hadapan Vheya. Berulang kali meminta maaf namun Vheya diam membisu. Seakan-akan tiada lagi maaf untuk Jo.


Jo bingung harus menjelaskan dari mana dan bagaimana. Yang pasti Jo berusaha untuk mendapatkan maaf dari Vheya. Apapun akan Jo lakukan asal Vheya memaafkan dan menerimanya kembali.


" Vhey aku udah kembali, aku kembali buat kamu sayang." kata Jo.


" Kamu kemana aja. Kamu ninggalin aku sesuka hati kamu, terus sekarang tanpa tau malu, tanpa ngerasa salah kamu balik lagi dan memohon mengharapkan maaf dari aku. Kamu gila ya Jo. Nggak waras kamu tuh." ucap Vheya dengan linangan air matanya.


" Kamu boleh ngatain aku. Kamu boleh ngomong apapun tentang aku. Tapi semua itu bukan kehendak aku Vhey." kata Jo lagi.


" Terus kehendak siapa? kehendak yang Maha Kuasa. Iya itu maksud kamu. Atau alasan apa lagi yang mau kamu karang. Nggak mempan Jo." ucap Vheya penuh emosi.


" Aku Amnesia Vhey. Aku mengingat kembali semuanya sebulan terakhir ini. Makanya aku langsung menemui om Herman untuk mengurus semuanya dan mengantarkan aku kembali kesini." kata-kata Jo membuat Vheya kaget.


" Waw hebat sekali anda mengarang cerita sedemikian rupa. Kamu pikir aku percaya, kamu pikir aku bakal tersentuh. Maaf tidak sama sekali." Vheya tak bergeming sedikitpun.


" Terserah kamu mau percaya atau nggak Vhey, setelah sampai disana aku mengalami kecelakaan hebat, dan sayangnya tidak ada satu orangpun yang mengenaliku. Saat kecelakaan tubuhku terpental ke aliran sungai. Semua identitas diriku hanyut terbawa derasnya aliran sungai. Untung saja orang yang menabrakku bertanggungjawab dan merawatku sampai sembuh. Apalagi saat mereka tau aku hilang ingatan karena benturan keras di kepalaku." jelas Jo membuat Vheya sedikit iba. Bagaimanapun Jo adalah orang yang pernah paling dia cintai.


" Cukup Jo. Aku mau pulang. simpan saja karangan ceritamu itu." ucapnya.


" Vhey lihat jahitan di kepalaku ini. Apa sebelum aku pergi ada bekas ini. Bukannya kamu tau semua tentang aku. Bukannya kamu dulu sering membelai rambut aku saat aku tidur di pangkuanmu. Apa ada bekas luka ini Vhey," tanya Jo seakan terbawa emosi.

__ADS_1


Vheya mengingat kembali, memang dulu tidak ada bekas luka jahitan seperti sekarang yang Jo tunjukan padanya. Tapi untuk apalagi, meski Jo mengatakan yang sejujurnya, itu tidak akan merubah kalau saat ini Vheya telah dimiliki oleh lelaki lain. Bahkan secara sah menurut Agama dan Negara.


__ADS_2