Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 42


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Vheya dan Rey sudah berangkat menuju Kota X. Karena membutuhkan waktu cukup lama dalam perjalanan, Rey akhirnya membawa supir pribadinya. Biasanya kalau hanya ke Kantor, Rey akan mengemudi mobilnya sendiri.


" Mas aku pengen makan rujak deh. Kayanya enak banget mas." ucap Vheya yang masih berada di dalam mobil.


" Mana ada pagi-pagi gini yang jualan rujak. Aneh aja kamu." kata Rey.


" Tapi pengen mas. Nanti sampe sana pokoknya cariin ya mas." rengek Vheya.


" Iya nanti sayang. Udah sini peluk dulu." ucap Rey menarik tubuh Vheya kedalam pelukannya.


Setelah sampai Rey dan Vheya menginap di salah satu Hotel mewah di Kota tersebut. Rey masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Dia hanya punya waktu setengah jam untuk istrihat, dan harus langsung menuju lokasi dimana Rey dan clientnya membuat janji.


Vheya yang melihat suaminya rebahan, langsung ikutan menjatuhkan tubuhnya disamping Rey. Rey langsung memeluk Vheya dengan erat.


" Mas jangan lupa cariin rujak." ucap Vhey.


" Masih inget aja sama rujak. Lagi mesra-mesraan juga." kata Rey.


" Sayang nggak sih sama aku mas. Cuma minta kaya gitu aja protes terus. Coba kaya yang lain minta mobil, berlian. Pasti mas lebih protes." ucap Vheya sedikit jengkel.


" Ya ampun sayang. Bukan masalah kaya gitu. Tapi emang nggak ada yang jualan sayangku. Kapan coba kamu mau apa nggak mas turutin sih. Jangankan cuma mobil sama berlian. Gampang ayo sekarang beli." ucap Rey protes.


" Tau akh mas nyebelin."


" Udah dong sayang. Kok malah ngambek. Ya udah nanti selese urusan, mas cariin sampe dapet pokoknya. Senyum dong." ledek Rey.


" Makasih ya sayang." ucap Vheya langsung memeluk dan mencium suaminya.


" Ya udah mas ganti baju dulu sayang. Kamu istirahat dulu. Kamu jangan pergi-pergi dulu ya. Nanti malem kita jalan-jalan." ucap Rey yang mendapat anggukan dari Vheya.


Rey kemudian pergi. Sebelum keluar Rey tak lupa berpamitan dan mencium istrinya.


###


Rey sudah menyelesaikan urusannya. Kini waktunya kembali ke Hotel. Namun Rey teringat pesanan sang istri. Mungkin nanti diperjalanan bisa menemukan tukang rujak.


" Pak, nanti kalau ada tukang rujak berhenti ya pak. Istri saya ngomong terus pengen makan rujak." kata Rey memberitahu supirnya.


" Lagi isi kali mas," jawab sang supir.


" Maksud bapak apa?" tanya Rey penasaran.

__ADS_1


" Iya Non Vheya lagi hamil mungkin mas, makanya pengen rujak." jelas supirnya.


" Masa sih pak. Saya belum nanya sih sama Vheya." kata Rey.


" Coba aja nanti di cek mas," ucap supirnya lagi.


Benar saja di tengah perjalanan Rey melihat ada tukang rujak. Rey turun untuk membelinya. Setelah mendapat rujak, Rey langsung masuk menuju mobilnya. Sesampainya di kamar Hotel, ternyata Vheya masih tidur.


" Sayang ini rujaknya." kata Rey yang langsung mencium istrinya.


" Mas udah pulang. Mana rujaknya." ucap Vhey yang langsung menyambar kantong plastik di atas meja.


Vheya begitu antusias memakannya. Rey yang melihat hanya bergidik membayangkan bagaimana rasa asamnya.


" Kamu lagi hamil sayang," tanya Rey tiba-tiba.


" Maksud mas apa?" jawab Vheya yang kaget suaminya berkata seperti itu.


" Ya itu pengen banget makan rujak. Maksa banget lagi harus nemuin tukang rujak." kata Rey.


" Nggak tau sih, tapi aku udah telat sih mas. Seharusnya minggu kemarin, tapi ini belum." ucap Vheya.


" Mas pengen banget aku hamil emangnya. Kalau ternyata enggak gimana?" tanya Vheya.


" Kalau enggak berarti belum rezekinya. Berarti harus lebih giat lagi bikinnya." canda Rey.


" Huhh dasar. Maunya mas itu mah." jawab Vheya.


" Pahala sayang, pahala inget." ucap Rey.


" Baik pak ustad." seketika mereka berdua tertawa ngakak.


Ketika malam tiba, Rey sedang mengajak jalan-jalan istrinya. Disana Vheya begitu menikmati pemandangan yang sangat indah. Namun mata Vheya tak henti-hentinya menatap penjual nasi goreng di pinggir jalan.


" Sayang kamu dari tadi liatin bapak-bapak penjual nasi goreng, Kamu naksir sama dia." ucap Rey.


" Enak aja. Mas aku pengen makan nasi goreng tapi kamu yang masak disitu. Kaya bapak itu yang lagi masaknya. Buruan deh mas." kata Vheya membuat Rey bingung.


" Ya ampun sayang, kalau mau beli tinggal beli aja. Kenapa pake nyuruh mas yang masak segala sih. Mana bisa?" ucap Rey panik.


" Ayolah mas." rengek Vheya.

__ADS_1


" Udah fix ini kamu lagi hamil. Besok kita cek ke dokter deh." kata Rey.


" Iya besok. Tapi sekarang buruan mas kesana. Kalo bener aku hamil, terus nggak diturutin, mas mau anak mas ileran." bujuk Vheya yang akhirnya dituruti oleh Rey.


Akhirnya Rey mendekati bapak penjual nasi goreng yang Vheya maksud. Awalnya Rey ragu mau minta izin sama bapaknya, namun tidak tega juga kalau istrinya kecewa.


" Pak mau pesen nasi goreng 2." kata Rey.


" Ohh boleh silahkan mas duduk dulu." jawab si bapak penjual nasi goreng itu.


" Tapi maaf pak, boleh nggak kalau saya yang masak. Soalnya istri saya lagi hamil dan pengen lihat saya yang masak nasi gorengnya. Boleh ya pak." kata Rey memohon.


" Ohh lagi hamil. Ya udah boleh silahkan mas. Mumpung nggak lagi rame banget." katanya.


Rey pun langsung membuat nasi goreng dengan di pandu oleh si penjual nasi gorengnya itu. Tidak butuh waktu lama Rey sudah menyajikannya diatas meja. Vheya yang melihat malah tersenyum penuh tanda tanya.


" Kenapa kamu senyum-senyum gitu." tanya Rey.


" Nggak papa. Ternyata mas jago masak juga ya. Tadi aku rekam lho pas mas lagi masak. Buat kenang-kenangan." kata Vheya meledek.


" Nyebelin banget kamu Vhey. Awas aja nanti sampai Hotel, mas kerjain kamu tanpa ampun." kata Rey.


" Siapa takut." tantang Vheya.


" ouhhhh jadi nantangin kamu ya. Udah cepet gih cobain. Gimana hasil masakan chef Rey." ucap Rey membuat Vheya memicingkan matanya.


Vheya mulai menyantap masakan Rey. Dan ternyata rasanya enak sekali. Bahkan satu porsi pun rasanya kurang bagi Vheya. Padahal biasanya satu porsi nggak akan habis di makan sendiri.


" Mas boleh nambah punya mas yang itu." kata Vheya menunjuk piring nasi goreng di depan Rey.


" Boleh nih habisin." kata Rey senang melihat istrinya begitu lahap memakan masakannya.


" Bareng deh. Masa mas nggak makan."


" Buat kamu aja sayang. Mas masih kenyang kok."


" Makasih ya mas."


" Iya sayang. Kalau kamu pengen apapun bilang aja sama mas. Kalau mas bisa pasti mas turutin." ucap Rey sembari mengusap pipi Vheya.


Rey begitu sangat mencintai dan menyayangi istrinya. Apapun yang bisa Rey lakukan buat Vheya, pasti akan dilakukan apapun resikonya.

__ADS_1


__ADS_2