Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 36


__ADS_3

Rey masih kalang kabut mencari keberadaan istrinya. Ingin melapor ke polisi namun belum 2x 24 jam. Rey terus mencari dan di bantu oleh keluarganya. Rey mencoba mendatangi Minimarket saat ditemukan mobil Vheya terparkir disana.


Rey meminta petugas minimarket untuk mengecek cctv yang ada di sana. Ghea yang mendengar sahabatnya belum juga ketemu, langsung menemui Rey. Rey menyuruh Ghea untuk menemuinya di Minimarket tersebut.


" Gimana mas Rey, apa udah ada kabar dari Vheya." tanya Ghea.


" Belum Ghe. Kita juga masih nunggu petugasnya buat ngecek cctv disini. Katanya terakhir kali dia disini bersama laki-laki." kata Rey menjelaskan.


" Apa??? laki-laki, apa mungkin orangnya itu adalah Jo." kata Ghea sontak langsung membuat Rey emosi.


" Apa maksud kamu Ghe." Rey semakin penasaran.


" Waktu itu aku sempet liat laki-laki mirip Jo. Tapi aku juga belum yakin sih mas." kata Ghea.


Tiba-tiba petugas Minimarket mengajaknya untuk masuk dan melihat cctv waktu itu. Dan betapa kagetnya, bahkan terkejutnya Rey dan Ghea. Saat melihat ternyata laki-laki itu adalah Jo. Rey semakin emosi. Dirinya bersumpah tidak akan mengampuni Jo kalau sampai terjadi apa-apa dengan istrinya. Apalagi sampai berani merebut istrinya dari hidupnya.


" Brengsek kamu Jo. Berani kamu menyentuh milikku, habis kamu Jo." ucap Rey membuat Ghea yang mendengarnya sedikit ketakutan.


" Sabar mas Rey. Terus langkah kita selanjutnya apa mas." tanya Ghea.


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Ghea, ponselnya berdering.


📞📞📞📞


" Hallo Aden."


" Iya bi, ada apa." jawab Rey.


" Non Vheya sudah pulang Den."


" Apa bi, istri saya sudah ada dirumah bi. Saya pulang sekarang bi." jawab Rey menutup telfonnya.

__ADS_1


Rey kemudian langsung tancap gas menuju ke rumah. Ghea pun mengikutinya menggunakan mobilnya sendiri dari belakang. Tak butuh waktu lama Rey sampai di depan rumahnya. Rey langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.


Betapa bahagianya hati Rey bisa melihat kembali istrinya itu. Baru semalam ditinggal oleh istrinya seperti berasa bertahun-tahun. Dipeluknya istrinya dan diciumnya berkali-kali. Vheya yang mendapat perlakuan seperti itu malah menangis.


Rey kebingungan karena sikap istrinya. Dipeluknya erat tubuh istrinya. Vheyapun sedikit membaik tak lagi menangis. Namun hanya diam membisu membuat Rey khawatir.


" Sayang kamu kemana aja. Mas nyariin kamu. Mas takut kehilangan kamu sayang." ucap Rey.


Vheya hanya terdiam tanpa bersuara. Entah apa yang telah terjadi sehingga membuatnya bersikap seperti itu. Ghea yang baru sampai langsung mendekati Vheya.


" Are you ok Vhey." kata Ghea.


Vheya hanya menganggukan kepalanya.


" Apa benar laki-laki itu Jo. Dia kembali?" tanya Ghea lagi.


Vheya pun hanya menganggukan kepalanya kembali. Kemudian menangis dipelukan Ghea. Rey yang melihatnya, mengalah membiarkan Vheya bersama Ghea. Mungkin saat ini Vheya sedang ingin berbicara dengan sahabatnya itu.


" Ghe tolong temani dulu Vheya. Aku mau ngabarin keluarga dulu." kata Rey.


Ghea memeluk Vheya erat. Ditatapnya mata sahabatnya itu, seperti banyak beban dan pertanyaan.


" Kamu kemana semalam. Tidur dimana? apa dia yang membawamu pergi." tanya Ghea pelan.


" Iya Ghe. Dia kembali. Dia nggak salah Ghe. Aku yang salah meragukan cintanya. Dia nggak pernah berniat ninggalin aku Ghe." kata Vheya menjelaskan.


" Terus kenapa dia baru sekarang kembali." tanya Ghea.


" Dia kecelakaan saat pertama sampai disana. Dia amnesia Ghe. Dia nggak ingat apapun. Dan setelah ingat semuanya dia langsung balik kesini buat nemuin aku." kata Vheya menjelaskan lagi.


" Terus kalau dia balik kesini lagi, kamu mau apa? mau balik lagi sama dia." ucapan Ghea membuat Vheya menatapnya penuh kebimbangan.

__ADS_1


" Maksud kamu apa Ghea." tanyanya.


" Meskipun dia kembali, kamu harus ingat. Kamu sudah ada Rey yang kini jadi suamimu." ucap Ghea.


" Aku tau Ghe."


" Terus kenapa? apa masalahnya? sekarang kamu ragu dengan pernikahanmu, kamu mau kembali bersama Jo. Apa itu yang ada dipikiranmu Vhey?" tanya Ghea.


" Bukan gitu Ghe. Tapi....."


" Tapi apa? cinta itu tumbuh lagi setelah ketemu Jo. Mau dilanjutin cinta yang belum kelar itu Vhey? tanya Ghea yang merasa sedikit geram melihat sikap sahabatnya itu.


Vheya seperti kembali terhipnotis oleh pesona Jo. Seperti masih mencintai Jo. Dan ternyata bayang - bayang Jo masih melekat diingatannya. Apalagi kejadian semalam membuat Vheya mengerti alasan kenapa Jo meninggalkannya tanpa kabar. Semua murni bukan kesalahan Jo, karena itu memang kecelakaan. Jadi Jo memang tidak pernah menghianatinya. Justru masih sangat mencintainya sampai detik ini.


" Aku bingung Ghe." kata Vheya.


" Bingung karena apa? seharusnya kamu nggak perlu pusing-pusing atau bahkan bingung. Ingat Vhey dulu kamu yang udah memutuskan menikah dengan Rey. Terus sekarang kamu mau mempermainkan pernikahan kamu. Mau mempermainkan hati Rey." kata Ghea membuat Vheya semakin bingung.


" Bukan itu Ghe. Ya aku juga tau aku yang udah mutusin buat nikah cepet sama Rey, tapi kan waktu itu aku nggak tau kalau akhirnya bakal kaya gini Ghe." kata Vheya.


" Kaya gini apa maksud kamu. Jo bakal balik lagi. Terus kamu mau mengakhiri rumah tangga kamu dengan Rey, terus balik lagi sama Jo. Iya itu maksud kamu Vhey. Gila pikiran kamu tuh." ucap Ghea semakin emosi.


Vheya hanya terdiam. Dilema harus berbuat apa. Awalnya dia pikir akan begitu mudah melenyapkan perasaannya untuk Jo. Namun ketika Jo kembali justru perasaan yang dulu muncul kembali.


Tiba-tiba Rey muncul dari balik pintu. Rey mendengar semua yang dibicarakan oleh Ghea dan Vheya. Hatinya sangat terluka, mendengar kenyataan bahwa istri yang dicintainya masih memiliki perasaan kepada mantan kekasihnya. Mungkin lebih tepatnya bukan mantan, karena saat itu Jo hanya meninggalkannya tanpa tau sebabnya. Dan setelah tau sebabnya kini istrinya malah bersikap seperti itu.


" Ghe kamu nggak kuliah," Tanya Rey mencoba bersikap dewasa.


" Aku udah ijin hari ini nggak masuk mas. Ya udah kalian ngobrol dulu aja mas." kata Ghea.


" Nanti aja. Biarin Vheya istirahat. Mungkin badan juga hatinya lagi lelah. Kamu temani saja Ghe. Aku mau keluar sebentar. Ada yang perlu aku urus." Kata Rey pergi berlalu meninggalkan Ghea dan Vheya.

__ADS_1


Vheya masih terdiam. Bahkan tak bicara sedikitpun kepada Rey. Ghea yang melihat sahabatnya bersikap seperti itu, rasanya ingin sekali menghajarnya. Baru kali ini dia melihat sahabatnya seperti orang yang tak punya hati. Bahkan kepada suaminya sendiri.


Ghea menyuruh Vheya untuk membersihkan dirinya. Karena saat sampai rumah, Vheya belum sempat mandi. Vheya menuruti kata-kata Ghea. Ghea pun berlalu menuju dapur untuk meminta segelas air kepada si Bibi yang sedang memasak.


__ADS_2