
Hari-hari dilewati Vheya begitu menyenangkan. Mempunyai sahabat yang baik dan selalu ada, juga mempunyai kekasih yang begitu amat sangat perhatian. Sahabat dan kekasih yang selalu menguatkan hari-hari Vheya.
Pagi ini Vheya merasa semangat untuk datang ke Sekolah. Hari ini di Sekolah hanya ada acara lomba-lomba untuk memperingati ulang tahun Sekolah mereka.
Vheya berjalan dengan santai menuju kelasnya. Tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang.
"Jo apa apaan sihh, bikin kaget aja tau nggak." ucap Vheya kaget.
"Hehehe maaf sayang" jawab Jo kemudian memeluk Vheya.
Vheya yang merasa canggung karena di area Sekolah, secara reflek melepas pelukan Jo dan menghindar darinya. Hal tersebut membuat Jo sedikit kecewa.
"Kenapa sih sayang? kamu nggak mau aku peluk. Lagian ini di tempat sepi kok." ucap Jo penuh tanya.
"Jo ini di Sekolah, tolong dong jaga sikap. Nggak enak kalo ada yang liat. Apalagi kalau sampe Guru yang liat." jawab Vheya sedikit marah.
"Maaf sayang. Habisnya aku kangen. Aku janji nggak kayak gini lagi. Maafin ya yankk!" ucap Jo memohon.
"Ya udah iya. Lain kali jngan ulangin lagi ya." jawab Vheya lunak.
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke taman sekolah. Karena hari ini hari bebas, jadi anak-anak hanya disuguhi hiburan dan perlombaan. Namun Vheya dan Jo sepertinya enggan menyaksikannya. Mereka berdua lebih memilih duduk santai di bangku taman.
"Kaki kamu udah sembuh jo." tanya Vheya.
"Sedikit sayang, masih agak nyeri kalau kelamaan jalan." jawab Jo.
"Makanya nggak usah keluyuran dulu. Diem dirumah aja." perintah Vheya.
"Bosen sayang. Paling juga ke Kantor papah." ucap Jo.
"Ngapain ke kantor papah kamu." tanya Vheya penasaran.
"Ya bantuin kerjaan papah dikit-dikit. Belajar bisnis buat masa depan aku, juga masa depan kamu." ucap gombal.
Wajah Vheya memerah seketika menahan malu karena ucapan Jo.
"Apaan sih Jo. Kalo ngomong nggak disaring dulu." tutur Vheya.
__ADS_1
"Aku serius Vhey, aku berharap kita bisa sama-sama terus sampai nanti. Emang ini terlalu cepet dan masih jauh kedepannya. Tapi aku pengen serius sama kamu Vhey." ucap Jo dengan muka serius dan meyakinkan.
"Aminn, semoga ya Jo. Tapi aku nggak bisa janji apapun. Kalau emang kita jodoh, Allah pasti akan mempersatukan kita. Tapi kalau bukan jodoh, sekeras apapun usaha kita, tetap kita nggak mungkin bisa sama-sama." jawab Vheya bijak.
"Tapi aku akan terus berusaha biar kamu bisa sama aku terus. Jangan pernah berpikir bahkan berniat buat ninggalin aku ya Vhey." ucap Jo penuh pinta.
"Insyaallah. Semoga ya Jo." jawab Vheya menenangkan hati Jo.
Cukup lama mereka berdua ngobrol. Bahkan mereka tidak tertarik sama sekali untuk melihat acara yang sedang berlangsung. Mereka malah menikmati acara berduaannya itu. Meskipun banyak mata memandang, namun kini Vheya terlihat lebih santai dan cuek.
"Sayang, mamah pengen ketemu kamu. Kapan-kapan main kerumah ya sayang!" pinta Jo.
"Ikhhh ngapain. Aku malu akhh yang." jawab Vheya gugup.
"Nggak papa sayang, mamah bilang katanya pengen ketemu sama gadis yang udah bikin Jo berubah lebih mandiri dan tanggungjawab." ucap Jo meyakinkan Vheya.
"Nggak janji ya Jo. Tapi aku usahain dechh." jawab Vheya ragu.
###
Di Lapangan anak-anak perempuan teriak heboh menyaksikan penampilan dari anak band dari Sekolah itu. Apalagi vokalisnya ganteng dan keren. Dia bernama Hendra Wijaya. Banyak gadis-gadis mengidolakannya, tapi tidak dengan Vheya yang merasa biasa-biasa saja.
"Rabun kali mata lho Ghe. Jelas-jelas disini banyak cewe-cewe. Pasti dia ngeliatin mereka, bukan gue." jawab Vheya ketus.
"Gue serius Vheya. Liat noh nunjuk nunjuknya juga kearah sini. Emang pesona lho tak tertandingi Vhey," ucap Ghea.
Disebrang penonton perempuan, Jo juga sedang bersama teman-temannya. Namun tiba-tiba temannya berbisik.
"Jo kayanya tuh anak yg lagi nyanyi, suka sama ayang mbeb lho dechh, liat situ coba." ucap Jacki.
"Serius lho Jak. Cari mati sama gue tuh bocah. Berani lirik-lirik milik gue." ucap Jo marah.
"Woless Broo,santai. Siapa sihh yang nggak tertarik sama cewe lho, udah cantik, baik pinter lagi. Gue juga mau kali." cuit Jacki yang langsung mendapatkan jitakan di kepalanya.
"Berani lho ngomong terang terangan di depan gue. Mau nikung lho. Langkahin dulu mayat gue." ucap Jo emosi.
"Bercanda Broo, nggak mungkin lah gue nikung sahabat gue sendiri. Kita kan prennnn." jawab Jacki sedikit panik.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya pergi menuju Kantin. Tapi mata Jo terus fokus tertuju pada Vheya. Dia masih kepikiran dengan apa yang Jacki katakan. Takut kalau kalau si vokalis itu mendekati Vheya.
"Akhh gue jadi nggak tenang gini. Buruan dech makan terus balik lagi kesono." pinta Jo pada Jacki.
Jacki tidak menghiraukan ucapan Jo, malah asik mengunyah somai di mangkoknya.
"Lho denger gue nggak Jack." tanya Jo memastikan.
"Iya denger ya elaahhh. Sabar napa boss, nikmatin dulu nih makanan. Mubadzir tau nggak." jawab Jacki sewot.
Belum sempat Jo kembali ke tempat tadi, namun Vheya malah sudah menghampirinya. Dia duduk di sebelah Jo.
"Sayang mau makan?" ucap Jo menawari Vheya makan.
"Nggak akhh. belum laper." jawab Vheya santai.
"Iya nggak laper, kan udah kenyang liatin vokalis sialan itu. Sampe betahh berdiri disono lama-lama." ucap Jo sedikit cemburu.
"Ikhh apaan sih Jo. Nggak jelas banget. Bikin bete dech." jawab Vheya kesal.
"Kamu seneng diliatin sama cowo itu hah. Suka dia tuhh sama kamu. Nggak ngertiin perasaan aku banget sih. Sakit tau Vhey." ucap Jo lebay.
Jacki dan Ghea sontak melotot tak percaya melihat kebucinan Jo. Bahkan Jacki yang sahabatan dari dulu sama Jo, belum pernah melihat Jo sebucin ini terhadap cewe.
Pantas saja Jo rela ngelakuin apapun demi Vheya. Selain Vheya cantik, dia juga pintar dan ramah.
Vheya yang mendengar ucapan Jo langsung memegang kening Jo.
"Kamu sehat Jo. Kamu baik-baik aja kan?" tanya Vheya memastikan.
"Maksud kamu aku sakit. Kamu tuh bener-bener nggak peka banget sihh." ucap Jo mulai emosi.
"Iya nggak gitu sayang. Lagian kamu ngmong aneh-aneh tadi. Mau dia liatin aku, mau dia suka sama aku ya biarin aja. Yang penting kan aku sukanya sama kamu. Sayangnya sama kamu." jawab Vheya membuat Jo sedikit tersenyum.
"Janji sayang," ucap Jo memastikan.
"Iya janji." jawab Vheya dengan usapan lembut di pipi Jo.
__ADS_1
Ghea dan Jacki kembali berpandangan, sembari bergeleng-geleng menyaksikan duo bucin di hadapannya.